

Hadiri Roah Labuan dan HUT Ke-6 Desa Segara Katon, Wabup Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri Komit Dorong Pembangunan Pasar Ikan Serta Rawat Tradisi Pesisir di Dusun Krakas
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Suasana kehangatan tradisi kearifan lokal dan semangat kebersamaan masyarakat pesisir menyelimuti pesisir Dusun Krakas, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), pada Senin sore (28/9/2026). Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., hadir secara langsung untuk mengikuti sekaligus meresmikan rangkaian ritual adat syukuran laut bertajuk Roah Labuan atau Selamet Pantai dan Laut. Perhelatan adat tahunan yang berlangsung khidmat tersebut terasa makin istimewa karena dirangkaikan secara terpadu dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Segara Katon yang ke-6.
Agenda budaya dan kemasyarakatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat instansi teknis Pemkab KLU serta para tokoh penting di wilayah Kecamatan Gangga. Tampak hadir mendampingi Wakil Bupati di lokasi acara antara lain Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP2KBPMD) KLU Atmaja Gumbara, S.P., Camat Gangga Mahzan Zohdi, perwakilan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para Kepala Desa se-Kecamatan Gangga, tokoh adat, tokoh agama, serta ratusan warga pesisir yang mayoritas menggantungkan mata pencahariannya sebagai nelayan tradisional.
Dalam pidato sambutannya di hadapan ratusan warga pesisir, Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri menggarisbawahi betapa vitalnya kedudukan kawasan pantai dan ekosistem laut bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir di Lombok Utara. Menurut Wabup Kus, bentang pantai dan lautan bukan sekadar lanskap alam yang indah untuk dipandang, melainkan merupakan ladang sumber penghidupan, ruang mencari rezeki harian, serta tempat di mana anak-anak warga pesisir dibesarkan. Oleh karena itu, tradisi syukur atas melimpahnya hasil tangkapan laut harus terus dijaga dan dilestarikan secara turun-temurun.
“Acara syukuran Roah Labuan ini merupakan momentum yang sangat mulia untuk memelihara kebersamaan, memperkuat tali silaturahmi antarwarga, serta menjadi wujud nyata rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan rezeki hasil laut yang telah menopang kehidupan keluarga para nelayan kita. Kegiatan ini bukan sekadar tradisi seremonial harian, tetapi forum sosial tempat kita saling merajut rasa persaudaraan dan mempererat keharmonisan antarwarga di Desa Segara Katon,” tutur Wabup Kusmalahadi penuh kehangatan.
Lebih jauh, Wakil Bupati menumpahkan perhatian khususnya terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut serta kebersihan kawasan pesisir pantai dari pencemaran sampah plastik. Wabup Kus mengimbau seluruh elemen masyarakat pesisir Dusun Krakas untuk secara aktif menggalakkan gerakan pantai bersih dan tidak membuang sampah sembarangan ke laut. Menurutnya, laut yang bersih dan terjaga ekosistemnya secara langsung akan menjamin ketersediaan populasi ikan, yang pada akhirnya akan memberikan dampak kemakmuran ekonomi jangka panjang bagi keluarga para nelayan lokal.
Sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan ekonomi warga pesisir, Wabup Kusmalahadi membeberkan rencana strategis Pemkab KLU untuk membangun fasilitas pasar ikan yang representatif di wilayah tersebut. Kehadiran pasar ikan modern ini diharapkan dapat menjadi pusat transaksi ekonomi baru, memotong rantai distribusi yang merugikan nelayan, serta meningkatkan nilai jual hasil tangkapan laut warga. Melalui sarana ini, Pemkab KLU bertekad menggerakkan rantai perekonomian warga nelayan dari hilir hingga ke hulu secara mandiri.
Dalam kesempatan yang sama, Wabup Kusmalahadi secara jujur dan transparan memaparkan kondisi objektif fiskal daerah yang tengah menghadapi tantangan badai keuangan nasional. Kebijakan efisiensi dan pemotongan alokasi transfer dana dari pemerintah pusat berdampak pada ruang gerak APBD di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Lombok Utara. Namun demikian, Wabup Kus memberikan garansi bahwa keterbatasan anggaran tidak akan menyurutkan semangat Pemkab KLU untuk tetap hadir memenuhi kebutuhan dasar warga serta mendekatkan akses pelayanan birokrasi di tingkat tapak.
