

Pawai Ta’aruf MTQ Ke-XII KLU Banjiri Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Pemkab Lombok Utara Tegaskan Komitmen Merawat Ukhuwah dan Stabilitas Kebangsaan
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Lautan manusia dan gelora keceriaan religius menyelimuti kawasan pusat ibu kota Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pada Selasa (20/10/2026), Alun-Alun Tioq Tata Tunaq di Tanjung menjadi titik kumpul utama bagi ribuan peserta yang memadati arena guna mengikuti perhelatan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Lombok Utara ke-XII Tahun 2026. Pelepasan bendera start peserta pawai dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., didampingi oleh jajaran pimpinan daerah dan tokoh-tokoh penting KLU.
Perhelatan Pawai Ta’aruf yang berlangsung sangat semarak, tertib, dan bernuansa kebudayaan Islami ini dihadiri secara utuh oleh jajaran pimpinan eksekutif, legislatif, serta unsur pertahanan keamanan daerah. Tampak hadir menyaksikan di panggung utama antara lain jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) KLU, Sekretaris Daerah KLU Sahabuddin, S.Sos., M.Si., para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda KLU, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat dari lima kecamatan, serta para pimpinan organisasi keagamaan se-Kabupaten Lombok Utara.
Pawai Ta’aruf berskala kabupaten ini diikuti oleh puluhan ribu peserta yang terbagi dalam berbagai kontingen pawai. Barisan peserta terdiri dari kafilah resmi lima kecamatan (Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung, dan Pemenang), ribuan pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK/MA, jajaran pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN dari seluruh Perangkat Daerah lingkup Pemkab KLU, pengurus organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen lembaga keagamaan. Kehadiran kontingen yang masif ini menjadikan jalan-jalan protokol kota Tanjung dipenuhi oleh atraksi seni busana muslim dan spanduk syiar Islami.
Rangkaian Pawai Ta’aruf ini menjadi penanda resmi dimulainya seluruh tahapan perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII Tingkat Kabupaten Lombok Utara. Sepanjang rute pawai yang melintasi koridor utama jalan negara di Tanjung, para peserta tampil memukau dengan mengenakan aneka busana muslim dan pakaian adat khas Sasak yang anggun, seraya membawa papan nama kafilah, bendera pataka, replika Al-Qur’an raksasa, hingga mengumandangkan sholawat dan musik rebana tradisional yang menyedot perhatian ribuan warga dipinggir jalan.
Dalam pengarahan resminya sebelum mengibarkan bendera pelepasan, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas lonjakan antusiasme masyarakat Lombok Utara dalam menyambut ajang MTQ tahun 2026. Wabup Kus menilai partisipasi aktif dari seluruh Perangkat Daerah, jajaran sekolah, dan masyarakat umum menunjukkan betapa kuatnya rasa memiliki warga terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang membawa keberkahan bagi daerah.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita menyaksikan pemandangan yang sangat luar biasa dan membanggakan. Pawai Ta’aruf ini menandai secara resmi dimulainya perhelatan MTQ ke-XII Tingkat Kabupaten Lombok Utara. Antusiasme peserta tahun ini sungguh luar biasa, tidak hanya dari para qari-qariah dan pimpinan kafilah, tetapi seluruh perangkat daerah dan ribuan anak-anak sekolah kita ikut tumpah ruah memeriahkan acara ini,” ujar Wabup Kusmalahadi memberikan sambutan.
Mengingat banyaknya anak-anak sekolah dan kontingen pejalan kaki yang memadati rute jalan raya umum, Wabup Kusmalahadi memberikan pesan penekanan khusus terkait keselamatan, ketertiban, dan kedisiplinan barisan. Orang nomor dua di KLU ini meminta kepada para pendamping kontingen, khususnya para camat dan Kepala OPD, untuk melakukan pengawasan melekat (monitoring) guna memastikan seluruh peserta pawai dapat berjalan dengan rapi serta kembali ke titik akhir dalam kondisi aman dan selamat.
