Loading Now
×

Safari Ramadhan KLU: Wabup Kus Dorong BUMDes Tangkap Peluang Program Nasional Rp5,7 Triliun

HEADLINE

Safari Ramadhan KLU: Wabup Kus Dorong BUMDes Tangkap Peluang Program Nasional Rp5,7 Triliun

Lombok Utara (Getinsidetv.com) Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., memimpin rombongan Safari Ramadhan Tim II Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) di Masjid Haqqul Yaqin, Dusun Sengkukun, Desa Kayangan, pada Kamis (26/02/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda perdana bagi Tim II untuk menyapa masyarakat secara langsung. Di saat yang bersamaan, Tim I dipimpin oleh Bupati Najmul Akhyar dan Tim III dipimpin oleh Sekda KLU juga bergerak menyambangi titik-titik berbeda di wilayah Lombok Utara.

Dalam sambutannya, Wabup Kusmalahadi secara transparan memaparkan kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tantangan besar. Ia mengungkapkan adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah yang mencapai angka cukup signifikan, yakni sekitar Rp260 miliar.

Kebijakan pemangkasan anggaran dari pusat ini berdampak luas, tidak hanya pada operasional pemerintah kabupaten, tetapi juga merambat hingga ke sirkulasi keuangan di tingkat desa. Kondisi ini menuntut efisiensi dan kreativitas dalam pengelolaan anggaran pembangunan.

Meski demikian, Wabup menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi pemadam semangat membangun. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap optimis dan memperkuat kebersamaan dalam menghadapi dinamika ekonomi tersebut.

“Kondisi fiskal memang menurun, namun kita harus tetap bergerak. Perkuat kebersamaan untuk membangun daerah ini dengan sumber daya yang ada,” ujar Wabup Kusmalahadi di hadapan jamaah Masjid Haqqul Yaqin.

Sebagai solusi penguatan ekonomi di tingkat akar rumput, Wabup mendorong pemerintah desa untuk merevitalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes dipandang sebagai instrumen kunci untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia membeberkan peluang besar dari program nasional tahun ini yang mengalokasikan anggaran hingga Rp5,7 triliun. Angka ini bahkan lebih besar dibandingkan alokasi tingkat provinsi, sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal oleh desa-desa di KLU.

Secara spesifik di Kecamatan Kayangan, Wabup menyoroti potensi ekonomi dari keberadaan tiga SPPG. Fasilitas tersebut membutuhkan pasokan rutin bahan baku pangan seperti sayur dan buah dalam jumlah besar.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memfasilitasi pembentukan kelompok usaha produktif di desa. Tujuannya agar kebutuhan bahan baku SPPG dapat dipenuhi oleh petani dan pelaku usaha lokal, sehingga perputaran uang tetap berada di wilayah Kayangan.

Di bidang pendidikan, Wabup membawa kabar gembira mengenai program “Sekolah Rakyat”. KLU terpilih sebagai salah satu penerima program dengan nilai investasi ratusan miliar rupiah yang direncanakan mulai konstruksi pada tahun ini.

Program Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi lompatan besar dalam meningkatkan akses serta kualitas pendidikan bagi warga kurang mampu di Lombok Utara. Ini merupakan bagian dari janji pemerintah untuk memeratakan kualitas SDM di seluruh pelosok.

Wabup juga menginstruksikan seluruh Kepala OPD untuk lebih aktif “menjemput bola” ke kementerian di Jakarta. Koordinasi intensif dan pengajuan proposal yang matang menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan dukungan anggaran tambahan dari pusat.

Terkait pengembangan kepemudaan dan olahraga, Wabup menyebutkan rencana pengadaan lapangan sepak bola di setiap kecamatan melalui Kemenpora. Selain itu, inisiasi pembangunan sport center juga telah dikomunikasikan secara intensif dengan Gubernur NTB.

“Kunci percepatan pembangunan saat ini ada pada sinergi dan komunikasi. Hubungan baik antara kabupaten, desa, dan pusat adalah modal utama kita,” tegas Wabup yang juga menekankan pentingnya menjaga wibawa daerah.

Senada dengan Wabup, Kepala Desa Kayangan, Edi Hartono, SE., mengapresiasi keterbukaan informasi ini. Ia mengakui bahwa APBDes Kayangan tahun 2026 juga mengalami penurunan tajam akibat kebijakan dana transfer pusat.

Saat ini, dana transfer Desa Kayangan tercatat sebesar Rp1,9 miliar, ditambah alokasi penghasilan tetap staf desa sekitar Rp400 juta. Namun, ruang fiskal desa sangat sempit karena penggunaannya telah dipatok secara kaku oleh regulasi kementerian.

Melalui momentum ini, Kades Kayangan menitipkan harapan kepada Pemda KLU untuk mendukung pembangunan sarana vital di wilayahnya. Salah satu prioritas utama adalah perbaikan dan peningkatan kualitas jalan lingkar kecamatan yang telah dibuka tahun 2024.

Selain jalan, warga Kayangan sangat mendambakan pengembangan lapangan kecamatan agar lebih representatif untuk kegiatan pemuda. Harapan besar juga disematkan pada percepatan realisasi pembangunan sport center sebagai pusat kegiatan positif masyarakat.

Rangkaian Safari Ramadhan ini ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran pembangunan KLU. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu membawa kemajuan yang merata meski di tengah himpitan ekonomi nasional yang menantang.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page