

Bupati Najmul Hadiri Perayaan HUT Desa Sokong
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Pemerintah Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, menggelar perayaan Hari Jadi yang ke-64 pada tahun 2026. (10/8).
Puncak acara yang digelar begitu meriah dihadiri oleh Bupati Lombok Utara Dr.H.Najmul Akhyar.,SH.MH.,Anggota DPRD KLU Artadi S.Sos.,sejumlah tokoh masyarakat, serta undangan lainya.
Dalam sambutannya, Bupati Najmul menyampaikan bahwa peringatan HUT Desa Sokong memiliki makna luar biasa dimana perjalan 64 tahun sudah melewati banyak rintangan dan sudah desa-desa baru di Lombok Utara.
Saat usia ke 64 dengan luas wilayah Desa Sokong akan melahirkan dua desa baru lagi, yakni Desa Panca Buana dan Desa Murkumuning.
“Pemekaran desa ini manfaatnya sangat besar, tujuannya dari sisi pemerintah adalah dalam rangka mendekatkan pelayanan publik kepada warga,” ujar Bupati.
Dengan adanya pemekaran desa warga dari area yang nantinya menjadi Desa Murkumuning atau Panca Buana tidak perlu lagi mengurus administrasi ke pusat Desa Sokong, melainkan cukup datang ke kantor desa masing-masing yang baru dibentuk.
“Saat ini, Desa Sokong memiliki 19 dusun yang nantinya akan diatur ulang sesuai dengan pembagian wilayah pemekaran,”katanya.
Bupati Najmul juga menjelaskan bahwa pemekaran desa merupakan bagian dari rencana besar Kabupaten Lombok Utara yang akan memekarkan sekitar 26 desa lainnya, Syarat utama pemekaran adalah kondisi desa yang aman, tertib, serta memiliki batas wilayah dan aset yang jelas tanpa sengketa.
Secara teknis, usulan pemekaran telah dikirim ke Provinsi NTB untuk mendapatkan nomor register, sebelum akhirnya dibahas di tingkat nasional bersama Kementerian Keuangan untuk penerbitan Peraturan Daerah.
Terkait Desa Persiapan, Bupati Najmul menekankan bahwa Desa Sokong sebagai desa induk memiliki kewajiban untuk mengalokasikan sebagian dana desanya kepada desa hasil pemekaran.
“Besaran alokasi yang dimaksud diperkirakan mencapai 30 persen dari dana desa induk,Komunikasi antara desa induk dengan desa pemekaran harus tetap dijaga karena bagaimanapun desa yang dimekarkan itu asalnya adalah dari desa induk,” harap Bupati.
Selain pemekaran desa, Pemda Lombok Utara juga berencana menambah dua kelurahan, yaitu Kelurahan Tanjung dan Kelurahan di Pemenang Timur.
Perayaan HUT Desa Sokong juga dimeriahkan dengan kegiatan jalan sehat dan partisipasi aktif masyarakat, tentunya kekompakan seluruh lapisan masyarakat Desa Sokong sangat luar biasa.
“Hal yang membanggakan, meskipun ada tiga kepercayaan di Desa Sokong, tidak pernah terjadi permasalahan terkait perbedaan agama, Ini sejalan dengan prestasi Kabupaten Lombok Utara yang tahun ini meraih penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Kerukunan Umat Beragama dari Kementerian Agama Pusat,” tambah Bupati.
Kepala Desa Sokong Sutiadi, menyampaikan pesan penting mengenai persatuan masyarakat serta mendesak perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi infrastruktur desa yang dinilai masih memprihatinkan.
Desa Sokong yang lahir dari pemekaran Desa Tanjung, meski sudah tua baru dua kali digelar peringatan hari ulang tahun.
Lebih lanjut, Kades Sutiadi mengajak warga untuk mengawal proses pemekaran Desa Sokong yang akan melahirkan dua desa persiapan, yakni Desa Murkumuning dan Desa Panca Buana, syarat mutlak agar pemekaran berhasil menjadi desa definitif adalah menjaga keamanan, ketertiban, dan kamtibmas di wilayah masing-masing.
“Jangan sampai ada keributan, ini yang paling penting kalau kita ingin pemekaran ini lolos sesuai harapan, mari kita sama-sama mengawal,” tegas Sutiadi.
Ia juga meminta warga tidak menganggap acara HUT desa hanya sebagai seremonial belaka, melainkan sebagai wadah untuk menyamakan niat dan komitmen dalam mencapai tujuan pembangunan desa.
Sutiadi juga secara khusus menyoroti kerusakan jalan di wilayah Karang Sobor yang merupakan akses terdekat menuju Kantor Camat, Puskesmas, dan lapangan.
Kondisi jalan yang buruk tersebut berdampak langsung pada pelayanan kesehatan darurat.
“Masyarakat kami, terutama ibu hamil yang hendak melahirkan, terpaksa mengambil akses yang jauh karena jalan dekat di area BTN kondisinya sangat buruk, ini sangat memprihatinkan,”katanya.
Ketua Panitia HUT Hairul Anam menyampaikan bahwa pilihan konsep sederhana diambil untuk menekankan substansi kebersamaan dan pelestarian tradisi. “Kami menyelenggarakan acara dengan sesederhana mungkin, tetapi tidak mengurangi niat dan nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah berdirinya Desa Sokong,” ujarnya di hadapan para tamu undangan.
Ia menambahkan, hingga saat ini Desa Sokong tetap berdiri tegak sebagai desa yang maju dan mandiri berkat kuatnya pondasi keagamaan, adat istiadat, dan budaya lokal.
Perayaan Hari Jadi Desa Sokong ke-64 telah dimulai sejak awal Agustus dengan berbagai kegiatan pendahuluan.
“Pada 9 Agustus 2026, digelar kegiatan jalan sehat dan senam bersama dan dimeriahkan dengan pembagian doorprize kepada peserta,”katanya.
Menjelang puncak acara, ratusan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat Desa Sokong mengikuti pawai alegoris budaya.
Pawai menjadi tontonan menarik yang menampilkan kekayaan tradisi lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Kegiatan ini didukung penuh oleh warga dan aparatur desa, meski anggarannya terbatas, antusiasme masyarakat sangat tinggi,”katanya.
Acara HUT menjadi momen refleksi bagi warga Desa Sokong untuk mengenang perjalanan desa selama 64 tahun terakhir, melalui perayaan ini, diharapkan semangat gotong royong dan pelestarian budaya terus terjaga demi kemajuan Desa Sokong di masa depan.(r15)
Share this content:
















