Loading Now
×

Tutup Rangkaian Safari 2026, Wabup KLU Minta Masyarakat Pahami Skala Prioritas Pembangunan Jalan Desa

HEADLINE

Tutup Rangkaian Safari 2026, Wabup KLU Minta Masyarakat Pahami Skala Prioritas Pembangunan Jalan Desa

Lombok Utara ( Getinsidetv.com) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi mengakhiri rangkaian Safari Ramadhan Tim II tahun 1447 Hijriah. Kegiatan pamungkas ini dipimpin oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., bertempat di Masjid As-Shobiriin, Desa Rempek Darussalam, Kecamatan Gangga, Kamis (12/03/2026).

Kehadiran rombongan Wakil Bupati yang didampingi jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta unsur Forkopimda disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat setempat. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi terakhir di tingkat kabupaten pada bulan suci tahun ini.

Kepala Desa Rempek Darussalam, Mulyadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam atas kunjungan tim kabupaten. Baginya, kehadiran pimpinan daerah memberikan semangat baru bagi warga untuk meningkatkan ibadah sekaligus mempererat hubungan dengan pemerintah.

Mulyadi melaporkan bahwa kekompakan warga Rempek Darussalam dalam bidang keagamaan sangat luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya Masjid As-Shobiriin yang menjadi kebanggaan dusun setempat.

Masjid tersebut merupakan hasil pembangunan murni secara swadaya oleh masyarakat tanpa bantuan dari pihak luar. Pencapaian ini menjadi simbol tingginya semangat gotong royong dan kepedulian warga dalam membangun sarana ibadah secara mandiri.

“Atas nama pemerintah desa, kami berterima kasih kepada jamaah Masjid As-Shobiriin yang telah menjaga kebersamaan. Kehadiran Tim Safari ini menjadi penyemangat kami untuk terus berkolaborasi membangun desa,” ujar Mulyadi.

Namun, di balik kemandirian tersebut, Kades Mulyadi juga menyampaikan tantangan yang dihadapi desa terkait infrastruktur. Ia menitipkan aspirasi mengenai akses jalan desa yang kondisinya membutuhkan perhatian serius dari pemerintah kabupaten.

Aspirasi pembangunan jalan tersebut sebelumnya telah diusulkan secara resmi melalui mekanisme Musrenbang tingkat kecamatan. Warga berharap jalan tersebut dapat segera diintervensi guna memperlancar mobilitas ekonomi dan sosial di Rempek Darussalam.

Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri menyambut baik aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa agenda Safari Ramadhan di Desa Rempek Darussalam memang dirancang sebagai ajang penyerapan aspirasi terakhir di bulan Ramadhan tahun ini.

Wabup menyatakan bahwa seluruh masukan yang diterima dari kepala desa akan menjadi bahan catatan penting bagi pemerintah daerah, terutama yang berkaitan langsung dengan konektivitas infrastruktur jalan.

Meski demikian, Wabup memberikan penjelasan secara transparan mengenai kondisi fiskal daerah. Ia meminta masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua usulan pembangunan dapat direalisasikan secara instan dalam satu tahun anggaran.

“Beberapa hal yang disampaikan Kepala Desa tentu menjadi perhatian kami. Namun, kita harus memahami adanya keterbatasan anggaran serta keberadaan skala prioritas dalam pembangunan daerah,” jelas Wabup Kusmalahadi.

Ia menambahkan bahwa proses pembangunan harus melalui mekanisme teknis yang ketat. Aspirasi tetap harus dikawal mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar selaras dengan kemampuan keuangan daerah.

Wabup menegaskan bahwa arah pembangunan di Lombok Utara tetap konsisten mengacu pada visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Di hadapan jamaah, Wabup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergi. Pembangunan daerah yang berkelanjutan dinilai mustahil tercapai tanpa kontribusi aktif dan pemahaman yang baik dari warga.

“Mari kita saling memahami dan menjaga koordinasi. Kami berharap segala aspirasi disampaikan dengan cara yang bijak sehingga membawa dampak positif bagi kemajuan bersama di Lombok Utara,” tuturnya.

Kusmalahadi juga mengapresiasi kerukunan warga Rempek Darussalam yang selama ini terjaga dengan kondusif. Stabilitas desa menjadi fondasi utama bagi pemerintah untuk menjalankan program-program strategis di wilayah tersebut.

Kegiatan safari ini ditutup dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh tokoh agama setempat. Pesan-pesan moral dalam tausiah tersebut menekankan pada penguatan ukhuwah Islamiyah dan pentingnya rasa syukur.

Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran seluruh masyarakat KLU. Penutupan safari Tim II ini menandai selesainya misi penjangkauan aspirasi langsung pemerintah daerah selama bulan suci Ramadhan 2026.

Masyarakat Desa Rempek Darussalam berharap, meskipun safari telah berakhir, komunikasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut melalui forum-forum dialog pembangunan lainnya di masa mendatang.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page