Loading Now
×

Simulasi Vertical Rescue Damkar KLU di Air Terjun Tiu Pituk

HEADLINE

Simulasi Vertical Rescue Damkar KLU di Air Terjun Tiu Pituk

Lombok Utara (Getinsidetv.com)  – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menggembleng kesiapsiagaan personelnya melalui serangkaian pelatihan ekstrem. Kali ini, sebanyak 30 personel diterjunkan untuk menguasai teknik vertical rescue di medan terjal Air Terjun Tiu Pituk, Sabtu (17/1/2026).

Pelatihan rutin ini bertujuan untuk mencetak “Pendekar Biru” yang tangguh dan serba bisa dalam menghadapi berbagai medan sulit di wilayah Lombok Utara. Pemilihan lokasi di Air Terjun Tiu Pituk sengaja dilakukan untuk menyimulasikan kondisi riil penyelamatan di ketinggian dan kedalaman yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkar KLU, Candra, menegaskan bahwa latihan intensif adalah kewajiban mutlak bagi setiap personel. Menurutnya, pemadam kebakaran tidak hanya bertugas menjinakkan api, tetapi juga harus menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan penyelamatan jiwa tanpa pamrih.

“Kami ingin personel selalu dalam kondisi prima dan memiliki keterampilan khusus. Pelatihan di Tiu Pituk ini penting agar mereka terbiasa menghadapi medan curam secara teknis maupun mental. Melayani masyarakat harus dilakukan dengan keahlian, bukan sekadar keberanian,” ujar Candra.

Vertical rescue sendiri merupakan teknik penyelamatan khusus untuk mengevakuasi korban di medan vertikal, seperti tebing, gedung bertingkat, atau sumur yang sulit dijangkau. Operasi ini mengandalkan sistem tali-temali (high angle rescue) yang membutuhkan ketelitian tingkat tinggi demi keamanan korban dan penyelamat.

Dalam simulasi tersebut, personel mempraktikkan sejumlah teknik dasar mulai dari rappelling atau teknik turun menggunakan tali, hingga ascending atau teknik memanjat ke atas. Kecepatan dan ketepatan dalam membuat anchoring (titik ikat utama) menjadi kunci keberhasilan misi tersebut.

Selain teknik individu, tim juga mengasah kemampuan hauling system (sistem katrol untuk menarik korban ke atas) dan lowering system (menurunkan korban secara terkendali). Seluruh operasi ini menggunakan peralatan standar internasional seperti tali kernmantle, harness, carabiner, descender, ascender, dan pulley.

Facebook-Google-Chrome-25_01_2026-11_59_53 %post

“Medan di Lombok Utara sangat beragam, mulai dari pesisir hingga perbukitan dan air terjun. Teknik vertical rescue ini sangat relevan jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan di lokasi wisata atau pemukiman yang berada di kemiringan ekstrem,” tambah Candra.

Latihan ini juga menguji ketahanan psikis personel. Berada di ketinggian dengan beban korban menuntut ketenangan dan koordinasi tim yang solid. Salah sedikit dalam perhitungan simpul atau koordinasi katrol dapat berakibat fatal bagi seluruh tim operasi.

Candra berharap melalui pelatihan berkelanjutan ini, masyarakat Lombok Utara merasa lebih aman karena memiliki tim penyelamat yang memiliki kualifikasi teknis mumpuni. Ia menekankan bahwa pelayanan publik yang berkualitas bermula dari kompetensi personel yang terus diasah secara rutin.

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh tersebut diakhiri dengan evaluasi mendalam terhadap performa setiap individu. Dinas Damkar KLU berkomitmen untuk menjadikan pelatihan di medan alam seperti ini sebagai agenda rutin guna menjaga insting penyelamatan tetap tajam.

Dengan penguasaan teknik vertical rescue, Damkar KLU kini semakin mempertegas perannya sebagai instansi yang tidak hanya ahli dalam urusan api, tetapi juga andal dalam misi penyelamatan darurat di berbagai rintangan geografis.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page