Lombok Utara Titik Awal Swasembada, Dirut Bulog dan Wabup Kusmalahadi Launching Serapan Gabah 2026
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi menjadi titik tolak penguatan ketahanan pangan nasional di awal tahun 2026. Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, mendampingi Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, dalam gelaran Panen Raya Perdana dan Launching Serapan Gabah di Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan strategis ini mengusung target ambisius, yakni pencapaian empat juta ton setara beras untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi program nasional menuju kedaulatan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir menyaksikan momentum tersebut, di antaranya Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Hj. Eva Dewiyani yang mewakili Gubernur NTB, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, serta Dandim 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pangan adalah urusan pertahanan negara.
Dalam orasi pembukaannya, Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menekankan bahwa swasembada pangan bukan sekadar program jangka pendek. Berdasarkan arahan Presiden RI, target swasembada harus dijaga konsistensinya secara berkelanjutan hingga tahun 2029 mendatang.
“Ini adalah tantangan besar bagi semua pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mewujudkan swasembada pangan yang tangguh hingga 2029,” ujar Ahmad Rizal di hadapan para petani dan undangan.
Purnawirawan jenderal bintang tiga ini juga membagikan ikatan emosionalnya dengan Pulau Lombok. Pengalamannya bertugas saat penanganan gempa tahun 2018 silam membuat kunjungannya ke Lombok Utara kali ini terasa seperti kembali ke rumah sendiri.
Ahmad Rizal menekankan pentingnya komitmen bersama untuk berkolaborasi lintas instansi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten adalah kunci agar program strategis nasional dapat berjalan tanpa kendala teknis maupun birokrasi di lapangan.
Setelah kegiatan di Lombok Utara, Bulog berencana melakukan roadshow ke seluruh wilayah potensial di Indonesia. Langkah ini diambil guna memastikan serapan gabah petani berjalan maksimal dan stabilitas stok pangan nasional tetap terjaga di level aman.
Fokus swasembada saat ini tidak hanya terpaku pada komoditas beras, tetapi juga mencakup jagung. Ahmad Rizal mengungkapkan kebanggaannya atas capaian target nasional tahun 2025 sebesar tiga juta ton yang telah sukses terlampaui.
Memasuki tahun 2026, tantangan dinaikkan dengan target serapan mencapai empat juta ton. Bulog mengidentifikasi sembilan provinsi di Indonesia yang menjadi lumbung pangan nasional, di mana NTB menempati posisi yang sangat vital dalam peta tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Kadis Pertanian NTB, Eva Dewiyani, memaparkan kekayaan sumber daya alam NTB yang sangat potensial. Pengelolaan lahan yang tepat diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan indikator ekonomi dan kesejahteraan petani lokal.
“Alhamdulillah, target empat tahun swasembada pangan nasional secara menakjubkan dapat terselesaikan dalam waktu singkat,” ungkap Eva dalam sambutannya mewakili Gubernur NTB.
Provinsi NTB saat ini memiliki tiga pilar fokus pembangunan yang saling beririsan, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata dunia. Ketiganya dirancang untuk mewujudkan visi NTB yang “Makmur Mendunia”.
Kehadiran Dirut Bulog di Desa Jenggala dipandang sebagai suntikan motivasi bagi sektor pertanian di daerah. Pemerintah Provinsi memberikan apresiasi tinggi atas perhatian khusus yang diberikan Bulog terhadap pola serapan gabah di wilayah NTB.

Sementara itu, Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri memaparkan data kekuatan agraris Kabupaten Lombok Utara. KLU memiliki luas lahan persawahan yang mencapai lebih dari 5.000 hektar, sebuah aset besar yang siap menopang target nasional.
Wabup Kus menyebutkan bahwa dari total luas lahan tersebut, saat ini terdapat lima hektar lahan di Desa Jenggala yang sudah memasuki masa panen perdana. Luasan ini akan terus bertambah seiring dengan masuknya musim panen raya di seluruh wilayah kecamatan dalam waktu dekat.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara berkomitmen penuh untuk mensukseskan target empat juta ton tahun 2026 melalui optimalisasi lahan dan pendampingan petani,” tegas Wabup Kus dengan nada otoritatif.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya Lombok Utara sebagai lokasi peluncuran serapan gabah tingkat provinsi. Hal ini dianggap sebagai pengakuan atas potensi pertanian KLU yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah di luar sektor pariwisata.
Wabup Kus berharap kolaborasi antara Pemda, TNI, Polri, dan Bulog dapat terus berlanjut guna memberikan perlindungan harga di tingkat petani. Dengan serapan gabah yang pasti, petani akan lebih termotivasi untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka.
Kegiatan ditutup dengan prosesi panen secara simbolis dan peninjauan kualitas gabah hasil panen petani lokal. Semangat dari Gumi Tioq Tata Tunaq ini diharapkan menjadi pemacu bagi daerah lain untuk bersama-sama mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.(r15)
Share this content:




Post Comment