“Kepada para pendamping kafilah, khususnya jajaran pendamping dari lima kecamatan, kami minta tolong untuk memastikan jaminan keselamatan dan kesehatan anak-anak kita di sepanjang jalan. Barisan urutan pawai sudah ditentukan oleh panitia, silakan berjalan secara rapi dan tertib. Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan seluruh peserta kembali ke rumah masing-masing dengan selamat,” pesan Wabup Kusmalahadi secara humanis.
Lebih mendalam, Wabup Kus menegaskan bahwa penyelenggaraan Pawai Ta’aruf tidak boleh dipandang sebatas agenda seremonial rutin yang kering makna. Lebih dari itu, perhelatan pawai merupakan tontonan edukatif dan positif bagi publik sekaligus menjadi cermin pemantul dari identitas serta kepribadian Kabupaten Lombok Utara sebagai daerah yang religius, beradab, berakhlak mulia, serta memegang teguh tali silaturahmi.
“Kegiatan Pawai Ta’aruf ini sekaligus menjadi momentum emas untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Kabupaten Lombok Utara adalah daerah yang sangat religius, damai, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar-umat beragama. Keindahan toleransi ini terbukti secara nyata dari antusiasme seluruh elemen masyarakat kita yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan kepercayaan,” tegas Wabup Kus memaparkan karakter kebangsaan KLU.
Hal paling berkesan dan menjadi sorotan utama dalam Pawai Ta’aruf MTQ ke-XII KLU ini adalah keterlibatan aktif dari warga dan pelajar non-Muslim. Wabup Kusmalahadi secara khusus memberikan pujian tinggi atas keikutsertaan para pelajar dan tokoh masyarakat beragama Hindu yang turut bergabung menari dan berbaris memeriahkan pawai syiar Islami tersebut. Pemandangan inklusif ini menjadi bukti shahih betapa indahnya semangat kebersamaan dan kerukunan antar-umat beragama di Bumi Tioq Tata Tunaq.
“Keikutsertaan anak-anak dan saudara-saudara kita dari agama lain, termasuk partisipasi dari teman-teman pemuda dan tokoh Hindu yang turut hadir memeriahkan Pawai Ta’aruf MTQ ini, merupakan potret yang sangat indah. Ini menunjukkan betapa kokohnya tali persaudaraan, keharmonisan, dan indahnya kebersamaan kita dalam merawat keberagaman di Kabupaten Lombok Utara,” puji Wabup Kusmalahadi penuh emosional disambut tepuk tangan hadirin.
Sinergi yang ditunjukkan antara umat Islam dan umat Hindu dalam pengawalan dan kemeriahan Pawai Ta’aruf MTQ ini dinilai banyak pihak sebagai modal sosial (social capital) yang amat berharga bagi Pemkab KLU. Kebersamaan ini menjadi perisai ampuh dalam memelihara stabilitas keamanan daerah, menepis potensi gesekan antagonis horizontal, serta menciptakan iklim kemasyarakatan yang kondusif bagi kelancaran ikhtiar pembangunan daerah di seluruh sektor.
Seluruh rangkaian perhelatan MTQ ke-XII Kabupaten Lombok Utara Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi pendorong akselerasi syiar Al-Qur’an di perdesaan, membumikan ajaran-ajaran suci Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mempererat tali ukhuwah islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah di seluruh pelosok wilayah Lombok Utara. Lewat MTQ, Pemkab KLU berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas secara intelektual dan luhur secara moral.
Prosesi peletakan bendera start oleh Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri bersama Kapolres KLU dan Sekda KLU kemudian secara resmi mengularnya barisan ribuan peserta Pawai Ta’aruf meninggalkan area Alun-Alun Tioq Tata Tunaq. Sepanjang rute perjalanan, parade drum band sekolah, atraksi seni, dan lantunan gema sholawat terus berkumandang, menandai kesiapan Kabupaten Lombok Utara dalam menyukseskan Panggung MTQ ke-XII Tahun 2026.(R15)
Share this content:


















Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.