Bupati Najmul Bidik Skema KPBU untuk Modernisasi Infrastruktur
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus memperluas jejaring kolaborasi guna mengakselerasi pembangunan daerah. Langkah strategis diambil dengan menjalin kerja sama Sister City bersama Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (9/2/2026).
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, dan Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto. Prosesi bersejarah ini berlangsung khidmat di Pendopo Bupati Kabupaten Madiun.
Bupati Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sambutan hangat jajaran Pemkab Madiun. Ia menilai kunjungan ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan kunjungan persahabatan antara dua daerah yang memiliki semangat kemajuan yang sama.
Meskipun terpisah jarak geografis yang cukup jauh, Najmul menegaskan bahwa KLU dan Madiun memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penandatanganan ini pun dipandang sebagai momentum penting untuk memperluas ruang kolaborasi.
“Kesepakatan Sister City ini bukan hanya sebuah seremoni, tetapi langkah strategis untuk mensinergikan potensi dan sumber daya masing-masing daerah,” ujar Bupati Najmul dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Najmul memaparkan filosofi kerja sama ini yang menekankan pada hubungan setara dan transformatif. Ia ingin kolaborasi yang terjalin bersifat saling memperkuat kapasitas daerah, bukan sekadar hubungan transaksional sesaat.
Fokus kerja sama ini mencakup urusan pelayanan dasar yang vital bagi masyarakat. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, penataan ruang, hingga urusan sosial dan ketertiban umum.
Selain pelayanan dasar, kedua daerah juga akan bersinergi pada bidang unggulan. Sektor kelautan, perikanan, pariwisata, pertanian, serta industri dan perdagangan menjadi poin-poin krusial yang akan dikerjasamakan secara teknis.
Sementara itu, Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, menyambut baik inisiatif Pemkab KLU untuk berbagi pengalaman. Ia merasa terhormat Madiun menjadi tujuan studi bagi Lombok Utara, khususnya dalam pengelolaan infrastruktur publik.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian KLU adalah kesuksesan Madiun dalam mengelola Alat Penerangan Jalan (APJ). Madiun dikenal inovatif karena menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Hari Wuryanto menjelaskan bahwa penerangan jalan merupakan infrastruktur dasar yang sangat strategis. Selain mendukung keselamatan dan keamanan wilayah, APJ yang baik terbukti mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di malam hari.
Di Kabupaten Madiun, skema KPBU menjadi solusi cerdas di tengah keterbatasan fiskal daerah. Dengan menggandeng badan usaha, pemerintah dapat memastikan keberlanjutan layanan dan pemanfaatan teknologi energi yang lebih modern.
Melalui skema ini, pemerintah daerah beralih peran menjadi regulator dan pengendali mutu, bukan lagi sekadar penyedia anggaran tunggal. Hal ini menciptakan tata kelola yang lebih akuntabel dan efisien dalam jangka panjang.
Bupati Madiun juga menekankan bahwa keberhasilan KPBU memerlukan perencanaan yang sangat matang dan dukungan regulasi yang kuat. Sinergi antar-perangkat daerah serta komunikasi intensif dengan pihak swasta menjadi faktor penentu.
“Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman terkait tantangan dalam perencanaan hingga implementasi KPBU ini kepada rekan-rekan dari Lombok Utara,” ungkap Hari Wuryanto.
Kunjungan kerja ini juga diikuti oleh sejumlah jajaran Kepala Perangkat Daerah dari kedua kabupaten. Kehadiran para teknokrat ini bertujuan agar MoU yang ditandatangani dapat segera diturunkan ke dalam perjanjian kerja sama yang lebih teknis.
Harapannya, melalui Sister City ini, langkah pembangunan di Lombok Utara dan Madiun tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Saling terhubungnya program antar-daerah diyakini akan mempercepat pencapaian target pembangunan nasional.
Bagi Lombok Utara, adopsi teknologi dan manajemen infrastruktur dari Madiun diharapkan dapat memberikan efisiensi anggaran. Hal ini krusial untuk memastikan setiap rupiah APBD berdampak maksimal bagi kesejahteraan warga KLU.
Kerja sama ini menjadi awal perjalanan baru yang penuh harapan bagi kedua daerah. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman yang semakin kompleks.
Momen penandatanganan ini ditutup dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol persaudaraan. Semangat dari Pendopo Madiun kini dibawa menuju Gumi Tioq Tata Tunaq untuk diimplementasikan demi kemajuan masyarakat Lombok Utara.(r15)
SisterCity, #LombokUtara, #Madiun, #NajmulAkhyar, #InovasiDaerah, #KPBU, #InfoKLU, #PembangunanDaerah,
Share this content:




Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.