Menuju Jambore Nasional 2026: Wabup Kusmalahadi Siapkan Kontingen Penggalang Terbaik KLU
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai memetakan kekuatan pramuka penggalang untuk berlaga di kancah nasional. Langkah ini diawali dengan pemberian apresiasi kepada kontingen yang sukses menuntaskan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka KLU, memimpin langsung prosesi penyerahan penghargaan tersebut. Acara berlangsung dengan latar pesisir Pantai Was Beraringan, Kayangan, pada Minggu (11/1/2026).
Penghargaan ini merupakan bentuk rekognisi formal atas dedikasi para Pramuka Penggalang dan pendamping selama mengikuti agenda besar tahun 2025 di Bumi Perkemahan Lemuor, Lombok Timur. Kesuksesan delegasi KLU dinilai menjadi modal penting bagi pengembangan kepanduan di bumi “Tioq Tata Tunac”.
Dalam orasi di hadapan para anggota pramuka, Kusmalahadi menekankan bahwa partisipasi dalam jambore bukan sekadar aktivitas perkemahan biasa. Kegiatan tersebut adalah kawah candradimuka bagi penguatan mentalitas dan disiplin generasi muda Lombok Utara di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Wabup menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta, pendamping, dan pembina yang telah menjaga integritas daerah selama kegiatan berlangsung. Ia memuji tanggung jawab kolektif yang memastikan seluruh rangkaian agenda terlaksana dengan parameter aman, tertib, dan lancar.
“Alhamdulillah, seluruh adik-adik Pramuka berangkat dalam keadaan sehat dan kembali juga dalam keadaan sehat. Ini adalah hal utama yang patut kita syukuri bersama,” ujar Kusmalahadi mengawali sambutannya yang disambut hangat oleh para peserta.
Namun, Kusmalahadi mengingatkan bahwa capaian di tingkat provinsi ini hanyalah garis awal dari perjalanan yang lebih panjang. Jamda XI NTB berfungsi sebagai instrumen pemantauan awal untuk menyeleksi kader-kader terbaik yang akan dikirim menuju Jambore Nasional (Jamnas) 2026 mendatang.
Kabupaten Lombok Utara mematok target untuk mengirimkan kontingen terbaik yang terdiri dari 16 putra dan 16 putri terpilih. Jumlah tersebut merupakan representasi kekuatan inti penggalang KLU yang akan bersaing dengan ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia.
Persiapan menuju Jamnas 2026 akan dilakukan secara komprehensif, mencakup penguatan aspek fisik, mental, hingga sikap perilaku. Kusmalahadi menegaskan bahwa waktu yang tersisa akan dioptimalkan untuk memoles kemampuan teknis dan manajerial para calon peserta nasional.
Poin krusial yang ditegaskan Ketua Kwarcab adalah mekanisme penilaian seleksi yang tidak bersifat momentum. Evaluasi terhadap calon peserta Jamnas akan dilakukan secara berkelanjutan, memantau konsistensi mereka dalam mempraktikkan nilai-nilai kepramukaan di lingkungan sehari-hari.
“Penilaian tidak hanya dilihat saat kegiatan berlangsung, tetapi juga keseharian mereka sebagai Pramuka. Mental dan perilaku adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar,” tegas Kusmalahadi dengan nada otoritatif.
Menurutnya, penguasaan teknik kepramukaan (scout craft) harus berjalan selaras dengan implementasi nilai-nilai Dasa Dharma. Semangat kedisiplinan dan kejujuran menjadi faktor determinan yang akan menentukan siapa yang layak membawa nama baik daerah ke tingkat nasional.
Kusmalahadi berharap siapa pun yang terpilih nantinya memiliki kesiapan mental yang matang untuk menjadi duta daerah. Ia mengingatkan bahwa setiap anggota pramuka yang berangkat ke level nasional membawa beban citra dan kehormatan Kabupaten Lombok Utara.
“Pramuka adalah wadah pembentukan karakter yang nyata. Disiplin, tanggung jawab, dan sikap harus terus dijaga karena membawa identitas Pramuka adalah sebuah kebanggaan besar,” lanjutnya menekankan aspek integritas.
Pantai Was Beraringan yang menjadi lokasi acara dipilih untuk memberikan suasana penyegaran sekaligus refleksi bagi para anggota pramuka. Kedekatan dengan alam diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional antar-anggota lintas ranting di wilayah Lombok Utara.
Penyerahan penghargaan ini juga menjadi ajang diskusi bagi para pembina untuk mengevaluasi kekurangan selama Jamda XI. Masukan dari para pendamping di lapangan akan menjadi bahan perbaikan kurikulum pelatihan di tingkat kwarcab guna meningkatkan daya saing peserta.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat menerima piagam penghargaan yang menjadi bukti otentik partisipasi mereka. Bagi para penggalang, penghargaan ini merupakan pemantik motivasi untuk terus mendalami dunia kepanduan secara serius dan konsisten.
Sektor kepemudaan melalui Gerakan Pramuka dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi Pemkab KLU dalam mencetak pemimpin masa depan. Pola pembinaan yang terstruktur dan berjenjang diharapkan mampu melahirkan individu yang tangguh secara mental dan cakap secara intelektual.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi santai antara pimpinan Kwarcab dengan para pendamping. Momentum ini mempererat sinergi antara struktur birokrasi pemerintahan dengan gerakan kemasyarakatan dalam mendukung visi pembangunan manusia di Lombok Utara.
Melalui apresiasi ini, Kwarcab KLU mengirimkan pesan kuat bahwa setiap prestasi sekecil apa pun akan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Semangat “Jamnas 2026” kini resmi menjadi target kolektif bagi seluruh elemen Pramuka di Kabupaten Lombok Utara.(r15)
Share this content:



