Ketua DPRD Agus Jasmani, Kebijakan Pro-Petani Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan KLU
Sektor pertanian dinilai masih menjadi tulang punggung utama perekonomian di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, S.IP., menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah ke depan harus lebih berpihak pada penguatan sektor ini secara terukur dan berkelanjutan, Senin (30/03/2026).
Penegasan tersebut didasari oleh realitas demografis di Bumi Tioq Tata Tunaq. Berdasarkan data lapangan, lebih dari 80 persen masyarakat KLU menggantungkan hidup sebagai petani, buruh tani, maupun nelayan.
Agus Jasmani menilai potensi besar sektor pertanian belum sepenuhnya dioptimalkan melalui program yang terintegrasi. Menurutnya, pemerintah daerah perlu merancang kebijakan yang melampaui sekadar pembangunan fisik gedung.
“Sektor pertanian sangat strategis. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal hajat hidup mayoritas warga kita. Maka, pertanian harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah,” ujar Agus Jasmani.
Ia menyoroti tantangan nyata yang dihadapi petani saat ini, mulai dari perubahan iklim yang tidak menentu hingga rendahnya adopsi teknologi pertanian modern di tingkat desa.
Salah satu langkah strategis yang dinilai mendesak adalah perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi. Ketersediaan air menjadi faktor penentu stabilitas produksi, terutama saat memasuki musim kemarau panjang.
Tanpa dukungan irigasi yang memadai, produktivitas lahan akan sulit ditingkatkan. Bahkan, risiko gagal panen terus membayangi para petani jika sistem pengairan tidak segera dibenahi secara permanen.
Selain masalah air, keberadaan jalan usaha tani (JUT) juga menjadi sorotan Ketua Dewan. Infrastruktur ini berperan vital dalam memotong jalur distribusi hasil panen dari lahan menuju pasar atau pengepul.
“Dengan akses jalan yang baik, biaya logistik bisa ditekan. Hasil pertanian kita akan jauh lebih kompetitif di pasaran karena ongkos angkutnya menjadi lebih murah,” jelasnya secara rinci.
DPRD KLU juga mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pelatihan dan pendampingan teknologi harus menyentuh akar rumput, bukan sekadar seremonial.
Penguasaan teknologi pertanian modern diyakini akan membuka peluang diversifikasi komoditas. Petani diharapkan tidak lagi terpaku pada tanaman konvensional, tetapi mulai melirik komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.
Agus mengungkapkan bahwa aspirasi masyarakat yang diserap melalui forum reses mayoritas menginginkan penguatan ekonomi produktif. Kebutuhan ini mencakup subsektor perkebunan, perikanan, hingga peternakan.

Ia mengakui bahwa sebagian besar masyarakat di Lombok Utara masih menjalankan usaha tani secara tradisional. Oleh karena itu, dibutuhkan “tangan dingin” pemerintah melalui kebijakan yang mampu mendorong modernisasi.
Meski vokal menyuarakan urusan perut petani, Agus mengingatkan bahwa pembangunan daerah tetap memerlukan keseimbangan sektor. Sektor pariwisata tetap diakui memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa kemajuan pariwisata jangan sampai meminggirkan sektor pertanian. Keduanya harus berjalan beriringan sebagai dua pilar utama penyangga ekonomi daerah.
“Kita perlu menjaga keseimbangan. Pariwisata memang penting untuk lapangan kerja, tetapi pertanian adalah penopang hidup yang paling dasar bagi rakyat kita,” tegas Agus Jasmani.
Legislator dari Partai Golkar ini meminta agar dalam penyusunan RKPD dan APBD mendatang, porsi anggaran untuk bantuan bibit, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan) mendapatkan porsi yang layak.
DPRD KLU berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan perencanaan pembangunan agar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat di desa-desa.
Melalui kebijakan yang terarah, diharapkan angka kemiskinan di KLU yang kini sudah mulai menurun dapat terus ditekan lebih rendah lagi melalui penguatan kantong-kantong ekonomi petani.
Pesan ini menjadi “sinyal kuat” bagi eksekutif agar proses Musrenbang yang tengah berjalan benar-benar mampu menangkap kegelisahan petani di lapangan sebagai prioritas kerja tahun 2027.(r15)
Share this content:




Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.