Loading Now
×

Matangkan Persiapan Festival LASQI-NJ KLU 2026, Dinas Dikbudpora dan DPD LASQI Lombok Utara Gelar Rapat Koordinasi Lintas Kecamatan

Matangkan Persiapan Festival LASQI-NJ KLU 2026, Dinas Dikbudpora dan DPD LASQI Lombok Utara Gelar Rapat Koordinasi Lintas Kecamatan

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) KLU terus bergerak cepat dalam mematangkan seluruh agenda besar pengembangan seni dan budaya keagamaan. Pada Senin (12/10/2026), Dinas Dikbudpora KLU menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Festival Lembaga Seni Qasidah Indonesia – Nusantara Jaya (LASQI-NJ) Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2026. Agenda persidangan teknis yang sangat krusial ini dipusatkan di Aula Utama Kantor Dinas Dikbudpora KLU di Tanjung.

Rapat koordinasi dan pemantapan teknis penyelenggaraan festival seni Islami ini dipimpin secara langsung oleh Kepala Dinas Dikbudpora KLU, H. Muhammad Najib, S.Pd., M.Pd. Turut hadir mendampingi Kadis di meja pimpinan rapat antara lain Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbudpora KLU Raden Sawinggih, S.Pd., jajaran pengurus DPD LASQI KLU yang mewakili Ketua DPD LASQI KLU Hj. Rohani Najmul Akhyar dan serta sekitar 30 orang peserta undangan yang terdiri dari utusan camat, official, dan pengurus LASQI dari lima kecamatan se-KLU.

Dalam pengarahannya, Kepala Dinas Dikbudpora KLU H. Muhammad Najib menegaskan pentingnya menggelar rapat persiapan ini guna menyamakan persepsi, memantapkan regulasi teknis, serta memastikan kesiapan tempat dan kepesertaan sebelum festival resmi ditabuh. Kadis Najib menyampaikan bahwa festival tahunan ini hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk apresiasi dan komitmen nyata pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian bernuansa Islami sekaligus wadah efektif untuk menyebarkan syiar kebaikan di Bumi Tioq Tata Tunaq.

“Seni qasidah dan musik Islami ini merupakan instrumen strategis bagi kita untuk menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam secara santun, indah, dan menyejukkan. Melalui rapat koordinasi hari ini bersama seluruh pengurus kecamatan, kita ingin memastikan seluruh alur persiapan teknis berjalan matang, sehingga perhelatan Festival LASQI-NJ KLU Tahun 2026 dapat terselenggara secara sukses, transparan, dan berbobot,” ujar Kadis Dikbudpora H. Muhammad Najib memaparkan tujuan rakor di hadapan peserta.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbudpora KLU, Raden Sawinggih, S.Pd., memberikan pemaparan terperinci mengenai lini masa (timeline) dan durasi pengerjaan persiapan yang tergolong sangat mepet. Sawinggih membeberkan bahwa jeda waktu antara penyelenggaraan festival tingkat kabupaten dengan perhelatan Festival LASQI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram pada 23 hingga 25 Oktober 2026 sangat singkat. Oleh karena itu, percepatan koordinasi teknis dari tingkat kabupaten hingga kecamatan menjadi kunci utama.

“Harus kita akui bersama bahwa alokasi waktu persiapan kita menuju panggung festival tingkat provinsi pada tanggal 23 sampai 25 Oktober mendatang tergolong sangat mepet. Namun demikian, berkat kerja keras dan sinergi yang solid antara Dinas Dikbudpora, DPD LASQI kabupaten, dan pengurus kecamatan, seluruh tahapan teknis, tempat acara di Alun-Alun Tanjung, hingga jadwal pertandingan alhamdulillah sudah berhasil kita matangkan,” jelas Kabid Kebudayaan Raden Sawinggih memaparkan kesiapan panitia.

Lebih detail, Sawinggih membeberkan runtutan jadwal kegiatan yang disepakati dalam rakor tersebut. Pasca-rakor pada 12 Oktober, panitia pelaksana menjadwalkan perhelatan Rapat Teknis (Technical Meeting) dan penarikan nomor undian peserta pada tanggal 15 Oktober 2026. Selanjutnya, perhelatan utama Festival LASQI-NJ Tingkat Kabupaten Lombok Utara dipastikan bergulir secara maraton mulai tanggal 16 hingga 17 Oktober 2026, yang dipusatkan di Alun-Alun Dayan Gunung Tanjung mulai dari sore hari hingga malam penutupan resmi.

