Loading Now
×

Buka MTQ Ke-12 Kabupaten Lombok Utara di Tanjung, Wabup Kusmalahadi Syamsuri Banggakan Predikat Kabupaten Paling Toleran dan Diikuti 241 Kafilah

Buka MTQ Ke-12 Kabupaten Lombok Utara di Tanjung, Wabup Kusmalahadi Syamsuri Banggakan Predikat Kabupaten Paling Toleran dan Diikuti 241 Kafilah

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Gemerlap cahaya syiar Islam dan gema lantunan suci Al-Qur’an membahana di jantung ibu kota Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pada Selasa malam (20/10/2026), Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-12 Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T. Ajang keagamaan akbar yang mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an, Menguatkan Generasi Qur’ani untuk Mewujudkan Lombok Utara Semakin Maju dan Mandiri” tersebut dipusatkan di Arena Utama Halaman Kantor Bupati Lombok Utara di Tanjung.

Malam puncak pembukaan MTQ ke-12 yang berlangsung sangat megah, syahdu, dan penuh khidmat tersebut dihadiri oleh deretan pejabat penting tingkat provinsi dan kabupaten. Tampak hadir di panggung kehormatan antara lain Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB H. Amir, M.M., perwakilan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) KLU, para pimpinan instansi vertikal KLU, Sekretaris Daerah KLU Sahabuddin, S.Sos., M.Si., para Kepala OPD, jajaran Dewan Hakim, pimpinan LPTQ, tokoh agama, pimpinan kafilah, serta ribuan warga yang memadati area kantor bupati.

Mengawali pidato sambutan resminya usai prosesi penekanan sirine pembukaan, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia, instansi terkait, serta masyarakat luas yang telah bekerja keras menyukseskan pembukaan MTQ ke-12. Wabup Kus berharap ajang tahunan ini mampu melahirkan qari-qariah dan hafiz-hafizah terbaik yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, melainkan sanggup membawa harum nama Lombok Utara di Panggung MTQ Tingkat Provinsi NTB, Nasional, hingga Internasional.

“MTQ ini tentu bukan sekadar ajang perlombaan untuk memperebutkan trofi kejuaraan semata. Kehadiran sebanyak 241 orang kafilah dari lima kecamatan yang siap bertanding di arena malam ini merupakan bukti nyata bahwa Kabupaten Lombok Utara menyimpan potensi talenta, bakat, dan ketertarikan generasi muda yang sangat luar biasa di bidang Al-Qur’an,” ujar Wabup Kusmalahadi memberikan apresiasi penuh semangat di hadapan ribuan hadirin.

Sisi paling istimewa yang diangkat oleh Wabup Kusmalahadi dalam pidatonya adalah mengenai iklim kerukunan hidup beragama di Bumi Tioq Tata Tunaq. Wabup Kus membanggakan tradisi toleransi yang telah mengakar kuat di KLU, di mana dalam kemeriahan Pawai Ta’aruf yang digelar sebelumnya, warga dan pelajar beragama Hindu serta Buddha turut berpartisipasi aktif memeriahkan acara. Pemandangan inklusif ini menegaskan alasan utama KLU secara konsisten dianugerahi predikat sebagai salah satu kabupaten paling toleran di Indonesia.

“Partisipasi saudara-saudara kita dari umat Hindu dan Buddha yang ikut tumpah ruah menyemarakkan Pawai Ta’aruf MTQ ini adalah wujud nyata indahnya kebersamaan kita. Alhamdulillah, predikat Kabupaten Paling Toleran di Indonesia yang diraih Lombok Utara setiap tahun bukanlah sekadar slogan, melainkan fakta sosial yang kita rawat bersama melalui sikap saling menghormati antar-umat beragama,” ucap Wabup Kusmalahadi bangga.

Lebih lanjut, orang nomor dua di KLU ini menyoroti kompleksitas tantangan pembinaan generasi muda di tengah era gempuran digitalisasi dan masuknya arus budaya luar. Wabup Kus menekankan pentingnya peran orang tua, tokoh agama, dan pemerintah daerah untuk membentengi mentalitas anak-anak KLU agar lantunan ajaran Al-Qur’an senantiasa menjadi panduan hidup harian, sehingga generasi penerus bangsa tidak tergerus oleh dampak negatif krisis moral di era modern.

