Loading Now
×

DISPAR KLU Siapkan Strategi Agresif Sambut Lonjakan Kunjungan 2026

DISPAR KLU Siapkan Strategi Agresif Sambut Lonjakan Kunjungan 2026

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi di sektor pariwisata. Capaian kunjungan sebanyak 810 ribu wisatawan sepanjang tahun 2025 resmi dijadikan sebagai fondasi kuat untuk memicu lonjakan kunjungan yang lebih agresif dan terarah.

Angka tersebut dinilai sebagai modal awal yang sangat berarti bagi kebangkitan ekonomi daerah. Meski sempat diterjang berbagai tantangan global maupun lokal, daya tarik Lombok Utara terbukti tetap solid di mata pelancong domestik dan mancanegara.

Kawasan unggulan Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air) masih kokoh berdiri sebagai magnet utama yang menopang pergerakan industri jasa di daerah ini. Namun, pemerintah daerah menyadari bahwa untuk tumbuh lebih besar, ketergantungan pada wisata bahari saja tidaklah cukup.

Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresna Budiastuti, menyatakan bahwa data kunjungan 2025 menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga. Penurunan sekitar 30 persen dari tahun sebelumnya tidak dilihat sebagai kegagalan, melainkan sebagai ruang untuk perbaikan strategi.

“Capaian 810 ribu wisatawan ini bukan angka yang kecil. Ini adalah pijakan bagi kami untuk menyusun langkah-langkah yang lebih terukur agar di 2026 terjadi peningkatan signifikan,” ujar Dende secara optimis.

Satu tahun terakhir telah memberikan pelajaran penting bagi Dinas Pariwisata dalam mengidentifikasi kendala tak terduga. Perbaikan perencanaan ke depan kini difokuskan pada penguatan sektor-sektor strategis yang memiliki dampak langsung pada kenyamanan wisatawan.

Visi besar pariwisata KLU tahun 2026 mencakup tiga pilar utama: peningkatan kualitas destinasi, standar pelayanan prima, serta masifnya promosi berbasis digital. Ketiga hal ini dianggap sebagai syarat mutlak untuk memenangkan persaingan destinasi di tingkat internasional.

Salah satu terobosan yang akan dikejar adalah diversifikasi destinasi. Pemerintah daerah kini mulai melirik potensi besar di wilayah daratan untuk melengkapi pesona Tiga Gili yang sudah mendunia.

Potensi wisata alam, kekayaan budaya, hingga pengembangan desa wisata akan mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar. Hal ini bertujuan agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas sehingga masa tinggal (length of stay) mereka di Lombok Utara menjadi lebih lama.

“Wisatawan tidak hanya kita suguhkan keindahan bawah laut. Keasrian alam pegunungan dan kearifan lokal di daratan KLU harus menjadi magnet baru yang tak kalah kuat,” jelas Dende.

Keamanan wilayah juga ditempatkan sebagai variabel penentu paling krusial. Kondisi yang aman dan kondusif adalah “napas” bagi industri pariwisata yang sangat sensitif terhadap isu stabilitas.

Dende menegaskan, selama stabilitas keamanan di Lombok Utara tetap terjaga, kepercayaan pasar global akan terus meningkat. Rasa aman inilah yang menjadi jaminan bagi wisatawan untuk merekomendasikan KLU sebagai tujuan liburan utama mereka.

“Jika wisatawan merasa aman dan nyaman sejak menginjakkan kaki di pelabuhan hingga ke penginapan, maka target lonjakan di 2026 sangat mungkin kita capai,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Sinergi dengan pelaku usaha pariwisata juga terus dipererat melalui berbagai forum komunikasi. Pemerintah daerah memposisikan diri sebagai fasilitator yang mendukung lahirnya inovasi paket wisata kreatif dari para operator di lapangan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan daya saing yang lebih kompetitif dibandingkan daerah lain. Inovasi layanan, seperti kemudahan transportasi dan digitalisasi sistem pembayaran, menjadi prioritas yang tengah digarap bersama.

Selain meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), lonjakan kunjungan tahun 2026 diharapkan memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas. Penciptaan lapangan kerja baru bagi warga lokal menjadi misi utama di balik angka-angka statistik kunjungan.

Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap wisatawan yang datang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat kecil. Dari sektor kuliner hingga UMKM kerajinan, semua harus merasakan tetesan rezeki dari geliat pariwisata.

Dende menekankan bahwa pariwisata bukan sekadar tentang mengejar angka kunjungan yang fantastis. Nilai keberlanjutan dan dampak ekonomi yang merata adalah parameter keberhasilan yang sesungguhnya bagi KLU.

Dengan evaluasi mendalam dan strategi yang lebih segar, Lombok Utara kini bersiap menyongsong era baru pariwisata. Keyakinan ini didukung oleh kesiapan seluruh stakeholder untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu.

“Fokus kami bukan hanya soal angka, melainkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata yang berkualitas. Itulah janji kami untuk tahun 2026,” pungkas Dende mengakhiri penjelasannya.(r15)

WisataKLU2026, #LombokUtara, #TigaGili, #InfoKLU, #PariwisataBerkelanjutan, #KadisparKLU, #BanggaWisataLokal, #NTBJuara,

Share this content:

You cannot copy content of this page