Loading Now
×

Peringati Hari Anak Nasional Ke-42 di Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Bupati Najmul Akhyar Tegaskan Anak Sebagai Pemilik Masa Depan KLU Serta Deklarasikan 5 Komitmen Kabupaten Layak Anak

Peringati Hari Anak Nasional Ke-42 di Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Bupati Najmul Akhyar Tegaskan Anak Sebagai Pemilik Masa Depan KLU Serta Deklarasikan 5 Komitmen Kabupaten Layak Anak

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Suasana penuh gairah, keceriaan, dan gelora optimisme mewarnai Alun-Alun Tioq Tata Tunaq di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), pada Minggu (4/10/2026). Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menggelar puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2026 dengan mengusung tema sentral “Anak Lombok Utara Berani Bermimpi, Berkarya dan Menginspirasi”. Perhelatan akbar yang menjadi panggung apresiasi bagi pemenuhan hak-hak anak daerah tersebut dihadiri secara langsung oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T.

Perhelatan peringatan hari anak ini turut dihadiri oleh deretan pimpinan daerah, jajaran organisasi wanita, serta para aktivis perlindungan anak. Tampak hadir di lokasi acara antara lain jajaran anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) KLU, Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan, perwakilan Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ketua Tim Penggerak PKK KLU Hj. Rohani Najmul Akhyar, para konselor desa, pejuang hak anak, perwakilan LSM/NGO pegiat anak, jajaran Forum Anak KLU, serta ratusan anak dari lima kecamatan se-KLU, yakni Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung, dan Pemenang.

Dalam pidato utamanya yang sarat akan pesan spiritual dan filosofis, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., menegaskan bahwa momentum peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh terjebak sekadar sebagai panggung selebrasi atau hiburan visual semata. Bupati menyampaikan pesan fundamental yang menjadi roh utama peringatan HAN, di mana posisi anak-anak tidak boleh lagi hanya dipandang sekadar sebagai generasi penerus pasif, melainkan harus ditempatkan sebagai pemilik sah masa depan daerah sekaligus sumber energi moral bagi perjalanan panjang Pembangunan Kabupaten Lombok Utara.

“Anak-anak kita ini adalah pemilik sah masa depan sekaligus sumber energi moral utama bagi perjalanan panjang pembangunan daerah kita tercinta. Ketika kita berbicara tentang anak-anak hari ini, sesungguhnya kita sedang mendiskusikan tentang bagaimana wajah Kabupaten Lombok Utara dua puluh hingga tiga puluh tahun yang akan datang. Bagaimana cara kita mengelola, mendidik, mengasihi, dan melindungi hak-hak mereka hari ini, begitulah potret kemajuan dan peradaban Lombok Utara di masa depan,” ujar Bupati Najmul Akhyar mengawali orasinya yang disambut gemuruh tepuk tangan.

Di hadapan ratusan anak-anak perwakilan lima kecamatan yang memadati alun-alun, Bupati Najmul secara khusus menyelipkan pesan motivasi agar generasi muda Lombok Utara tidak pernah takut untuk memupuk cita-cita setinggi langit. Bupati mengingatkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai selama ikhtiar tersebut ditempuh melalui kesungguhan menuntut ilmu, kerja keras, kedisiplinan, untaian doa, serta keteguhan akhlak mulia. Anak-anak KLU diminta untuk tidak pernah berkecil hati atau merasa minder meskipun dibesarkan di wilayah pedesaan yang jauh dari megapolitan.

“Jangan pernah kalian merasa kecil atau berkecil hati hanya karena lahir dan tumbuh di pedesaan. Justru desa di Lombok Utara ini adalah sekolah kehidupan yang paling jujur dan bermakna. Di desalah tempat kita belajar tentang arti ketekunan harian, nilai gotong royong yang luhur, kemandirian karakter, kedekatan dengan alam sekitar, serta kedekatan hubungan kita dengan Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Bupati Najmul memberikan suntikan dorongan moral yang mendalam kepada anak-anak perwakilan Forum Anak.

Membedah konteks pengasuhan keluarga, Bupati dua periode ini mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk mengubah pendekatan serta pola bertanya kepada anak-anak di rumah maupun di sekolah. Orang tua diimbau untuk tidak lagi hanya berkutat menanyakan pertanyaan klise seperti “mau jadi apa kamu nanti?”, melainkan mulai mengadopsi pertanyaan yang lebih menyentuh emosional dan minat anak, seperti “apa yang membuatmu bahagia hari ini?”, “apa yang membuatmu paling semangat belajar di sekolah?”, serta “kebaikan apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu teman atau orang lain?”.

