

Lestarikan Warisan Budaya, memberdayakan olahraga rakyat dan Gerakkan Ekonomi UMKM, Wabup Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri Buka Turnamen Gasing Gangga Cup I
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam merawat kebudayaan lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian perdesaan terus diwujudkan secara konkret melalui kegiatan kemasyarakatan. Pada Senin (12/10/2026), Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., secara resmi membuka Turnamen Gasing Gangga Cup I. Perhelatan olahraga tradisional yang berlangsung meriah, hangat, dan diselimuti antusiasme tinggi warga masyarakat tersebut dipusatkan di Dusun Gangga, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.
Ajang olahraga tradisional berbasis budaya rakyat ini digelar tidak hanya sebagai media perlombaan ketangkasan fisik antar-klub gasing, melainkan dirancang khusus sebagai ikhtiar melestarikan gasing sebagai permainan warisan adiluhung nenek moyang. Selain menjadi sarana pelestarian budaya lokal dari ancaman kepunahan di era modernisasi, turnamen gasing ini menjadi instrumen krusial dalam mempererat tali silaturahmi, memupuk kebersamaan, serta membangun rasa persaudaraan antar-elemen warga perdesaan yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Perhelatan pembukaan turnamen gasing berskala kecamatan ini dihadiri oleh deretan pimpinan daerah dan tokoh-tokoh penting di Kabupaten Lombok Utara. Tampak hadir mendampingi Wakil Bupati di panggung utama antara lain Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lombok Utara Hakamah, Kepala Desa Genggelang Al Maulududi, S.H., Kepala Dusun Gangga, jajaran panitia penyelenggara, pengurus karang taruna, tokoh adat, serta puluhan manajer dan pemain dari berbagai klub gasing se-Kecamatan Gangga yang siap bertanding.
Dalam pidato sambutannya usai memutar gasing pertama sebagai tanda dimulainya kompetisi, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh warga Desa Genggelang atas konsistensi mereka dalam menggelar turnamen budaya. Wabup Kus mengungkapkan bahwa Turnamen Gasing Gangga Cup I ini merupakan kali keempat dirinya hadir secara langsung untuk membuka kegiatan perhelatan gasing serupa di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Gangga.
“Alhamdulillah, sore hari ini kita dapat kembali berkumpul bersama dalam perhelatan Turnamen Gasing Gangga Cup I. Permainan gasing ini bukan sekadar perlombaan biasa untuk mencari siapa yang menang atau kalah di atas arena pertandingan, melainkan bagian tak terpisahkan dari warisan kebudayaan luhur yang wajib kita jaga, rawat, dan lestarikan bersama agar tetap dicintai oleh anak-cucu kita,” ujar Wabup Kusmalahadi memaparkan nilai penting keberlanjutan tradisi lokal.
Lebih jauh, Wabup Kusmalahadi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat permainan gasing tradisional dari sekadar arena hobi kemasyarakatan menjadi cabang olahraga masyarakat yang terarah dan terorganisir secara rapi. Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara saat ini sedang menginisiasi langkah-langkah strategis agar permainan gasing dapat diintegrasikan dan masuk ke dalam wadah induk organisasi olahraga resmi, sehingga sistem pembinaan, standar aturan, serta pengembangan atlet gasing lokal dapat berjalan secara terstruktur.

