Nuzulul Qur’an di Sidutan: Bupati KLU Beberkan Proyek Sekolah Rakyat Gratis untuk 1.000 Siswa
Lombok Utara ( Getinsidetv.com) Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an yang khidmat di Masjid Nurul Huda Sidutan, Minggu (08/03/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus penyampaian visi pembangunan daerah kepada masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini bertujuan untuk memastikan kedekatan pemerintah dengan warga tetap terjaga di bulan suci Ramadhan.
Acara diawali dengan tausiyah mendalam yang disampaikan oleh TGH. Rusdi, LC. Ulama kondang tersebut mengupas tuntas hikmah turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, yang disimak dengan antusias oleh ratusan jamaah yang memadati masjid.
Bupati Najmul Akhyar dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan bersilaturahmi. Ia menyebutkan bahwa tausiyah yang disampaikan TGH. Rusdi mengandung banyak pelajaran berharga bagi kehidupan bermasyarakat di KLU.
Di hadapan jamaah, Bupati mengajak seluruh warga untuk senantiasa berdoa agar diberikan keberkahan umur. Harapannya, seluruh masyarakat dapat kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan pada tahun-tahun mendatang dalam keadaan sehat walafiat.
Salah satu poin krusial yang ditekankan Bupati adalah mengenai kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia mengingatkan bahwa keberagaman pandangan, baik dalam urusan agama maupun sosial, merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan.
Bupati memberikan contoh konkret tentang hubungan harmonis antara para ulama besar terdahulu, yakni Imam Maliki dan muridnya, Imam Syafi’i. Meskipun keduanya sering memiliki perbedaan pandangan hukum, mereka tetap saling menghormati dan menjaga ukhuwah.
“Perbedaan itu keniscayaan. Kita tidak perlu saling menghujat hanya karena berbeda cara pandang. Islam mengajarkan nilai Rahmatan Lil Alamin, yaitu membawa rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam,” tegas Bupati Najmul.
Pesan moderasi ini dianggap sangat relevan bagi masyarakat Lombok Utara yang majemuk. Stabilitas sosial yang terjaga melalui sikap saling menghargai menjadi modal utama bagi kelancaran program pembangunan di tingkat kabupaten.
Selain pesan spiritual, Bupati juga memaparkan progres pembangunan fisik dan sosial di KLU. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah proyek strategis pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Kayangan.
Bupati menginformasikan bahwa peletakan batu pertama proyek tersebut telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Saat ini, pembangunan terus dikebut agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sekolah Rakyat ini direncanakan memiliki kapasitas yang besar, mampu menampung sekitar 1.000 siswa. Hal ini merupakan solusi nyata pemerintah daerah dalam menjawab tantangan daya tampung sekolah di wilayah pesisir dan pegunungan.
Yang paling menggembirakan bagi warga adalah kebijakan biaya pendidikan. Seluruh fasilitas di Sekolah Rakyat ini akan diberikan secara gratis, dengan prioritas utama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh penjuru KLU.
“Program ini adalah ikhtiar kami agar tidak ada lagi anak di Lombok Utara yang putus sekolah karena kendala biaya. Pendidikan adalah hak dasar yang harus kami jamin aksesnya,” tambah Bupati dengan optimis.
Target pemerintah daerah adalah menciptakan pemerataan kualitas SDM. Melalui Sekolah Rakyat, diharapkan lahir generasi emas Lombok Utara yang kompeten namun tetap memiliki landasan moral yang kuat sesuai nilai-nilai Qur’ani.
Hampir 280 ribu jiwa penduduk Lombok Utara menjadi tanggung jawab pemerintah untuk disejahterakan. Bupati menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil selalu berorientasi pada kemanfaatan publik secara luas dan berkelanjutan.
Pembangunan di KLU, menurut Bupati, tidak boleh hanya berfokus pada kemajuan fisik seperti infrastruktur jalan dan gedung. Penguatan aspek moral dan spiritual masyarakat harus berjalan beriringan sebagai penyeimbang.
“Bangunan fisik sehebat apapun akan rapuh jika moralitas warganya tidak terjaga. Itulah mengapa kegiatan keagamaan seperti Nuzulul Qur’an ini sangat penting untuk penguatan jati diri kita,” tuturnya.
Kegiatan di Masjid Nurul Huda ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana haru dan khidmat tampak menyelimuti jamaah saat doa dipanjatkan untuk keselamatan daerah dari berbagai musibah.
Usai acara, Bupati Najmul menyempatkan diri berdialog santai dengan warga Sidutan. Beberapa aspirasi lokal terkait kebutuhan fasilitas air bersih dan perbaikan jalan lingkungan dicatat langsung oleh OPD terkait untuk ditindaklanjuti.(r15)
Share this content:




Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.