Wabup Kusmalahadi menggarisbawahi bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memandang pembinaan kehidupan keagamaan sebagai pilar inti dari strategi Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Pemkab KLU meyakini bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi atau megahnya infrastruktur fisik semata, melainkan harus diseimbangkan dengan pembangunan mental, spiritual, moral, dan karakter luhur masyarakat perdesaan.

“Pembangunan daerah yang berkeadilan tidak hanya berfokus pada fisik dan ekonomi semata. Membangun mental, spiritual, moral, serta karakter karakter anak-anak kita adalah hal yang jauh lebih penting. Kita sangat berharap nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi energi dan kekuatan moral bagi kita bersama dalam membangun Kabupaten Lombok Utara yang makin maju, sejahtera, berbudaya, dan bermartabat,” tegas Wabup Kusmalahadi mengunci pesannya.

Wabup Kus mengajak seluruh kiai, ustaz, dan para orang tua di lima kecamatan untuk tiada henti membimbing dan membiasakan anak-anak membaca serta mendalami makna Al-Qur’an sejak usia dini. Kepada 241 kafilah yang berlaga, ia berpesan agar mengikuti seluruh cabang lomba dengan kesungguhan, keikhlasan, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta kejujuran di hadapan penilaian Dewan Hakim yang bertugas secara independen.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana MTQ ke-12 yang juga Sekretaris Daerah KLU, Sahabuddin, S.Sos., M.Si., dalam laporan resminya memaparkan bahwa ajang ini merupakan instrumen evaluasi berkala atas efektivitas program kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) KLU. Selain sebagai ajang kaderisasi qari/qariah dan hafiz/hafizah, MTQ berfungsi mempererat tali ukhuwah islamiyah antar-warga sekaligus ajang seleksi resmi menghadapi MTQ Tingkat Provinsi NTB.

Guna menjamin kelancaran dan kualitas kompetisi, Sekda Sahabuddin melaporkan bahwa panitia telah menyiapkan delapan lokasi majelis/arena perlombaan strategis di kawasan Kecamatan Tanjung. Arena Utama Halaman Kantor Bupati diperuntukkan bagi Cabang Tilawah; Masjid Agung Islamic Center Baiturrahim untuk Cabang Qira’at; serta Masjid Nurul Islam Tanah Song dipusatkan untuk Cabang Hifzhil 1 Juz, 5 Juz, dan Tilawah. Sementara itu, Cabang Hifzhil 10, 20, 30 Juz dan Tafsir ditempatkan di Sekretariat NWDI KLU Jalur Lingkar Utara.

Adapun arena untuk Cabang Fahmil dan Syarhil Qur’an diselenggarakan di Gedung MA Sunan Giri Tanjung; Cabang Khattil Qur’an (Kaligrafi) dipusatkan di SMPN 1 Tanjung; Cabang Hafalan 100 dan 500 Hadis berlokasi di Masjid Nurul Hidayah Medana; serta Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) dan Hadis bertempat di SDN 8 Sokong. Seluruh pusat koordinasi teknis dan layanan sekretariat panitia difokuskan pada Bagian Kesra Setda KLU.

Mengenai peta persaingan kepesertaan, Sekda Sahabuddin merinci total 241 kafilah terbaik dari lima kecamatan siap bertanding secara ketat. Kontingen Kecamatan Kayangan tercatat mengirimkan utusan terbanyak yakni 56 kafilah, disusul oleh Kecamatan Tanjung dengan 52 kafilah, dan Kecamatan Pemenang mengutus 51 kafilah. Sementara itu, Kecamatan Gangga hadir diperkuat oleh 49 kafilah, serta Kecamatan Bayan melengkapi persaingan persaudaraan dengan mengirimkan 33 kafilah.

Mengakhiri laporannya, Sekda Sahabuddin membeberkan bahwa tahapan pra-MTQ telah berjalan tertib sejak 16 Oktober 2026 melalui penetapan peserta, penarikan nomor undian, dan pengambilan maqra. Rangkaian pembukaan malam ini dilanjutkan dengan jadwal pemadatan lomba hingga babak final beberapa hari ke depan. Dengan pengawasan ketat dari Dewan Hakim profesional yang telah dilantik, MTQ ke-12 KLU diyakini akan menjadi barometer kemajuan peradaban Islam yang transparan dan membanggakan.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page