Terkait dengan upaya mendekatkan jangkauan pelayanan publik tersebut, Wabup Kusmalahadi menyampaikan kabar gembira mengenai progres pemekaran wilayah di KLU. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 26 desa pemekaran baru di Kabupaten Lombok Utara telah berhasil mengantongi nomor registrasi resmi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan terbitnya nomor registrasi tersebut, total jumlah desa di KLU akan terus bertambah. Langkah pemekaran ini dipastikan akan mempercepat penyaluran anggaran pembangunan dan memperdekat jangkauan layanan pemerintah kepada warga desa.
Sementara itu, Kepala Desa Segara Katon, Ramdan, dalam penyampaian aspirasinya memanfaatkan kehadiran Wakil Bupati untuk menyampaikan berbagai kebutuhan krusial warga yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), namun belum sanggup dituntaskan oleh anggaran desa secara mandiri. Kades Ramdan menegaskan bahwa kehadiran pimpinan daerah secara langsung di Dusun Krakas menjadi harapan besar bagi masyarakat pesisir untuk mendapatkan solusi dan intervensi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.
“Banyak program aspirasi warga yang belum mampu kami wujudkan karena keterbatasan Alokasi Dana Desa. Oleh sebab itu, kehadiran Bapak Wakil Bupati pada sore hari ini sangat kami syukuri, karena ada banyak hal mendesak berkaitan dengan kebutuhan dasar nelayan dan infrastruktur desa yang harus kami sampaikan secara langsung agar dapat dibantu dan disempurnakan oleh pemerintah kabupaten,” ujar Kades Segara Katon, Ramdan, dalam nada harap.
Kades Ramdan membeberkan bahwa pada tahun anggaran 2024 lalu, Pemerintah Desa Segara Katon telah menyalurkan bantuan fasilitas kepada kelompok-kelompok nelayan di Dusun Krakas, salah satunya berupa tiga unit mesin penderek perahu motorized. Namun, bantuan tersebut diakuinya belum mampu mengover seluruh kelompok nelayan yang ada di kawasan pesisir Krakas. Oleh karena itu, ia meminta agar Pemkab KLU dapat mengintervensi kekurangan tersebut melalui penambahan alokasi mesin penderek perahu serta bantuan alat tangkap ikan modern.
Selain masalah alat tangkap, Kades Segara Katon juga menyoroti masalah minimnya sarana Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Dusun Krakas dan sepanjang koridor Desa Segara Katon. Berdasarkan data desa, Dusun Krakas memiliki populasi nelayan yang sangat dominan. Sayangnya, dari sisi volume hasil tangkapan harian, nelayan Krakas masih kalah bersaing dengan wilayah lain akibat terbatasnya alat tangkap modern dan minimnya fasilitas penunjang di darat. Pihak desa berjanji akan terus mengusulkan bantuan ini ke tingkat kabupaten hingga kementerian terkait.
Mengenai kendala penganggaran desa, Kades Ramdan mengakui secara terbuka bahwa pada tahun 2024 hingga rencana anggaran 2025 dan 2026, banyak program pembangunan fisik desa yang belum mampu disempurnakan secara penuh. Guna mengatasi kebuntuan anggaran tersebut, Pemerintah Desa Segara Katon terus membangun komunikasi intensif dengan instansi teknis Pemkab KLU, seperti Kecamatan Gangga, DP2KBPMD, dan Dinas PUPR KLU, serta melakukan terobosan pengajuan proposal bantuan langsung ke kementerian di tingkat pusat.
Di bidang infrastruktur perhubungan antar-wilayah, Kades Ramdan menyampaikan kabar perkembangan positif mengenai tahap pembangunan jembatan penghubung yang menghubungkan Desa Segara Katon dengan Desa Rempek. Pembangunan jembatan strategis ini ditargetkan tuntas dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan masyarakat dari kedua desa pada akhir tahun berjalan. Kehadiran jembatan ini diproyeksikan akan membuka isolasi wilayah serta memperlancar arus mobilitas barang dan hasil pertanian-perikanan warga secara signifikan.
Menutup rangkaian prosesi syuran tersebut, perhelatan Roah Labuan dan Selamet Pantai dan Laut diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, disusul dengan larut tradisi dan ramah tamah antarwarga. Momentum peringatan HUT ke-6 Desa Segara Katon ini menegaskan komitmen manunggalnya pemerintah daerah dengan warga pesisir dalam merawat nilai-nilai kearifan lokal, memajukan kesejahteraan nelayan, serta membangun infrastruktur desa yang inklusif di Kabupaten Lombok Utara.(r15)
Share this content:

















