Loading Now

Hadapi Cuaca Ekstrem, ‘Pendekar Biru’ KLU Pastikan Alat Penyelamatan dan Mesin Senso Siap Tempur

Hadapi Cuaca Ekstrem, ‘Pendekar Biru’ KLU Pastikan Alat Penyelamatan dan Mesin Senso Siap Tempur

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh “perlengkapan tempur” dan alat utama sistem penyelamatan, Jumat (23/1/2026). Langkah ini diambil guna memastikan respons cepat (response time) tetap optimal di tengah ancaman cuaca ekstrem dan angin kencang yang memicu pohon tumbang di sejumlah titik.

Pengecekan teknis difokuskan pada peralatan evakuasi krusial, mulai dari gergaji mesin (chainsaw/senso), Alat Pelindung Diri (APD) berbahan Nomex, hingga sistem pernapasan mandiri (Self-Contained Breathing Apparatus/SCBA). Audit ini menjadi vital untuk menjamin keselamatan 81 personel yang tersebar di lima kecamatan di seluruh wilayah Lombok Utara.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkarmat KLU, Candra, mengonfirmasi bahwa perawatan berkala ini merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) untuk menyambut tahun anggaran 2026. “Kami memastikan mesin senso dalam kondisi prima karena intensitas pohon tumbang saat ini sedang tinggi. Selain itu, APAR, selang, dan nozzle juga diperiksa agar tidak ada kendala teknis saat pemadaman,” ujar Candra.

Pada tahun 2026, Damkarmat KLU memproyeksikan perluasan jangkauan layanan dengan rencana pembangunan pos pelayanan baru di Kecamatan Gangga. Penambahan ini strategis untuk memangkas waktu tempuh bantuan menuju wilayah yang selama ini cukup jauh dari jangkauan pos utama.

Selain di daratan, penguatan sarana prasarana khusus juga menyasar kawasan wisata Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air). Mengingat risiko kebakaran yang tinggi di kawasan padat wisata, pemerintah daerah berencana membangun kantor permanen dan memperkuat pos pemadam di belakang Pos Polisi Trawangan guna mempercepat reaksi darurat di kepulauan.

“Saat ini, kami menyiagakan total 81 personel yang terbagi di lima kecamatan. Bayan dan Tanjung masing-masing diperkuat 18 personel, sementara Kayangan, Gangga, dan Pemenang menyiagakan 15 personel dalam sistem tiga shift,” tambah Candra.

Selain kesiapan alat, program edukasi “Pendekar Biru” tetap menjadi ujung tombak pencegahan. Meski terdapat penyesuaian anggaran (refocusing), tim tetap berkomitmen menjangkau 80 titik sosialisasi pada tahun ini. Uniknya, personel yang sedang tidak bertugas (off) diterjunkan langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi ketenangan saat menghadapi api.

Melalui pengecekan rutin perlengkapan penyelamatan seperti kapak pemadam, alat pengungkit (halligan tool), hingga radio komunikasi, Damkarmat KLU optimis dapat menekan angka kerugian akibat bencana. Sinergi antara ketersediaan alat yang mumpuni dan personel yang terampil diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat agar tidak lagi memandang api sebagai musuh, melainkan risiko yang bisa dikendalikan.

“Kami tidak ingin alat gagal berfungsi saat nyawa warga menjadi taruhannya. Itulah mengapa pengecekan setiap baut, selang, dan mesin dilakukan secara detail hingga ke level regu piket terkecil,” pungkas Candra.(r15)

Share this content:

Post Comment

You cannot copy content of this page