Loading Now
×

Tonggak Sejarah Pendidikan KLU: Bupati Najmul Letakkan Batu Pertama Sekolah Rakyat di Gumantar

HEADLINE

Tonggak Sejarah Pendidikan KLU: Bupati Najmul Letakkan Batu Pertama Sekolah Rakyat di Gumantar

Lombok Utara (Getinsidetv.com) Sejarah baru di bidang pendidikan terukir di Bumi Tioq Tata Tunaq. Peletakan batu pertama (groundbreaking) menandai dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berpusat di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), pada Rabu (04/03/2026).

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., bersama Asisten I Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., yang mewakili Gubernur NTB. Agenda ini menjadi perhatian nasional dengan hadirnya perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial RI.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Gumantar ini menempati lahan luas sekitar 6,7 hektar. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Sekolah Rakyat adalah program strategis yang digagas langsung oleh Presiden RI guna menghapus kesenjangan pendidikan di Indonesia. Fokus utamanya adalah memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memutus mata rantai kemiskinan yang sistemik.

Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman, yang mewakili Kementerian Sosial RI, menegaskan bahwa pembangunan di Lombok Utara ini adalah langkah awal yang sangat krusial. Sekolah Rakyat di KLU akan menjadi sekolah permanen pertama yang berdiri di Provinsi NTB.

“Tujuan didirikannya Sekolah Rakyat adalah untuk menampung anak-anak dari keluarga miskin agar bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan setara dengan fasilitas sekolah unggulan lainnya,” ungkap Arif Rohman dalam sambutannya.

Konsep yang diusung dalam Sekolah Rakyat ini sangat komprehensif. Berbeda dengan sekolah umum, sekolah ini akan menerapkan sistem berasrama penuh selama 24 jam. Hal ini bertujuan agar pembinaan karakter dan akademik siswa dapat terpantau secara maksimal.

Seluruh biaya pendidikan, mulai dari biaya masuk, asrama, hingga penyelesaian studi, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah alias gratis total. Seleksi siswa akan difokuskan pada keluarga yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem atau desil 1 dan 2.

Target kapasitas sekolah ini pun terbilang besar. Direncanakan sekitar 1.000 siswa akan mengenyam pendidikan di sini, mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Bupati Najmul Akhyar menyampaikan bahwa pembangunan ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masa depan anak-anak di Lombok Utara. Baginya, groundbreaking ini bukan sekadar pembangunan fisik gedung sekolah semata.

“Ini adalah deklarasi bahwa tidak boleh lagi ada anak-anak di Lombok Utara atau di NTB yang putus sekolah hanya karena alasan tidak mampu. Fasilitas di sini nantinya akan sangat luar biasa, bahkan bisa melebihi sekolah umum,” tegas Bupati Najmul.

Bupati menekankan bahwa pendidikan merupakan “jalan paling lurus” untuk mengubah garis nasib. Perubahan masa depan seseorang tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan bagi seluruh anggota keluarganya.

Pendirian Sekolah Rakyat ini dipandang sebagai simbol keinginan pemerintah pusat untuk melakukan perubahan besar di daerah. Dampak sosial dan ekonominya diharapkan mampu memberikan pengaruh jangka panjang bagi stabilitas daerah di masa depan.

Atas nama masyarakat KLU, Bupati Najmul menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia. Pemilihan Lombok Utara sebagai lokasi pertama pembangunan Sekolah Rakyat dinilai sebagai berkah bagi masyarakat setempat.

Selain Sekolah Rakyat, KLU juga telah menjadi lokasi pelaksanaan program unggulan nasional lainnya. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tercatat sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga.

Sementara itu, Asisten I Setda Provinsi NTB, Fathul Gani, berharap proses pembangunan fisik dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dukungan dari semua pihak sangat diperlukan agar proyek strategis ini tidak mengalami kendala teknis di lapangan.

“Semoga sekolah rakyat ini memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak kita. Ini adalah investasi masa depan yang akan kita tuai hasilnya beberapa tahun ke depan,” tutur Fathul Gani yang mewakili Pemerintah Provinsi NTB.

Ia juga berpesan kepada masyarakat Desa Gumantar dan sekitarnya untuk ikut menjaga dan mendukung pelaksanaan pembangunan hingga selesai. Rasa memiliki terhadap fasilitas ini penting agar kemanfaatannya tetap terjaga secara berkelanjutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Provinsi dan KLU, para staf ahli, asisten, kepala OPD, hingga seluruh Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Utara. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas birokrasi dalam menyambut program prioritas nasional.

Acara ditutup dengan peninjauan lokasi lahan 6,7 hektar yang akan segera disulap menjadi pusat pendidikan modern berasrama. Dengan dimulainya proyek ini, harapan baru bagi anak-anak kurang mampu di Lombok Utara untuk meraih cita-cita kini mulai menjadi kenyataan.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page