Loading Now

Agus Jasmani dan Hj. Rohani Kompak Rangkul Milenial Menggala, Tegaskan DPRD Sebagai Rumah Rakyat

Agus Jasmani dan Hj. Rohani Kompak Rangkul Milenial Menggala, Tegaskan DPRD Sebagai Rumah Rakyat

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Suasana Kantor Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan pemuda berkumpul bukan untuk unjuk rasa, melainkan duduk bersama dalam forum diskusi terbuka bertajuk “Ngopi: Ngobrol Pintar bersama Pemuda Menggala”, Selasa (27/1/2026).

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci legislatif, yakni Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, S.IP., dan Anggota DPRD Provinsi NTB, Hj. Rohani. Kehadiran kolaborasi wakil rakyat tingkat kabupaten dan provinsi ini menjadi sinyal kuat dukungan terhadap peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah.

Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, dalam sambutannya menegaskan bahwa gedung parlemen bukanlah tempat yang kaku dan tertutup. Ia mengajak para pemuda untuk tidak ragu melangkah ke DPRD guna menyampaikan gagasan maupun kritik yang membangun.

“DPRD adalah rumah rakyat, termasuk rumah bagi anak-anak muda. Kami sangat terbuka. Silakan sahabat-sahabat semua untuk berkomunikasi dan menyampaikan aspirasi kapan saja,” ujar Agus Jasmani di hadapan peserta diskusi.

Menyentuh Isu Ekonomi hingga Modernisasi Dialog berlangsung hangat dan tanpa sekat. Para Pemuda Menggala secara lugas menyampaikan kegelisahan mereka mengenai sulitnya akses ekonomi pascapandemi, tantangan pendidikan di era digital, hingga kekhawatiran akan lunturnya nilai sosial di tengah arus modernisasi pariwisata yang kian deras di Lombok Utara.

Menanggapi hal tersebut, para anggota DPRD KLU yang turut hadir, seperti H. Ikhwanudin, H. Taufik, dan H. Arsan, memberikan pandangan solutif. Mereka berkomitmen untuk membawa “suara Menggala” ke dalam rapat-rapat kerja komisi guna memastikan program daerah lebih ramah terhadap pengembangan potensi pemuda.

Hj. Rohani selaku wakil rakyat di tingkat provinsi juga menambahkan bahwa sinergi antara kebijakan provinsi dan kabupaten sangat diperlukan untuk memfasilitasi kreativitas pemuda, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung KLU.

Forum “Ngopi” ini ditutup dengan kesepakatan bahwa dialog semacam ini harus digelar secara berkala. Bagi para legislator, masukan langsung dari akar rumput seperti ini merupakan modal penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan demi kemajuan “Bumi Tioq Tata Tunaq”.(r15)

Share this content:

Post Comment

You cannot copy content of this page