Mengenai peta kepesertaan, Kabid Kebudayaan merinci bahwa total peserta yang terdaftar untuk berlaga dalam Festival LASQI-NJ KLU 2026 berjumlah 52 orang vokalis pilihan. Angka ini merupakan hasil penjaringan resmi dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung, dan Pemenang. Meskipun alokasi idealnya dapat mencapai 30 peserta (6 kategori dikali 5 kecamatan), namun karena ada beberapa nomor cabang lomba yang tidak terisi penuh oleh kecamatan tertentu, maka jumlah final peserta ditetapkan sebanyak 52 orang.

Dalam forum rakor tersebut, dinovelkan pula rincian kategori dan cabang lomba yang akan dipertandingkan dalam Festival LASQI-NJ KLU 2026. Persaingan dibagi secara berjenjang dalam tiga tingkatan umur utama, yakni Tingkat Anak-Anak (putra dan putri), Tingkat Remaja (putra dan putri), serta Tingkat Dewasa (putra dan putri). Rangkaian kategori tersebut mempertandingkan berbagai cabang seni suara dan musik religius unggulan, di antaranya cabang Bintang Vokalis, Qasidah Gambus, Pop Religi Islami, hingga busana muslim.

Persiapan matang yang dijalankan oleh Dinas Dikbudpora KLU dan DPD LASQI KLU mendapat perhatian serius terkait target prestasi di jenjang yang lebih tinggi. Menjawab pertanyaan awak media mengenai orientasi penyelenggaraan festival kabupaten, jajaran pengurus DPD LASQI KLU yang mewakili Hj. Rohani Najmul Akhyar menegaskan bahwa ajang kabupaten ini secara mutlak dirancang sebagai gerbang seleksi (scouting) untuk membentuk tim kontingen Lombok Utara yang tangguh menuju Festival LASQI Tingkat Provinsi NTB.

“Ajang festival tingkat kabupaten ini tentu menjadi pijakan awal dan persiapan utama kita menuju Festival LASQI Tingkat Provinsi NTB. Dengan penuh rasa harap dan optimisme, kita menargetkan para pemenang dan duta-duta terbaik KLU dari festival ini nantinya dapat kembali menembus panggung Festival LASQI Tingkat Nasional. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya membuktikan bahwa kualitas vokal duta Lombok Utara selalu langganan lolos sampai ke tingkat nasional,” ujar perwakilan DPD LASQI KLU.

Pihak DPD LASQI KLU menegaskan rasa optimisme tinggi dalam menatap persaingan di tingkat provinsi maupun nasional. Meskipun jadwal persiapan terbilang padat di tengah maraknya rangkaian agenda kegiatan pemerintah daerah di Lombok Utara, pengurus LASQI percaya bahwa potensi talenta vokal Islami warga KLU berada di atas rata-rata. Sikap optimis tersebut dinilai penting untuk membakar semangat juang para peserta dan pelatih di lima kecamatan.

“Kita harus selalu optimis dan tidak boleh ada sikap pesimis sedikit pun. Dalam kondisi agenda daerah yang begitu padat kemarin saja, alhamdulillah vokal-vokal terbaik kita mampu menembus Panggung Nasional, meskipun di tingkat nasional persaingan sangat ketat. Rekam jejak manis inilah yang ingin kita ulang dan tingkatkan pada edisi tahun 2026 ini melalui seleksi yang jujur dan profesional,” tegas jajaran pengurus DPD LASQI KLU memberikan semangat.

Secara filosofis, keberadaan Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) di Kabupaten Lombok Utara memegang peran krusial tidak hanya sebagai ajang pencarian bakat atau panggung kompetisi musik religius semata. Pemkab KLU memandang LASQI sebagai wadah benteng pertahanan budaya dan pembinaan mentalitas generasi muda. Melalui lantunan nada qasidah dan gambus yang indah, generasi muda KLU diajak untuk tetap mencintai tradisi seni Islami yang santun di tengah pesatnya gempuran budaya asing dan era digitalisasi.

Rapat koordinasi persiapan yang berlangsung tertib dan penuh rasa kekeluargaan di Aula Dikbudpora KLU tersebut kemudian diakhiri dengan penyerahan berkas pedoman teknis lomba kepada para perwakilan kecamatan. Dengan tuntasnya rakor ini, Kabupaten Lombok Utara menyatakan kesiapan 100 persen untuk menggelar Festival LASQI-NJ KLU 2026 di Alun-Alun Tanjung pada 16–17 Oktober mendatang, sekaligus siap mengirimkan kontingen terbaiknya untuk mengibarkan panji prestasi KLU di tingkat Provinsi NTB hingga ajang Nasional.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page