Loading Now
×

Strategi Jemput Bola Damkar KLU: Ubah Posyandu Jadi Ruang Edukasi Siaga Kebakaran

HEADLINE

Strategi Jemput Bola Damkar KLU: Ubah Posyandu Jadi Ruang Edukasi Siaga Kebakaran

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Kebakaran di area pemukiman sering kali berawal dari insiden kecil di dapur, namun minimnya pengetahuan penanganan dini sering kali berujung pada bencana besar. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) meluncurkan inovasi strategis bertajuk program “Pendekar Biru”.

Berbeda dengan sosialisasi formal di perkantoran, tim Pendekar Biru memilih strategi jemput bola dengan menyasar titik kumpul ibu rumah tangga di tingkat dusun. Salah satu kegiatan perdana di awal tahun ini digelar di sebuah Posyandu di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, pada Jumat (2/1/2026).

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkar KLU, Candra, menjelaskan bahwa program Pendekar Biru merupakan bentuk nyata kolaborasi daerah dalam mendukung amanat Permendagri terkait pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Tujuannya adalah memperpendek jarak informasi antara instansi dan masyarakat lapis bawah.

“Kelompok paling rentan dalam kasus kebakaran rumah tangga adalah mereka yang paling sering bersentuhan dengan aktivitas dapur, yaitu ibu-ibu. Banyak kasus fatal terjadi karena kepanikan luar biasa saat melihat api pertama muncul,” ujar Candra.

Dalam sesi tersebut, tim Pendekar Biru memberikan simulasi praktis mengenai cara menangani api yang muncul dari kompor atau penggorengan. Salah satu edukasi kunci yang ditekankan adalah larangan keras menyiramkan air pada minyak goreng yang tengah terbakar, karena tindakan tersebut justru akan membuat api meledak dan membesar.

Sebagai solusinya, para ibu diajarkan menggunakan kain atau handuk basah sebagai alat pemadam tradisional yang paling efektif di dapur. Melalui praktek langsung, para peserta dilatih untuk tetap tenang dan sigap dalam menutup sumber api menggunakan kain basah tersebut guna memutus suplai oksigen.

Antusiasme warga terhadap program ini tergolong tinggi. Di lokasi Posyandu tersebut, tercatat sekitar 35 hingga 50 warga yang terdiri dari ibu rumah tangga, lansia, hingga mahasiswa yang tengah berlibur, turut serta mempraktikkan simulasi pemadaman.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tapi membiarkan mereka memegang kain basah dan menutup titik api. Kepercayaan diri ibu-ibu saat menghadapi api adalah kunci utama agar mereka tidak terjebak dalam kepanikan yang membahayakan nyawa,” tambah perwakilan tim di lapangan.

Program Pendekar Biru ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat desa. Bahkan, sejumlah aparat desa mulai mengajukan permintaan jadwal tambahan di luar agenda rutin karena materi yang disampaikan dianggap sebagai kebutuhan dasar keselamatan keluarga yang selama ini jarang tersentuh.

Dinas Damkar KLU menargetkan program edukasi berbasis komunitas ini dapat menjangkau seluruh dusun di Lombok Utara secara bertahap. Dengan semakin banyaknya ibu rumah tangga yang memiliki pengetahuan teknis dasar, diharapkan angka kejadian kebakaran yang bersumber dari dapur dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page