Respons Cepat Damkarmat KLU, Evakuasi Sarang Tawon Agresif yang Teror Siswa SMKN 1 Tanjung
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Keamanan lingkungan sekolah di Kabupaten Lombok Utara kembali menjadi prioritas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Tim reaksi cepat Damkarmat KLU melakukan evakuasi darurat terhadap sarang tawon yang bersarang di area SMKN 1 Tanjung, Selasa (10/2/2026).
Langkah evakuasi ini diambil setelah pihak sekolah melaporkan keberadaan tawon yang sangat agresif di lingkungan pendidikan tersebut. Keberadaan serangga penyengat ini dinilai telah mengganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan para siswa maupun guru.
Laporan resmi dari pihak sekolah menyebutkan bahwa beberapa siswa telah menjadi korban sengatan tawon tersebut. Kondisi sarang yang berada di lokasi strategis membuat interaksi negatif antara tawon dan aktivitas manusia di sekolah sulit dihindari.
Menindaklanjuti laporan yang masuk, tim Damkarmat KLU segera bergerak menuju lokasi dengan peralatan penyelamatan lengkap. Personel yang diterjunkan dilengkapi dengan pakaian pelindung khusus (bee suit) guna menghindari risiko serangan saat proses pembersihan berlangsung.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkarmat KLU, Candra, mengonfirmasi bahwa penanganan gangguan serangga ini adalah bagian dari pelayanan penyelamatan publik. Menurutnya, segala ancaman fisik di lingkungan sekolah harus ditangani dengan segera dan profesional.
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan pemetaan posisi sarang untuk menentukan metode evakuasi yang paling aman. Sterilisasi area dilakukan di sekitar titik sarang agar tidak ada siswa yang melintas selama proses eksekusi.
Tawon jenis ini dikenal memiliki tingkat agresivitas yang tinggi saat merasa terganggu. Oleh karena itu, petugas menggunakan teknik khusus agar koloni tawon tidak menyebar dan membahayakan warga sekolah lainnya saat sarang diturunkan.
Proses evakuasi dilakukan dengan penuh ketelitian oleh personel yang sudah terlatih. Setelah sarang berhasil diamankan, petugas juga melakukan pembersihan sisa-sisa material sarang agar tawon tidak kembali membangun koloni di tempat yang sama.
Candra menjelaskan bahwa serangan tawon di area publik seperti sekolah memerlukan penanganan yang berbeda dengan area terbuka hijau. Kecepatan dan ketepatan tindakan menjadi kunci agar tidak timbul korban sengatan baru selama proses evakuasi.
“Kami langsung merespons laporan dari SMKN 1 Tanjung karena menyangkut keselamatan anak didik. Alhamdulillah, sarang berhasil dievakuasi tanpa ada kendala berarti di lapangan,” ujar Candra saat memantau laporan tim penyelamat.
Pihak SMKN 1 Tanjung menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan oleh Dinas Damkarmat KLU. Dengan hilangnya sarang tawon tersebut, kekhawatiran para siswa untuk beraktivitas di luar kelas kini telah sirna.
Dinas Damkarmat KLU mengimbau kepada seluruh pengelola lembaga pendidikan untuk rutin mengecek sudut-sudut bangunan yang berpotensi menjadi tempat bersarangnya hewan berbahaya. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban luka.
Selain tawon, Damkarmat KLU juga melayani evakuasi hewan berbahaya lainnya seperti ular yang masuk ke pemukiman atau fasilitas publik. Perluasan fungsi penyelamatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman yang menyeluruh bagi masyarakat Lombok Utara.
Candra menambahkan bahwa kesiapsiagaan personel Damkarmat berlaku selama 24 jam penuh. Masyarakat diminta tidak ragu untuk melaporkan segala bentuk gangguan keamanan yang membutuhkan keahlian penyelamatan khusus.
Dalam catatan dinas, laporan mengenai sarang tawon di area pemukiman dan perkantoran cenderung meningkat di awal tahun. Hal ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dan siklus perkembangan koloni serangga di wilayah tropis seperti Lombok.
Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu tingkat urgensinya. Sarang tawon yang berada di sekolah atau fasilitas kesehatan akan mendapatkan prioritas penanganan karena risiko dampak sosial yang lebih besar.
Operasi di SMKN 1 Tanjung ini diakhiri dengan sosialisasi singkat kepada pihak sekolah mengenai cara penanganan awal jika menemukan gangguan serupa. Petugas menyarankan agar warga sekolah tidak mencoba melakukan evakuasi mandiri tanpa alat pelindung yang memadai.
Setelah area dipastikan benar-benar bersih dan aman, tim penyelamat kemudian kembali ke markas komando untuk melanjutkan tugas kesiapsiagaan lainnya. Koordinasi lintas sektor antara dinas dan instansi pendidikan akan terus diperkuat.
Langkah responsif ini membuktikan bahwa dedikasi Damkarmat KLU mencakup perlindungan terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat. Kehadiran petugas di sekolah-sekolah menjadi bukti nyata pelayanan publik yang inklusif dan responsif.
Harapannya, sinergi antara sekolah dan dinas penyelamatan dapat terus terjaga. Keamanan infrastruktur pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tugas bersama pemerintah daerah demi kenyamanan proses belajar mengajar.(r15)
DamkarKLU, #RescueLombok, #SMKN1Tanjung, #InfoKLU, #EvakuasiTawon, #LombokUtara, #SekolahAman,
Share this content:




Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.