Guna menyokong tumbuh kembang anak secara holistik, Bupati Najmul menegaskan bahwa Pemkab KLU berkomitmen untuk terus menghadirkan dan memperkuat ekosistem pendidikan yang memberi ruang luas bagi anak-anak untuk mengeksplorasi berbagai potensi dirinya. Sekolah dan ruang publik harus memberi kesempatan seimbang bagi anak untuk berolahraga, mengasah bakat kesenian, menguasai perkembangan teknologi digital, merawat kelestarian lingkungan hidup, serta mengenali kearifan budaya lokal. Anak-anak harus diberi kebebasan terukur untuk mencoba, merasakan kegagalan, bangkit kembali, hingga menemukan jalan keberhasilannya sendiri.

Di balik suasana meriah peringatan HAN, Bupati Najmul secara jujur dan transparan menyoroti berbagai tantangan dan Pekerjaan Rumah (PR) besar yang masih membayangi upaya perlindungan anak di Lombok Utara. Ia menyebutkan bahwa tingginya angka kasus kekerasan terhadap anak, maraknya fenomena pernikahan anak usia dini, hingga masih ditemukannya anak putus sekolah merupakan persoalan mendesak yang harus dituntaskan secara bersama-sama. Peringatan HAN harus dijadikan sarana evaluasi kritis dan cermin diri bagi seluruh jajaran pemangku kebijakan.

“Perayaan Hari Anak Nasional ini tidak boleh berhenti sebagai panggung kegembiraan tahunan saja. Peringatan ini harus menjadi cermin bagi kita semua untuk melihat realitas di lapangan. Setiap anak di Lombok Utara yang menjadi korban kekerasan membutuhkan perisai perlindungan yang nyata, pemulihan trauma yang tuntas, pendampingan hukum yang adil, serta kesempatan kedua untuk kembali tumbuh dan berkembang secara sehat, aman, dan bermartabat,” tegas Bupati Najmul memberikan perhatian serius pada kasus kejahatan terhadap anak.

Sebagai langkah konkret dan solusi permanen dalam mengatasi masalah anak putus sekolah akibat himpitan ekonomi, Bupati Najmul membeberkan progres pembangunan “Sekolah Rakyat” di KLU yang kini pembangunannya hampir rampung 100 persen. Kehadiran Sekolah Rakyat ini ditegaskan sebagai deklarasi dan garansi resmi pemerintah daerah bahwa di masa depan tidak boleh ada lagi satu pun anak di Kabupaten Lombok Utara yang terhenti pendidikannya hanya karena alasan ketidakmampuan finansial atau kemiskinan orang tua.

“Tidak boleh ada lagi anak-anak kita di Lombok Utara yang putus sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu membiayai kebutuhan sekolah. InsyaAllah, melalui kehadiran Sekolah Rakyat ini seluruh anak kurang mampu akan kita kaver secara gratis dan tuntas. Ini adalah cara terhormat kita untuk mengangkat derajat keluarga prasejahtera sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi. Bahkan orang tua dari siswa Sekolah Rakyat nantinya akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah, termasuk bantuan pemugaran rumah layak huni dan pemenuhan kebutuhan dasar,” tambah Najmul memaparkan program unggulan daerah tersebut.

Pada puncak peringatan HAN ke-42 tersebut, Bupati Najmul Akhyar secara resmi menetapkan dan mendeklarasikan “Lima Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)”. Komitmen pertama berfokus pada penguatan pemenuhan hak dasar anak melalui perbaikan akses layanan pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, penerbitan dokumen administrasi kependudukan (akta kelahiran/KIA), serta penyediaan ruang partisipasi aktif bagi anak dalam perencanaan pembangunan daerah.

Komitmen kedua dan ketiga menyoroti aspek perlindungan khusus, yakni memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak melalui mekanisme respons cepat (quick response) yang lebih ramah, peka, dan manusiawi; serta memperluas gerakan pencegahan pernikahan anak usia dini melalui edukasi pengasuhan keluarga berkelanjutan yang melibatkan sinergi tokoh agama, tokoh adat, dan konselor desa. Sementara komitmen keempat dan kelima menyasar perluasan ruang kreativitas anak di bidang literasi, olahraga, seni budaya, teknologi, serta penciptaan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak hingga ke tingkat desa.

Mengakhiri pidato resminya, Bupati Najmul menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Dinas Sosial KLU, LSM/NGO pendamping anak, jajaran Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), para konselor desa, serta seluruh pejuang anak yang telah bekerja tanpa kenal lelah mengawal tumbuh kembang dan keselamatan anak-anak di Kabupaten Lombok Utara. “Mari kita bergandengan tangan memastikan seluruh anak di Bumi Tioq Tata Tunaq ini dapat tumbuh menjadi generasi yang berani bermimpi besar, rajin berkarya, serta mampu menginspirasi dunia,” pungkasi Bupati Najmul mengakhiri sambutannya.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page