Pupuk Kesadaran Mitigasi, Damkarmat KLU Kenalkan Profesi Pemadam Kebakaran kepada Siswa TK
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Upaya mitigasi bencana kebakaran mulai ditanamkan sejak usia dini oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) KLU menggelar program pengenalan profesi dan edukasi bahaya kebakaran bagi siswa TK Permata Hijau di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pemenang, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung semarak ini tidak hanya melibatkan para siswa, tetapi juga jajaran guru serta orang tua murid. Pelibatan ekosistem pendidikan secara utuh ini bertujuan agar pesan keselamatan dan pencegahan kebakaran dapat tersampaikan hingga ke lingkungan keluarga.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkarmat KLU, Candra, menjelaskan bahwa edukasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai dampak kebakaran. Menurutnya, anak-anak perlu mengetahui sejak dini bahwa api memiliki manfaat sekaligus risiko besar jika tidak dikelola dengan benar.
Selain pengenalan bahaya api, anak-anak juga diperkenalkan pada fungsi luas dari Dinas Damkarmat. Petugas menjelaskan bahwa tugas mereka tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan berbagai aksi penyelamatan atau evakuasi darurat yang membutuhkan keahlian khusus.
Program ini menggunakan metode belajar sambil bermain untuk menjaga antusiasme para siswa tetap tinggi. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif, sehingga istilah-istilah teknis dalam pemadaman kebakaran dapat dicerna dengan mudah oleh anak-anak usia prasekolah.
“Edukasi ini penting agar anak-anak tidak panik saat melihat situasi darurat dan memahami apa yang harus dilakukan pertama kali,” ujar Candra di sela-sela kegiatan. Ia menekankan bahwa literasi bencana adalah investasi jangka panjang bagi keamanan daerah.
Salah satu momen yang paling dinanti oleh para siswa adalah kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan peralatan pemadam. Petugas memberikan izin kepada anak-anak untuk naik ke atas mobil pemadam kebakaran (Armada Fire Truck) di bawah pengawasan ketat personel Damkar.
Pengalaman naik ke atas mobil merah ikonik tersebut memberikan sensasi tersendiri bagi para siswa. Melalui pengalaman fisik ini, diharapkan muncul rasa kagum dan hormat terhadap profesi pemadam kebakaran yang bertaruh nyawa demi keselamatan orang lain.
Puncak keceriaan terjadi saat sesi simulasi penggunaan selang air (hose) dari mobil pemadam. Anak-anak diajak memegang ujung selang dan merasakan sensasi menyemprotkan air ke udara, yang dipandu langsung oleh petugas profesional di lapangan.
Permainan air ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari simulasi cara memadamkan titik api secara aman. Siswa diajarkan mengenai arah angin dan posisi yang tepat saat melakukan pemadaman guna menghindari risiko cedera.
Kehadiran orang tua murid dalam kegiatan ini memberikan nilai tambah tersendiri. Para orang tua juga mendapatkan pembekalan singkat mengenai cara menangani kebakaran skala kecil di dapur, seperti penanganan kebocoran gas atau api dari kompor.
Damkarmat KLU memandang orang tua sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan lingkungan rumah tinggal. Dengan pengetahuan yang sama antara anak dan orang tua, risiko kecelakaan akibat bermain api di rumah diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Interaksi antara petugas dan masyarakat di RTH Pemenang ini juga bertujuan untuk menghapus stigma “menakutkan” pada petugas berseragam. Petugas Damkarmat memosisikan diri sebagai sosok pelindung dan sahabat anak yang siap membantu kapan saja dibutuhkan.
Lokasi RTH Pemenang dipilih karena memiliki ruang luas yang memungkinkan pergerakan armada dan aktivitas fisik anak-anak secara leluasa. Lokasi publik ini juga membuat kegiatan edukasi dapat disaksikan secara terbuka oleh masyarakat umum yang sedang berkunjung.
Candra menambahkan, kegiatan goes to school atau kunjungan lapangan seperti ini akan dilakukan secara rutin ke berbagai sekolah di Lombok Utara. Hal ini merupakan bagian dari program “Damkarmat Masuk Sekolah” yang menjadi agenda prioritas tahun 2026.
Guru-guru TK Permata Hijau memberikan apresiasi atas keterbukaan Dinas Damkarmat dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut. Pihak sekolah menilai pembelajaran luar kelas ini jauh lebih efektif dalam membentuk memori jangka panjang siswa dibandingkan hanya teori di dalam kelas.
Keceriaan anak-anak selama kegiatan berlangsung menjadi sinyal positif bahwa materi mitigasi bencana dapat diterima dengan baik. Tak sedikit dari para siswa yang secara polos menyatakan cita-citanya ingin menjadi petugas pemadam kebakaran setelah mengikuti acara ini.
Dinas Damkarmat KLU berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan edukasi publik. Penggunaan alat peraga yang aman dan simulasi yang terukur menjadi standar utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan anak-anak.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara petugas, siswa, guru, dan orang tua di depan armada pemadam. Momen ini menjadi simbol keakraban antara aparatur pelayan publik dengan masyarakat yang dilayaninya di wilayah Kecamatan Pemenang.
Melalui edukasi sejak dini, Kabupaten Lombok Utara berharap dapat melahirkan generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan. Kesadaran mitigasi yang dibangun hari ini adalah kunci bagi terciptanya masyarakat yang tangguh menghadapi bencana di masa depan.(r15)
Share this content:




Post Comment