Sejalan dengan agenda penguatan olahraga tradisional, Wabup Kusmalahadi menginformasikan bahwa dirinya saat ini mengemban amanah pimpinan sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Lombok Utara. Selaku Ketua KORMI KLU, ia membeberkan bahwa pemerintah daerah bersama pengurus KORMI tengah merancang dan mewacanakan pembentukan Paguyuban Khusus sebagai wadah tunggal yang menaungi seluruh komunitas, klub, serta pegiat permainan gasing tradisional yang tersebar di lima kecamatan se-KLU.
“Sebagai Ketua KORMI Kabupaten Lombok Utara, saya sangat berharap permainan gasing memiliki wadah organisasi yang jelas dan resmi melalui pembentukan Paguyuban Khusus Pegiat Gasing. Dengan adanya wadah paguyuban ini, seluruh kegiatan, pembinaan, serta penyelenggaraan turnamen gasing ke depannya dapat dibina secara berkelanjutan, dan kita targetkan dapat diangkat menjadi agenda kebudayaan resmi yang diselenggarakan langsung oleh Pemerintah Daerah Lombok Utara,” tegas Wabup Kusmalahadi disambut tepuk tangan riuh hadirin.
Langkah pembinaan terintegrasi melalui KORMI dan pembentukan paguyuban ini dinilai sangat vital guna memastikan olahraga tradisional gasing tidak kehilangan panggung di tengah pesatnya gempuran permainan berbasis digital (e-sports) dan media sosial. Melalui kompetisi berkala yang dikelola secara profesional, ketangkasan mengolah gasing kayu dapat terus diturunkan kepada generasi muda perdesaan di Lombok Utara.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Gasing Gangga Cup I, Harno, dalam laporan resminya membeberkan detail teknis kepesertaan dan durasi pelaksanaan kompetisi. Harno menyampaikan bahwa Turnamen Gasing Gangga Cup I edisi edisi pertama ini mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari para pencinta olahraga tradisional. Terbukti, sebanyak 53 klub gasing tangguh menyatakan siap bertanding secara sportif dalam rangkaian turnamen yang dijadwalkan akan berlangsung maraton selama tiga bulan ke depan.
Harno merinci bahwa 53 klub peserta gasing tersebut berasal dari empat desa strategis di wilayah Kecamatan Gangga, yakni kontingen dari Desa Selelos, Desa Genggelang, Desa Persiapan Gangga, serta Desa Pancor Mas. Keikutsertaan puluhan klub dari desa induk maupun desa persiapan ini menunjukkan betapa kuatnya tali silaturahmi dan semangat olahraga tradisional di wilayah perdesaan Gangga.
“Antusiasme para peserta dalam Turnamen Gasing Gangga Cup I ini sungguh luar biasa di luar ekspektasi kami. Sebanyak 53 klub ikut ambil bagian dan siap berlaga selama tiga bulan ke depan. Kami berharap perhelatan panjang ini menjadi wadah yang sangat baik untuk mempererat tali persaudaraan antar-pemain sekaligus menjaga agar permainan tradisional gasing tetap hidup dan mengakar di tengah kehidupan masyarakat,” puji Harno selaku ketua panitia.
Lebih mendalam, Harno menegaskan bahwa perhelatan turnamen tidak hanya berfokus pada perebutan piala kompetisi semata, melainkan dirancang untuk memberikan dampak sumbangan (multiplier effect) yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi warga sekitar. Kehadiran ratusan pemain, official tim, serta ribuan penonton setiap harinya di lokasi pertandingan dipastikan akan memicu pertumbuhan aktivitas ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kehadiran para pemain, suporter, dan pengunjung yang memadati lokasi Dusun Gangga selama tiga bulan turnamen berlangsung tentu membuka peluang usaha baru bagi warga lokal. Penjualan aneka kuliner, minuman, serta produk UMKM masyarakat setempat dapat meningkat drastis, sehingga kegiatan olahraga budaya ini membawa berkah ekonomi yang nyata bagi warga pedagang kecil di sekitar lokasi acara,” tambah Harno mengakhiri laporannya.
Sinergi antara pelestarian kebudayaan tradisional, olahraga masyarakat, dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui ajang Turnamen Gasing Gangga Cup I ini mendapat apresiasi khusus dari jajaran pimpinan DPRD KLU dan pemerintah desa. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berkomitmen untuk terus mendampingi, memfasilitasi, dan mengawal perkembangan olahraga tradisional di seluruh wilayah KLU agar mampu bertransformasi menjadi atraksi pariwisata berbasis kebudayaan (cultural sport tourism) yang membanggakan daerah di masa mendatang.(r15)
Share this content:


















Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.