Pererat Silaturahmi, Bupati KLU Laksanakan Salat Jumat Berjamaah di Masjid Baiturrahman Bulan Semu.
Lombok Utara (Getinsidetv.com) Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., kembali melaksanakan agenda rutin kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan silaturahmi melalui ibadah shalat Jumat berjamaah. Kali ini, orang nomor satu di Bumi Tioq Tata Tunaq tersebut hadir di tengah jamaah Masjid Baiturrahman, Dusun Bulan Semu, Desa Segarakaton, Jumat (13/03/2026).
Kehadiran Bupati disambut hangat oleh jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya konsisten pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di tingkat dusun.
Selain fungsi pengawasan, agenda ini bertujuan untuk memastikan kondisi sosial keagamaan di tingkat desa berjalan harmonis. Terutama saat memasuki fase krusial di pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Dalam sambutannya usai pelaksanaan ibadah, Bupati Najmul Akhyar memberikan pesan khusus terkait potensi perbedaan penetapan hari raya. Ia meminta masyarakat untuk tetap saling menghargai jika terjadi perbedaan jadwal 1 Syawal tahun ini.
Perbedaan antara keputusan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama RI dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu menurutnya adalah hal yang wajar. Bupati menekankan bahwa pada dasarnya seluruh umat memiliki tujuan ibadah yang sama.
“Jangan sampai perbedaan tanggal lebaran merusak ukhuwah kita. Kita harus bijaksana dalam menyikapi ijtihad masing-masing pihak demi persatuan daerah,” ujar Bupati di hadapan jamaah Masjid Baiturrahman.
Lebih lanjut, isu toleransi menjadi perhatian utama Bupati mengingat jadwal perayaan keagamaan yang berdekatan. Pada Rabu, 18 Maret mendatang, umat Hindu di KLU akan melaksanakan pawai ogoh-ogoh yang dilanjutkan dengan perayaan Nyepi.
Bupati mengingatkan bahwa Lombok Utara adalah wilayah yang unik dengan keberagaman pemeluk tiga agama besar, yakni Islam, Hindu, dan Buddha. Namun, keberagaman ini justru menjadi kekuatan utama daerah.
Sejarah mencatat bahwa di Gumi Tioq Tata Tunaq tidak pernah terjadi konflik antarumat beragama yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang sangat tinggi dalam menjunjung nilai-nilai toleransi.
“Kita sudah teruji dalam merawat kedamaian. Mari kita tunjukkan kembali bahwa saat saudara kita melaksanakan Nyepi, kita bisa memberikan ruang penghormatan yang tulus,” tambah Bupati Najmul.
Bupati memandang bahwa kerukunan yang tercipta di dusun-dusun seperti Bulan Semu adalah pondasi utama stabilitas Kabupaten Lombok Utara. Tanpa kedamaian sosial, program pembangunan fisik akan sulit berjalan maksimal.
Selain masalah kerukunan, Bupati juga memberikan motivasi terkait produktivitas selama bulan puasa. Ia mengimbau agar ibadah puasa tidak dijadikan alasan bagi warga untuk bermalas-malasan dalam bekerja.
Bupati berharap semangat Ramadhan justru menjadi pemantik bagi masyarakat untuk melakukan lebih banyak hal baik. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas selama puasa dinilai memiliki nilai ibadah yang berlipat ganda.
“Puasa ini jangan sampai melemahkan kita untuk melakukan pekerjaan apapun. Termasuk dalam melakukan hal-hal baik dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya dengan penuh semangat.
Kunjungan di Desa Segarakaton ini juga dimanfaatkan Bupati untuk memantau langsung kondisi infrastruktur di sekitar wilayah Dusun Bulan Semu. Masukan dari tokoh masyarakat mengenai fasilitas umum dicatat sebagai bahan evaluasi.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang menyentuh langsung kepentingan warga desa. Kehadiran fisik pimpinan daerah dianggap mampu memangkas sekat birokrasi.
Kegiatan silaturahmi ini diakhiri dengan dialog santai bersama warga di serambi masjid. Bupati mendengarkan berbagai laporan mengenai perkembangan pertanian dan kesejahteraan sosial di wilayah Segarakaton.
Bupati Najmul menegaskan bahwa setiap aspirasi yang masuk akan dipelajari oleh dinas terkait untuk dicarikan solusi yang tepat sasaran sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan daerah dari segala musibah. Semangat kebersamaan antara pemimpin dan rakyat tampak kental saat Bupati berpamitan dengan para jamaah.
Kunjungan Jumat Salam ini membuktikan bahwa pendekatan persuasif dan religius tetap menjadi cara paling efektif dalam menjaga stabilitas dan harmoni di Kabupaten Lombok Utara.(r15)
Share this content:




Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.