Sentuhan Kemanusiaan dari Program JUBAH: Sekda Sahabudin Awali Bedah Rumah di Desa Bentek
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus memperkuat jaring pengaman sosial bagi warga prasejahtera. Hal ini dibuktikan dengan dimulainya pembangunan rumah layak huni melalui program strategis Jum’at Bedah Rumah (JUBAH) di Dusun Karang Lendang, Desa Bentek, Jumat (30/1/2026).
Sekretaris Daerah KLU, Sahabudin, hadir langsung untuk meletakkan batu pertama pembangunan rumah milik Inak Sernim. Kehadiran Sekda di tengah pemukiman warga ini menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan perlindungan mendasar bagi masyarakat yang memiliki hunian tidak memadai.
Program JUBAH edisi kali ini menyasar kediaman Inak Sernim, seorang warga lanjut usia yang selama ini bertahan hidup dalam kondisi rumah yang jauh dari kata layak. Langkah renovasi total ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan martabat hidup penerima manfaat.
Dalam prosesi tersebut, Sekda Sahabudin didampingi oleh sejumlah tokoh kunci, di antaranya Kepala Desa Bentek Warna Wijaya dan Ketua Baznas KLU Selametriadi. Kehadiran perwakilan CSR Eka Jaya juga menandakan kuatnya sinergi sektor swasta dalam mendukung program daerah.
Sahabudin menegaskan bahwa program JUBAH bukan sekadar seremoni pemberian bantuan fisik. Baginya, inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari kepedulian pemerintah daerah terhadap standar kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, JUBAH diposisikan sebagai upaya strategis untuk menekan angka Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Lombok Utara. Pemda berkomitmen untuk melakukan intervensi secara bertahap agar persoalan hunian sementara pasca-bencana maupun kemiskinan struktural dapat terselesaikan.
“Bantuan ini murni didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan. Sasaran utama JUBAH adalah warga yang benar-benar mendesak kebutuhannya akan tempat tinggal yang layak,” tegas Sahabudin di hadapan para tokoh masyarakat dan warga setempat.
Ia memaparkan bahwa pembangunan untuk Inak Sernim hanyalah awal dari rangkaian panjang program serupa di wilayah lain. Pemda KLU telah memetakan sejumlah titik krusial yang akan menjadi prioritas bedah rumah pada kuartal pertama tahun ini.
Keberhasilan program JUBAH disebut tidak terlepas dari pola kolaborasi yang apik antara birokrasi, lembaga amil zakat, dan pihak swasta. Sinergi ini dianggap sebagai formula paling efektif dalam mengatasi keterbatasan anggaran daerah untuk urusan sosial.
“Ini adalah kerja bersama. Pemerintah mendorong kebijakannya, Baznas masuk melalui dana umat, dan swasta melalui CSR-nya. Tanpa kolaborasi, pengentasan kemiskinan akan terasa sangat berat,” tambah Sahabudin dengan nada otoritatif.
Sekda secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen CSR Eka Jaya yang telah menunjukkan kepedulian nyata. Kontribusi pihak swasta dinilai sangat membantu mempercepat tercapainya target hunian layak bagi seluruh warga Lombok Utara.
Harapannya, langkah Eka Jaya dapat menginspirasi donatur dan perusahaan lain yang beroperasi di wilayah KLU untuk turut berkontribusi. Semakin banyak pihak yang bergerak, maka semakin cepat transisi warga dari hunian sementara menuju hunian tetap yang layak dan sehat.
Di sisi lain, Kepala Desa Bentek Warna Wijaya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dipilihnya salah satu warganya sebagai penerima manfaat. Ia menilai perhatian pemda memberikan secercah harapan bagi warga desa yang masih berjuang memperbaiki kondisi ekonomi.
“Program JUBAH sangat berarti bagi masyarakat Desa Bentek, khususnya bagi Inak Sernim. Kami melihat ini sebagai bentuk nyata perhatian pimpinan daerah kepada masyarakat kecil,” ungkap Warna Wijaya penuh haru.
Ia berharap program ini terus berlanjut secara berkelanjutan agar semakin banyak warga kurang mampu yang bisa merasakan manfaatnya. Keberlanjutan program dianggap penting untuk menjaga momentum solidaritas sosial yang sudah terbangun dengan baik di Kecamatan Gangga.
Melalui program JUBAH, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berjanji untuk terus memperluas cakupan layanan sosialnya. Komitmen ini selaras dengan misi daerah untuk menciptakan lingkungan tinggal yang sehat bagi pertumbuhan anak-anak dan kenyamanan lansia.
Kualitas hidup masyarakat dianggap berbanding lurus dengan kualitas tempat tinggalnya. Rumah yang layak dipercaya akan meningkatkan produktivitas penghuninya serta menjauhkan dari berbagai risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk.
Pemerintah daerah juga memastikan bahwa proses pembangunan akan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat sekitar. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kembali semangat kooperatif antarwarga yang menjadi ciri khas kebudayaan lokal di Lombok Utara.
Acara peletakan batu pertama ini ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran pembangunan rumah Inak Sernim. Seluruh pihak yang hadir berkomitmen untuk mengawal proses konstruksi agar rumah tersebut dapat segera dihuni dalam waktu dekat.(r15)
Peletakan batu pertama ini bukan sekadar tanda dimulainya sebuah konstruksi, melainkan peletakan fondasi kesejahteraan bagi warga KLU. Solidaritas sosial yang kuat kini menjadi modal utama dalam menggerakkan roda pembangunan di Gumi Tioq Tata Tunaq.(r15)
Share this content:




Post Comment