Loading Now
×

Perkuat Ketangguhan Daerah, Bupati Najmul Buka Musrenbang Tematik Kebencanaan KLU 2027

HEADLINE

Perkuat Ketangguhan Daerah, Bupati Najmul Buka Musrenbang Tematik Kebencanaan KLU 2027

Lombok Utara (Getinsidetv.com) Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menunjukkan komitmennya sebagai daerah tangguh bencana dengan menggelar Musrenbang Tematik Kebencanaan. Forum ini merupakan langkah strategis dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan dukungan dari program Siap Siaga.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., bertempat di Tanjung. Turut hadir perwakilan Bappeda Provinsi NTB, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KLU, lembaga non-pemerintah (NGO), serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Lombok Utara diidentifikasi sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang relatif tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis, geologis, dan klimatologis yang menempatkan KLU pada jalur cincin api (ring of fire).

Kepala Bapprida KLU, Ir. Hermanto, dalam laporannya menuturkan bahwa posisi KLU sangat rawan terhadap ancaman gempa bumi, tsunami, hingga likuifaksi. Karakteristik wilayah yang terdiri dari pesisir dan perbukitan menambah kompleksitas risiko yang dihadapi.

Selain ancaman geologis, potensi bencana hidrometeorologi juga menjadi perhatian serius. Ancaman seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, hingga gelombang ekstrem dilaporkan memiliki tingkat signifikansi yang cukup tinggi di wilayah ini.

“Pengarusutamaan pengurangan risiko bencana (PRB) menjadi bagian strategis dalam perencanaan pembangunan kita, sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 24 Tahun 2007,” tegas Hermanto di hadapan peserta Musrenbang.

Pemerintah daerah memandang perlunya forum perencanaan partisipatif yang secara khusus membedah isu kebencanaan. Hal ini guna memastikan setiap program penanggulangan bencana terintegrasi secara utuh ke dalam dokumen rancangan awal RKPD 2027.

Musrenbang tematik ini berfungsi sebagai wadah koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor. Di dalamnya terlibat perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.

Tujuan utama dari forum ini adalah mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan prioritas berbasis risiko kawasan. Pembangunan di KLU diharapkan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengutamakan aspek keselamatan dan keberlanjutan.

Ada empat target khusus yang ingin dicapai melalui Musrenbang ini. Pertama adalah identifikasi potensi ancaman, kerentanan, dan kapasitas wilayah secara mendalam untuk memetakan titik-titik rawan bencana.

Kedua, menghimpun usulan kegiatan konkret terkait pengurangan risiko bencana dari tingkat akar rumput. Ketiga, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan keempat, mengintegrasikan seluruh hasil pembahasan ke dalam dokumen perencanaan resmi.

Menariknya, Musrenbang Kebencanaan ini merupakan langkah inovatif di tingkat provinsi. Hingga saat ini, baru ada tiga kabupaten di NTB yang menyelenggarakan Musrenbang tematik serupa, di mana KLU menjadi salah satunya.

Bupati Najmul Akhyar dalam arahannya menekankan bahwa perencanaan yang spesifik akan memudahkan pemerintah dalam mengeksekusi solusi. Musrenbang tematik dianggap sebagai instrumen yang membuat program kerja menjadi lebih fokus dan terukur.

“Semakin banyak Musrenbang tematik, semakin mudah kita mengidentifikasi setiap permasalahan yang terjadi. Perencanaan yang baik adalah kunci dari hasil pembangunan yang baik juga,” ujar Bupati Najmul.

Bupati mengingatkan kembali memori kolektif masyarakat terkait peristiwa gempa bumi besar tahun 2018 serta pandemi Covid-19. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran mahal tentang pentingnya orientasi pembangunan pada mitigasi risiko.

Menurutnya, pembangunan daerah harus dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Ketangguhan daerah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dasar bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Pelaksanaan forum ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas alokasi anggaran daerah. Dengan data risiko yang akurat, anggaran penanggulangan bencana dapat disalurkan secara lebih presisi pada program-program yang bersifat preventif.

Hasil dari Musrenbang tematik kebencanaan ini nantinya akan menjadi landasan kebijakan yang responsif terhadap perubahan iklim. Perlindungan masyarakat secara menyeluruh menjadi output akhir yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Bupati menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta dalam memberikan masukan dan pandangan konstruktif. Diskusi yang dinamis selama Musrenbang diyakini akan menyempurnakan kualitas perencanaan pembangunan daerah tahun 2027.

“Musrenbang ini adalah langkah strategis kita untuk mewujudkan KLU yang tangguh. Keamanan warga adalah prioritas tertinggi dalam setiap jengkal pembangunan yang kita rencanakan,” pungkas Bupati Najmul mengakhiri sambutannya.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page