Loading Now

Damkar KLU Evakuasi Gas Beracun di Pemenang Timur

Damkar KLU Evakuasi Gas Beracun di Pemenang Timur

Lombok Utara (Gteinsidetv.com)– Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) bergerak cepat merespons laporan warga Dusun Menggala, Desa Pemenang Timur, terkait aroma menyengat yang keluar dari sebuah sumur sedalam tiga meter. Insiden yang terjadi pada Sabtu (18/1/2026) ini mengungkap potensi bahaya gas beracun yang sering terabaikan oleh masyarakat di kawasan pemukiman.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Damkarmat KLU melakukan evaluasi lapangan sekaligus penguatan kapasitas personel dalam teknik Vertical Rescue (penyelamatan vertikal) khusus medan lubang (hole). Langkah ini diambil guna mencegah terulangnya insiden fatal di mana seorang warga nyaris kehilangan nyawa akibat pingsan saat mencoba turun ke sumur tanpa alat pelindung.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkarmat KLU, Candra, mengonfirmasi dalam sesi keterangan pers di Kantor Damkar Tanjung, Selasa (20/1/2026), bahwa ancaman gas beracun di dalam sumur atau lubang galian merupakan “bahaya senyap” yang mematikan. Menurutnya, personel kini dibekali kemampuan membaca situasi secara manual maupun menggunakan alat deteksi gas digital.

“Di wilayah Pemenang, kami pernah menangani warga yang pingsan hanya di kedalaman tiga meter karena nekat turun ke sumur tanpa perlindungan. Hal ini membuktikan bahwa gas beracun tidak memandang kedalaman. Personel kami dilarang keras turun tanpa Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) jika indikator menunjukkan adanya gas berbahaya,” tegas Candra.

Dalam pelatihan intensif yang melibatkan 30 personel dari seluruh pos kecamatan, tim diajarkan metode indikator alami menggunakan sabut kelapa atau daun yang dibakar. Jika api pada sabut tersebut mati seketika saat diturunkan ke dalam lubang, hal itu menjadi tanda pasti adanya gas metan atau kekurangan oksigen yang ekstrem di dasar sumur.

Selain deteksi gas, personel juga memperdalam teknik tali-temali (knots) dan sistem katrol (hauling) untuk mengevakuasi korban di ruang sempit. Kesiapsiagaan 24 jam ini menjadi standar wajib agar setiap pos memiliki kemampuan evakuasi dasar yang sama sebelum bantuan alat berat tiba di lokasi.

Saat ini, peralatan Vertical Rescue canggih masih terpusat di kantor utama kabupaten. Namun, Candra menekankan komitmen dinas untuk menambah inventaris peralatan deteksi gas digital di setiap pos kecamatan. Tujuannya adalah mempercepat waktu respons (response time) dan memastikan keselamatan petugas di garis depan.

“Tujuan kami adalah standarisasi. Minimal setiap pos kecamatan menguasai teknik dasar evakuasi vertikal secara mandiri. Kita tidak boleh meremehkan lubang sekecil apa pun jika sudah ada indikasi aroma tidak sedap atau gas,” tambah Candra.

Dinas Damkarmat KLU mengimbau masyarakat Dusun Menggala dan sekitarnya agar tidak mencoba melakukan pembersihan sumur secara mandiri jika tercium bau menyengat atau gas yang tidak biasa. Masyarakat diminta segera menghubungi pos pemadam kebakaran terdekat guna dilakukan pengecekan keamanan secara profesional.

Upaya mitigasi ini diharapkan mampu meningkatkan indeks keselamatan warga KLU, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki karakteristik geologis yang rawan terhadap akumulasi gas bumi. Kesigapan “Pendekar Biru” dalam menguasai medan kedalaman menjadi bukti bahwa fungsi penyelamatan kini menjadi prioritas utama selain pemadaman api.(r15)

Share this content:

Post Comment

You cannot copy content of this page