Loading Now
×

Hari Perempuan Sedunia: Wabup Kusmalahadi dan Plan Indonesia Luncurkan GEMERCIK di KLU

HEADLINE

Hari Perempuan Sedunia: Wabup Kusmalahadi dan Plan Indonesia Luncurkan GEMERCIK di KLU

Lombok Utara (Getinsidetv.com) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memperkuat komitmen perlindungan anak melalui peluncuran Gerakan Meraih Cita Tanpa Kawin Anak (GEMERCIK). Kegiatan ini digelar bersama Plan International Indonesia di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Senin (09/03/2026).

Acara ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T. Pelaksanaannya terasa istimewa karena bertepatan dengan momentum Hari Perempuan Sedunia, yang menjadi simbol perjuangan hak dan masa depan generasi muda perempuan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Komisi III Darmaji, S.E., Kepala Dinsos P3A KLU Fathurahman, S.T., serta Direktur Program Plan International Indonesia Ida Ngurah. Ratusan siswa-siswi tingkat SMP dan SMA se-KLU turut memadati aula sebagai peserta utama.

Direktur Program Plan Indonesia, Ida Ngurah, menjelaskan bahwa GEMERCIK di Lombok Utara merupakan rangkaian kedua yang dilaksanakan pada Maret 2026. Sebelumnya, gerakan serupa telah sukses digelar di Taman Sangkareang, Kota Mataram.

Momentum Hari Perempuan Sedunia dipilih untuk menegaskan betapa krusialnya peran perempuan dalam pembangunan masyarakat. Di Lombok Utara, perempuan diposisikan sebagai pilar utama dalam berbagai isu strategis daerah.

“Perempuan di Lombok Utara memiliki peran besar sebagai penggerak pencegahan perkawinan anak, pembinaan keluarga, hingga percepatan penurunan stunting,” ujar Ida Ngurah dalam pidatonya.

Program GEMERCIK dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman para pelajar. Tujuannya adalah agar mereka mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang efektif di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Ida Ngurah berharap ilmu yang diperoleh para siswa tidak berhenti di ruang pertemuan saja. Para pelajar didorong untuk menyebarluaskan edukasi mengenai bahaya perkawinan dini kepada teman sebaya mereka secara masif.

Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri dalam sambutannya menegaskan bahwa GEMERCIK adalah langkah konkret pemerintah untuk menekan angka perkawinan anak yang saat ini masih tergolong tinggi di Kabupaten Lombok Utara.

“Program ini sangat penting sebagai bagian dari upaya bersama. Dampak perkawinan anak sangat luas, mulai dari pendidikan yang terhambat hingga risiko kesehatan yang mengancam ibu dan bayi,” jelas Wabup Kusmalahadi.

Lebih lanjut, Wabup memaparkan bahwa perkawinan di usia dini sangat berpengaruh pada kualitas generasi masa depan. Anak-anak yang menikah prematur cenderung kehilangan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal.

Wabup menekankan bahwa anak-anak yang duduk di bangku sekolah hari ini adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Oleh karena itu, memberikan mereka ruang untuk meraih cita-cita adalah kewajiban negara dan masyarakat.

“Mencegah perkawinan anak bukan hanya tugas pemerintah semata. Ini adalah tanggung jawab kolektif orang tua, guru, tokoh masyarakat, hingga seluruh pemangku kepentingan,” tegas Kusmalahadi.

Statistik perkawinan anak di KLU yang masih fluktuatif memerlukan intervensi lintas sektor yang tidak terputus. Sinergitas antara lembaga internasional seperti Plan Indonesia dengan Pemda KLU menjadi model kolaborasi yang ideal.

Wabup berharap melalui GEMERCIK, para siswa dapat lebih fokus pada prestasi akademik dan pengembangan bakat. Kemandirian ekonomi dan kematangan psikologis harus menjadi syarat mutlak sebelum seseorang memasuki jenjang pernikahan.

Pemerintah daerah melalui Dinsos P3A juga terus mengawal kebijakan perlindungan anak di tingkat desa. Pelibatan kepala desa dalam acara ini bertujuan agar edukasi pencegahan pernikahan dini masuk ke dalam agenda prioritas desa.

Dukungan dari legislatif yang hadir juga memberikan sinyal positif bagi penguatan regulasi daerah terkait perlindungan anak. Anggaran dan pengawasan program diharapkan dapat berjalan selaras dengan visi Bupati dan Wakil Bupati.

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara siswa-siswi dengan para narasumber. Semangat para pelajar untuk meraih cita-cita tampak dari beragam pertanyaan mengenai tips melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Wabup Kusmalahadi menutup sambutannya dengan optimisme bahwa KLU akan melahirkan generasi emas yang tangguh. “Mari kita pastikan anak-anak kita fokus belajar agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kegiatan GEMERCIK ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan-gerakan serupa di tingkat kecamatan, sehingga pesan pencegahan perkawinan anak benar-benar meresap ke seluruh penjuru Gumi Tioq Tata Tunaq.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page