Damkar KLU Padamkan Kebakaran Bengkel Cidomo di Gili Trawangan
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Kawasan wisata Gili Trawangan kembali dikejutkan oleh insiden kebakaran yang melanda sebuah bengkel servis Cidomo di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Senin malam (19/1/2026). Respons cepat personel pemadam kebakaran berhasil melokalisasi api sehingga tidak merembet ke pemukiman dan fasilitas wisata di sekitarnya.
Laporan insiden tersebut pertama kali diterima Pos Damkar Gili Trawangan dari seorang warga bernama Abdul Aziz pada pukul 18.53 WITA. Titik api terpantau berada di sebelah timur Villa Adenia, sebuah lokasi yang cukup strategis di RT 07 Dusun Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Utara, melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Mahayana, S.Sos., mengonfirmasi bahwa Regu 3 Pos Gili Trawangan langsung diterjunkan sesaat setelah laporan masuk. Hanya dalam waktu tiga menit, personel sudah tiba di lokasi kejadian menggunakan dua unit armada roda tiga.
“Anggota kami bergerak cepat dengan segala daya yang ada di lapangan. Mengingat medan di Gili Trawangan memiliki karakteristik jalan yang terbatas, armada roda tiga menjadi andalan utama untuk menembus lokasi,” jelas Mahayana dalam keterangan resminya, Selasa (20/1/2026).
Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas langsung menghadapi kendala klasik yakni keterbatasan sumber air permanen. Personel di bawah komando Danpos Zulfikar Iman dan Danru Izratul Azwan secara taktis mencari sumber air alternatif di sekitar lokasi guna memulai proses pemadaman.
Petugas memanfaatkan sumber air dari sumur warga dan kolam terdekat yang memungkinkan untuk dilakukan penyedotan. Langkah ini terbukti efektif dalam memutus rantai penyebaran api yang sempat berkobar di area bengkel servis moda transportasi tradisional khas Lombok tersebut.
Operasi pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih satu jam 22 menit. Berkat koordinasi solid antara personel Damkar dan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Gili Trawangan, api berhasil dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 20.15 WITA.
“Fokus utama kami adalah mencegah api menjangkau area penginapan dan pemukiman padat. Meski yang terbakar adalah area bengkel, namun potensi kerugian bisa membengkak jika penanganan terlambat dilakukan,” tambah Mahayana.
Insiden ini kembali menegaskan pentingnya ketersediaan sarana prasarana pemadam yang lebih mumpuni di wilayah Gili Indah. Meskipun armada roda tiga mampu merespons dengan cepat, kapasitas air dan daya jangkau tetap menjadi catatan bagi evaluasi kedinasan di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil berupa peralatan bengkel dan bangunan semi permanen dilaporkan cukup signifikan.
Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KLU mengimbau kepada seluruh pengelola usaha di Gili Trawangan untuk senantiasa menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) secara mandiri. Hal ini sebagai langkah awal pencegahan sebelum petugas tiba di lokasi.
Aksi sigap para “Pendekar Biru” di tengah kegelapan malam di Gili Trawangan ini mendapat apresiasi dari warga sekitar. Keberhasilan memadamkan api sebelum meluas merupakan bukti kesiapsiagaan personel meski dalam keterbatasan fasilitas pendukung di wilayah kepulauan.(r15)
Share this content:



