Loading Now
×

Pawai Takbiran KLU 2026: Bupati Najmul Lepas 37 Kontingen dari Lima Kecamatan

Pawai Takbiran KLU 2026: Bupati Najmul Lepas 37 Kontingen dari Lima Kecamatan

Lombok Utara (Getinsidetv.com) Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq, Kecamatan Tanjung. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan pelepasan Pawai Takbiran Tingkat Kabupaten Lombok Utara dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Jumat malam (20/03/2026).

Gema takbir yang membahana menandai berakhirnya bulan suci Ramadan sekaligus dimulainya perayaan kemenangan bagi umat Islam di Bumi Tioq Tata Tunaq. Acara ini menjadi magnet massa yang luar biasa bagi warga dari berbagai penjuru kabupaten.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., hadir langsung memimpin prosesi pelepasan. Beliau didampingi oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., serta jajaran unsur Forkopimda KLU.

Tahun ini, antusiasme masyarakat menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Tercatat sebanyak 37 kontingen dari berbagai desa dan dusun turut ambil bagian dalam memeriahkan pawai takbiran tingkat kabupaten tersebut.

Jumlah partisipan kali ini dilaporkan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan semangat religiusitas dan kebersamaan masyarakat Lombok Utara yang semakin menguat pascapandemi dan pemulihan daerah.

Peserta pawai berasal dari keterwakilan lima kecamatan di KLU, yakni Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung, dan Pemenang. Kehadiran perwakilan dari seluruh wilayah ini mempertegas persatuan di tingkat kabupaten.

Bupati Najmul Akhyar dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah dan peserta untuk meresapi makna takbir. Ia menekankan bahwa esensi takbir adalah pengakuan tulus atas kebesaran Allah SWT di atas segala-galanya.

“Pada malam hari ini, mari kita bersama-sama menyatakan bahwa yang besar itu hanyalah Allah SWT, dan hal lain di dunia ini adalah kecil,” ujar Bupati Najmul dengan nada berwibawa.

Bupati juga mengajak warga untuk bersyukur atas kesempatan menyelesaikan ibadah puasa selama sebulan penuh. Kemenangan yang dirayakan malam ini adalah kemenangan dalam menundukkan hawa nafsu dan keinginan negatif.

Ikhtiar batin selama Ramadan diharapkan membuahkan hasil berupa karakter yang lebih baik bagi masyarakat KLU. Malam takbiran menjadi puncak dari perjuangan spiritualitas individu dan kolektif.

653701491_2058624614695878_4185083687406847271_n-1024x683 %post

“Mudah-mudahan amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT, sehingga malam ini kita adalah orang yang berhak menyatakan kemenangan dan kebahagiaan itu,” ungkapnya.

Pawai takbiran tahun 2026 ini menampilkan berbagai kreativitas replika bernuansa islami yang dipadukan dengan kearifan lokal. Kendaraan hias dengan tata lampu yang megah menjadi daya tarik utama bagi para penonton.

Bupati memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras para pemuda dan remaja masjid dalam menyiapkan atribut pawai. Kreativitas tersebut dinilai sebagai bentuk syiar agama yang positif dan menggembirakan.

Keamanan dan ketertiban menjadi penekanan khusus dalam arahan Bupati sebelum pelepasan. Mengingat volume massa yang sangat besar, peserta diminta untuk mengikuti rute yang telah ditentukan oleh pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan.

“Mari kita berjalan dengan tertib sambil mengumandangkan kemenangan ini dengan cara yang baik. Pastikan ini benar-benar menjadi syiar bagi kita semua dan bagi agama kita,” tutup Bupati.

Ribuan warga tampak memadati pinggir jalan protokol di Kecamatan Tanjung untuk mengabadikan momen tahunan ini. Pengamanan ketat dari jajaran Polres KLU, TNI, dan Satpol PP memastikan acara berjalan kondusif.

Pawai ini juga memberikan dampak ekonomi instan bagi para pedagang kaki lima di sekitar Lapangan Tanjung. Perputaran ekonomi kreatif warga lokal tampak bergairah di sepanjang rute yang dilewati kontingen.

Rangkaian pawai berakhir dengan tertib di titik finish yang telah ditentukan. Semangat kebersamaan yang terpancar malam ini diharapkan terus terjaga hingga pelaksanaan salat Idulfitri keesokan harinya.

Bupati dan Wakil Bupati tetap berada di panggung utama hingga kontingen terakhir melintas, sebagai bentuk dukungan moral bagi para peserta yang telah menanti giliran sejak sore hari.

Kegiatan ini secara resmi menandai masuknya 1 Syawal 1447 H di Kabupaten Lombok Utara, membawa harapan akan kemajuan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat di tahun yang baru.(r15)

Share this content:

You cannot copy content of this page