Peringati Nuzulul Qur’an, Pemda KLU Perkuat Sinergi Pembangunan dan Kerukunan Umat di Desa Menggala
Lombok Utara (Getinsidetv.com) Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menggelar rangkaian Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an. Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., memimpin langsung rombongan Tim I menuju Masjid Nurul Hidayah, Dusun Kerujuk, Desa Menggala, Senin (09/03/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat di pelosok dusun. Kehadiran Bupati beserta jajaran OPD disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga yang memadati area masjid sejak waktu berbuka puasa.
Camat Pemenang, Suhadman, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya Dusun Kerujuk sebagai lokasi kunjungan Tim I. Ia berharap kehadiran pimpinan daerah dapat memberikan spirit baru bagi masyarakat dalam mendukung program pembangunan.
“Mudah-mudahan kehadiran Bapak Bupati beserta Tim akan memberikan suatu kedekatan emosional antara pemerintah daerah dengan masyarakat Menggala,” ucap Suhadman mengawali prosesi sambutan.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Pemenang juga memaparkan perkembangan pesat potensi ekowisata di Dusun Kerujuk. Wilayah ini kini dikenal menawarkan pesona alam yang unik dan telah menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Keberhasilan ekowisata Kerujuk dinilai mampu menggerakkan ekonomi kreatif warga sekitar. Suhadman berharap dukungan infrastruktur pariwisata terus menjadi perhatian pemerintah daerah agar daya tarik dusun ini semakin mendunia.
Sementara itu, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., menyatakan kegembiraannya dapat bertatap muka langsung dengan warga. Ia menyebutkan bahwa silaturahmi di malam Nuzulul Qur’an ini memiliki makna spiritual yang sangat dalam bagi kemajuan daerah.
Bupati mengingatkan bahwa Ramadhan telah memasuki fase sepuluh hari kedua. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memperdebatkan perbedaan awal waktu puasa yang mungkin terjadi di tengah masyarakat, karena masing-masing memiliki landasan dalil yang kuat.
Poin krusial yang menjadi sorotan Bupati adalah fenomena unik pada akhir Ramadhan tahun ini. Hari Raya Idul Fitri 1447 H diperkirakan akan jatuh berdekatan dengan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu di Lombok Utara.
Situasi ini menuntut kedewasaan bersikap dari seluruh pemeluk agama. Bupati memaparkan bahwa akan ada momen di mana pawai ogoh-ogoh dilaksanakan hampir bersamaan dengan persiapan pawai takbiran sebagai tanda kemenangan umat Islam.
“Ini adalah bukti nyata keharmonisan kita. Umat Hindu melaksanakan Nyepi dan umat Islam menyambut Lebaran secara berdampingan. Momen ini harus kita jaga sebagai simbol toleransi di Lombok Utara,” tegas Bupati Najmul.
Bupati meminta agar perbedaan momentum hari raya ini tidak dijadikan persoalan atau pemicu gesekan di tengah masyarakat. Pengelolaan hidup yang bijak dan tenang adalah kunci untuk menghindari kesalahpahaman antarumat beragama.
Toleransi yang terjaga dengan baik akan menjadi modal sosial yang kuat bagi kelancaran pembangunan di KLU. Kerukunan antarumat beragama selama ini telah menjadi identitas yang membanggakan bagi Gumi Tioq Tata Tunaq di mata nasional.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menekankan bahwa sinergi dalam membangun daerah adalah hal yang mutlak. Tanpa adanya kesatuan pemikiran antara pemerintah dan rakyat, program-program strategis akan sulit terealisasi dengan maksimal.
“Kuncinya adalah kita harus saling memahami dan memiliki semangat yang sama. Pemerintah membangun infrastruktur, masyarakat menjaga dan menghidupkan potensinya seperti yang dilakukan warga Kerujuk,” tambahnya.
Kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an ini juga dirangkaikan dengan aksi sosial nyata. Pemerintah Daerah menyerahkan bantuan tunai untuk pemeliharaan Masjid Nurul Hidayah guna meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah.
Selain bantuan tunai, diserahkan pula Mushaf Al-Qur’an dari Kantor Kementerian Agama Lombok Utara. Penyerahan Al-Qur’an ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan kecintaan generasi muda setempat terhadap kitab suci.
Warga Dusun Kerujuk menyambut positif pesan-pesan kesejukan yang disampaikan Bupati. Mereka berkomitmen untuk menjaga keamanan wilayah selama masa transisi perayaan dua hari besar agama yang akan datang.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Lombok Utara yang lebih religius dan sejahtera. Kebersamaan antara pejabat dan warga tampak begitu kental saat sesi ramah tamah setelah shalat Tarawih berjamaah usai dilaksanakan.
Melalui Safari Ramadhan ini, Pemda KLU optimis bahwa pesan perdamaian dan kerukunan akan terserap hingga ke akar rumput, memastikan suasana Idul Fitri dan Nyepi tahun 2026 berjalan aman dan penuh keberkahan.(r15)
Share this content:




Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.