Atasi Hunian Tak Layak, Bupati Najmul Resmikan Pembangunan JUBAH di Dusun Semokan
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menunjukkan langkah nyata dalam menangani isu sosial di wilayah pelosok. Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, melakukan peletakan batu pertama Program Jumat Bedah Rumah (JUBAH) di Dusun Semokan, Desa Batu Rakit, Jumat (29/1/2026).
Program JUBAH kali ini menyasar kediaman Butimah, warga setempat yang masuk dalam kategori kurang mampu dan membutuhkan hunian layak. Langkah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar tempat tinggal bagi masyarakat rentan.
Anggaran pembangunan rumah untuk Butimah diperkirakan mencapai Rp20 juta. Menariknya, pembiayaan ini sepenuhnya berasal dari kontribusi pihak swasta, yakni melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Eka Jaya Fast Ferry.
Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting KLU, di antaranya Kepala Bapprida Ir. Hermanto, Kadis Sosial Faturrahman, dan Kadis Kominfo Hairul Anwar. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan dukungan penuh birokrasi terhadap program unggulan daerah.
Selain itu, turut hadir Kadis Pariwisata Denda Dewi Tresni Budi Astuti, Plt. Kadis PUPR Bambang Gunawan, hingga Camat Bayan Johansyah. Kehadiran pimpinan OPD ini sekaligus menjadi sarana koordinasi lapangan untuk memetakan kebutuhan pembangunan infrastruktur sosial di wilayah Bayan.
Dalam sambutannya, Bupati Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada PT Eka Jaya Fast Ferry. Perusahaan transportasi laut tersebut dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung percepatan pembangunan manusia di Lombok Utara.
Bupati menegaskan bahwa program JUBAH memiliki karakteristik yang unik karena tidak menyerap anggaran dari APBD. Program ini murni digerakkan oleh semangat kesukarelaan dan filantropi dari berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi sosial daerah.
“Program JUBAH ini tidak didanai dari APBD, melainkan secara sukarela. Ini adalah wujud gotong royong modern yang kita bangun di Lombok Utara,” ujar Bupati Najmul di hadapan warga Dusun Semokan.
Bupati juga menyerukan kepada para pengusaha dan masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi untuk tidak ragu memberikan donasi. Ia menekankan bahwa menyisihkan sebagian keuntungan melalui CSR adalah investasi sosial yang sangat berharga.
Menurutnya, partisipasi dalam menyukseskan program JUBAH merupakan bentuk nyata rasa kepedulian terhadap sesama warga KLU. Semakin banyak pihak yang berkontribusi, maka semakin cepat transisi masyarakat menuju kehidupan yang lebih bermartabat.
Najmul mengakui bahwa tantangan pembangunan perumahan pasca-gempa masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemda. Masih banyak warga yang belum memiliki rumah permanen akibat keterbatasan alokasi dana bantuan pusat maupun daerah.
Melalui program JUBAH, pemerintah mencoba mencari jalan keluar secara bertahap. Meskipun dimulai dengan anggaran yang relatif minim di setiap unitnya, kebijakan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan biaya tidak menghambat pemerintah untuk hadir bagi rakyatnya.
“Walaupun dengan anggaran yang terbatas, insyaallah rumah-rumah yang dibangun melalui program ini akan tetap fungsional. Kami lengkapi dengan fasilitas dasar seperti dapur dan kamar mandi yang memadai,” terang Bupati.
Standar pembangunan minimalis namun sehat menjadi acuan agar rumah tersebut dapat langsung dihuni dan meningkatkan kualitas kesehatan penghuninya. Sanitasi yang baik tetap menjadi prioritas meskipun dalam skema bedah rumah sederhana.
Sebelumnya, Kepala Bapprida KLU, Ir. Hermanto, melaporkan bahwa JUBAH telah ditetapkan sebagai program unggulan Bupati dan Wakil Bupati. Program ini didesain sebagai instrumen pelengkap untuk menutup celah bantuan yang tidak terjangkau oleh anggaran reguler.
Berdasarkan data Bapprida, animo masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 92 lokasi usulan penerima pembangunan JUBAH telah masuk ke meja perencanaan pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.
Secara rinci, usulan tersebut tersebar di lima kecamatan: Pemenang sebanyak 18 lokasi, Tanjung 29 lokasi, Gangga 26 lokasi, Kayangan 3 lokasi, dan Bayan sebanyak 16 lokasi. Pemetaan ini dilakukan secara ketat berdasarkan tingkat prioritas dan kelayakan calon penerima.
Hingga saat ini, Pemkab KLU telah berhasil merealisasikan pembangunan sebanyak 44 unit rumah JUBAH. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi intensif dengan BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi, BAZNAS KLU, serta kontribusi dari PDAM KLU.
Kerjasama dengan berbagai lembaga amil zakat dan perusahaan daerah menjadi kunci keberlanjutan program ini. Model pendanaan alternatif ini terbukti mampu menggerakkan pembangunan fisik tanpa membebani struktur belanja modal daerah.
Kegiatan di Desa Batu Rakit ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi lintas sektor akan terus mengalir. Program JUBAH kini bukan sekadar tentang membangun gedung, melainkan tentang membangun harapan dan solidaritas sosial di seluruh pelosok Gumi Tioq Tata Tunaq.(r15)
Share this content:




Post Comment