Loading Now

Kantor Damkarmat KLU Menjadi Ruang Belajar: Kenalkan Bahaya Api kepada Ratusan Balita

Kantor Damkarmat KLU Menjadi Ruang Belajar: Kenalkan Bahaya Api kepada Ratusan Balita

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Markas komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Utara (KLU) berubah menjadi ruang kelas terbuka. Puluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Paud Nurul Anshory di Desa Tanjung mendatangi kantor tersebut untuk mengikuti edukasi kebencanaan, Senin (2/2/2026).

Kunjungan massal ini disambut hangat oleh jajaran personel Damkarmat KLU. Selain para siswa, puluhan guru pendamping juga tampak antusias melihat bagaimana prosedur penyelamatan dilakukan secara profesional oleh para petugas di lapangan.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkarmat KLU, Candra, memimpin langsung jalannya edukasi tersebut. Kehadiran anak-anak usia dini ini dipandang sebagai kesempatan emas untuk menanamkan literasi keselamatan sejak tahap awal pertumbuhan mereka.

Desain-tanpa-judul-55-1024x576 %post

Tujuan utama dari kunjungan lapangan ini adalah memberikan pemahaman mendasar mengenai bahaya api dan prosedur penyelamatan diri. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa anak-anak di Lombok Utara memiliki bekal pengetahuan praktis untuk menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.

Dalam sesi edukasi, Candra menjelaskan fungsi utama Damkarmat yang tidak hanya terbatas pada pemadaman api, tetapi juga tugas-tugas penyelamatan kemanusiaan. Materi disampaikan dengan gaya komunikasi yang ceria dan sederhana agar mudah diserap oleh imajinasi anak-anak.

Petugas mengenalkan berbagai peralatan pelindung diri (APD) yang digunakan saat bertugas, mulai dari helm hingga baju tahan panas. Anak-anak diajak untuk melihat dari dekat peralatan tersebut guna memberikan gambaran nyata mengenai risiko dan tanggung jawab profesi pemadam.

“Edukasi sejak dini adalah kunci. Kita ingin mereka mengenal api bukan sebagai mainan, melainkan sesuatu yang harus diwaspadai jika tidak diawasi orang dewasa,” ujar Candra di sela-sela pemberian materi.

Ketertarikan para siswa memuncak saat mereka diajak untuk melihat langsung jajaran armada operasional yang terparkir di markas. Mobil pemadam kebakaran berwarna merah yang ikonik tersebut menjadi daya tarik utama yang memicu rasa ingin tahu anak-anak.

Desain-tanpa-judul-54-1024x576 %post

Pihak Damkarmat memberikan kesempatan istimewa kepada para siswa untuk naik ke atas mobil pemadam secara bergantian. Pengalaman fisik ini dirancang untuk membangun kedekatan emosional antara anak-anak dengan petugas pelayan publik.

Di atas kabin kemudi, anak-anak diperkenalkan dengan fungsi sirine dan peralatan pendukung lainnya. Suasana riuh rendah penuh keceriaan menyelimuti halaman kantor saat satu per satu siswa merasakan sensasi menjadi “petugas cilik” di atas kendaraan operasional.

Para guru pendamping menilai kegiatan ini jauh lebih efektif dibandingkan pembelajaran teori di dalam kelas. Interaksi langsung dengan petugas di markas komando memberikan kesan mendalam yang sulit dilupakan oleh para siswa usia dini tersebut.

Pihak sekolah juga mengapresiasi keramahan dan kesabaran petugas Damkarmat dalam menghadapi ratusan balita yang penuh rasa ingin tahu. Kerjasama antara lembaga pendidikan dan dinas terkait ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala setiap tahunnya.

Candra menambahkan bahwa keterbukaan kantor Damkarmat sebagai destinasi edukasi merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas dinas kepada publik. Masyarakat, termasuk anak-anak, berhak mengetahui kesiapsiagaan pemerintah dalam melindungi warga dari ancaman kebakaran.

Selain simulasi alat, petugas juga memberikan tips sederhana mengenai tindakan yang harus dilakukan jika melihat kepulan asap di dalam rumah. Anak-anak diajarkan untuk segera mencari orang dewasa dan menjauhi sumber panas guna menghindari cedera.

Edukasi ini juga menekankan pentingnya nomor darurat yang bisa dihubungi saat terjadi musibah. Harapannya, pengetahuan sederhana ini dapat tersalurkan kembali oleh anak-anak kepada anggota keluarga lainnya di rumah masing-masing.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian program sosialisasi rutin yang dicanangkan Bidang Pencegahan Damkarmat KLU. Desa Tanjung sebagai pusat pemerintahan kabupaten menjadi prioritas awal dalam penyebaran literasi kebencanaan tingkat PAUD.

Hingga siang hari, antusiasme siswa tidak surut meski cuaca cukup terik. Personel Damkar secara bergantian memberikan penjelasan teknis yang dibalut dalam cerita-cerita kepahlawanan untuk memotivasi para siswa agar berani dan disiplin.

Dinas Damkarmat KLU berkomitmen untuk terus membuka diri bagi lembaga pendidikan manapun yang ingin melakukan studi lapangan. Program ini dianggap sebagai investasi sosial dalam menciptakan masyarakat yang tangguh bencana di masa depan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara ratusan siswa, guru, dan personel Damkarmat di depan markas komando. Momen ini menandai suksesnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor pendidikan anak usia dini di wilayah Tanjung.

Melalui gerakan edukasi masif ini, Kabupaten Lombok Utara selangkah lebih maju dalam membangun budaya sadar bencana. Pengetahuan yang ditanamkan hari ini diharapkan menjadi perisai bagi keselamatan generasi masa depan Lombok Utara.(r15)

Share this content:

Post Comment

You cannot copy content of this page