Tanamkan Literasi Keselamatan, Ratusan Siswa TK Negeri Satap 1 Sokong Kunjungi Markas Damkarmat KLU
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Markas komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menjadi pusat pembelajaran luar ruang. Kali ini, Pos Damkar Tanjung menyambut kunjungan istimewa dari siswa-siswi TK Negeri Satap 1 Sokong dalam rangka pengenalan dunia profesi, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan pemerintah daerah untuk menanamkan kesadaran akan bahaya kebakaran sejak usia dini. Sebanyak puluhan siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan edukasi yang disampaikan oleh para petugas profesional di lapangan.
Kunjungan edukatif ini didesain secara khusus untuk memberikan pemahaman dasar mengenai peran penting petugas pemadam dalam menjaga keselamatan masyarakat. Anak-anak diajak mengenal lebih dekat sosok “pahlawan berbaju oranye” yang selama ini hanya mereka lihat di layar kaca.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkarmat KLU, Candra, mengonfirmasi bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial dinas dalam membentuk karakter generasi yang sadar bencana. Menurutnya, edukasi dini adalah investasi terbaik dalam meminimalisir risiko kebakaran di masa depan.
Dalam sesi awal, petugas memperkenalkan berbagai peralatan penyelamatan yang digunakan saat bertugas. Mulai dari helm pelindung, jaket tahan panas, hingga berbagai jenis selang air diperlihatkan secara interaktif kepada para peserta didik.
Siswa-siswi TK Negeri Satap 1 Sokong diberikan penjelasan mengenai fungsi masing-masing alat dengan bahasa yang sederhana. Tujuannya agar anak-anak tidak merasa takut, melainkan merasa aman dan terlindungi saat melihat petugas dalam situasi darurat.
Salah satu momen yang paling mengundang keceriaan adalah saat anak-anak diajak menaiki mobil pemadam kebakaran (Armada Fire Truck). Petugas mendampingi setiap siswa untuk merasakan sensasi berada di dalam kendaraan operasional yang menjadi ikon penyelamatan tersebut.
Suara sirine yang dibunyikan secara terbatas memberikan pengalaman auditif yang nyata bagi para siswa. Melalui pengalaman fisik ini, diharapkan muncul rasa kagum dan ketertarikan terhadap profesi yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan tersebut.
Selain pengenalan alat, tim Damkarmat juga memberikan materi edukasi mengenai apa yang harus dilakukan jika melihat api. Anak-anak diajarkan untuk tidak bermain korek api dan segera melapor kepada orang dewasa jika menemui kepulan asap di sekitar mereka.
Candra menekankan bahwa pendekatan simulasi adalah cara paling efektif untuk mengajarkan keselamatan pada anak usia dini. “Visualisasi dan praktik langsung membuat pesan tentang bahaya kebakaran lebih mudah diingat oleh anak-anak dibandingkan sekadar teori,” ungkapnya.
Pihak sekolah mengapresiasi keterbukaan Dinas Damkarmat KLU dalam menyambut kunjungan siswa. Kunjungan lapangan ini dinilai mampu merangsang aspek kognitif dan motorik anak melalui interaksi langsung dengan lingkungan kerja profesional.
Edukasi ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk berkonsultasi mengenai standar keamanan kebakaran di lingkungan sekolah. Sinergi antara lembaga pendidikan dan dinas terkait menjadi kunci terciptanya lingkungan belajar yang aman dan tangguh terhadap bencana.
Kegiatan yang berlangsung di Jl. Raya Tioq Tata Tunaq ini juga menarik perhatian warga sekitar yang melintas. Kehadiran anak-anak di kantor pemadam memberikan citra humanis bahwa dinas ini adalah sahabat masyarakat dalam segala situasi.
Damkarmat KLU berkomitmen untuk terus membuka pintu bagi kunjungan-kunjungan sekolah lainnya di wilayah Lombok Utara. Program “Damkar Goes to School” atau kunjungan sekolah ke markas ini akan terus diintensifkan sepanjang tahun anggaran 2026.
Momen bahagia para siswa selama kegiatan berlangsung diabadikan secara apik oleh tim dokumentasi. Tagline “Abadikan Momen Bahagia Anda Bersama Damkar Lotara” menjadi semangat bahwa keselamatan bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan.
Petugas di lapangan menunjukkan kesabaran ekstra dalam melayani rasa ingin tahu anak-anak yang tinggi. Interaksi yang hangat ini diharapkan dapat menghapus stigma menyeramkan tentang api, dan menggantinya dengan kewaspadaan yang cerdas.
Candra menambahkan bahwa pencegahan kebakaran adalah tugas kolektif seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Jika setiap anak memahami dasar-dasar keselamatan, maka potensi kebakaran akibat kelalaian di rumah tangga dapat ditekan sejak dini.
Hingga akhir kegiatan, seluruh siswa TK Negeri Satap 1 Sokong nampak masih bersemangat mencoba berbagai atraksi penyelamatan sederhana. Kenangan edukatif ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka saat tumbuh dewasa nanti.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara petugas Damkarmat, guru pendamping, dan seluruh siswa di depan armada pemadam. Momen ini menandai suksesnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor pendidikan anak usia dini di wilayah Tanjung.
Melalui langkah kecil di Pos Tanjung ini, Kabupaten Lombok Utara terus berupaya membangun masyarakat yang tangguh bencana. Edukasi profesi bukan sekadar tentang pekerjaan, tetapi tentang menanamkan nilai kepedulian dan keberanian sejak dini.(r15)
Share this content:




Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.