Loading Now
×

Cegah Polemik Tabungan Siswa, Pemkab Lombok Utara Wajibkan Program Satu Rekening Satu Pelajar

Cegah Polemik Tabungan Siswa, Pemkab Lombok Utara Wajibkan Program Satu Rekening Satu Pelajar

Lombok Utara (getinsidetv.com) — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mengambil langkah proaktif guna mencegah terulangnya polemik pengelolaan tabungan siswa di luar lembaga resmi. Melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), pemerintah mewajibkan pihak sekolah untuk mengarahkan tabungan siswanya ke perbankan yang diawasi penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komitmen ini ditegaskan dalam acara “Sosialisasi Program KEJAR dan Aksi Indonesia Menabung” yang dihadiri oleh lebih dari 70 Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Lombok Utara, Rabu (12/8/2026).

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Najib, S.Pd., menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab berat. Tidak hanya sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan karakter hidup hemat dan sadar finansial kepada anak sejak dini.

Meski demikian, Najib menggarisbawahi bahwa niat baik menabung harus diiringi dengan tata kelola yang aman.

“Kegiatan ini menjadi momen yang tepat untuk kita bersama-sama mengembalikan tata kelola tabungan siswa ke jalur yang benar. Praktik hidup hemat dan menabung harus dilaksanakan dengan cara yang baik, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi resmi negara,” tegas Najib.

Pernyataan senada disampaikan oleh Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Lombok Utara, Laela Sukati, S.Pt., MM. Menurutnya, pelibatan lembaga perbankan resmi mutlak diperlukan untuk menjamin keamanan dana para pelajar.

“Tujuan kita adalah bagaimana setiap sekolah mengarahkan siswanya menabung melalui perbankan yang legal dan ditetapkan oleh OJK. Kita tahu ada beberapa permasalahan (tabungan siswa) yang beberapa waktu lalu pernah timbul. Nah, untuk mencegah hal itu terulang, acara ini kita adakan,” jelas Laela.

Dalam sosialisasi yang mengusung tema “Generasi Cerdas, Generasi Gemar Menabung, Menabung Sejak Dini” tersebut, Pemkab KLU turut menghadirkan enam lembaga keuangan dan perbankan resmi, di antaranya BPR Trimanandi dan BPR NTB Cabang Kayangan.

Laela juga memberikan “bocoran” untuk memotivasi para kepala sekolah. Menjelang puncak peringatan Hari Indonesia Menabung yang akan dirayakan di tingkat Provinsi NTB pada 28 Agustus 2026 mendatang, OJK telah menyiapkan apresiasi khusus.

“Nanti akan ada apresiasi berupa hadiah. Akan dipilih 500 siswa dari 5 sekolah terbaik yang paling aktif, jadi masing-masing sekolah diwakili 100 siswa. Pengumumannya pada 28 Agustus nanti. Karena itu, kami harapkan Bapak/Ibu Kepala Sekolah proaktif mendorong pembukaan rekening ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Kadis Dikbudpora KLU, Muhammad Najib, juga melontarkan gagasan pragmatis kepada pihak perbankan yang hadir. Ia meminta adanya kolaborasi dua arah yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara bank dan sekolah.

Najib menyebut, ketika institusi pendidikan memercayakan dana siswanya di sebuah bank, ia berharap ada bentuk timbal balik berupa dukungan korporasi (seperti Corporate Social Responsibility/CSR) untuk kegiatan mendesak di sekolah.

“Terus terang, satuan pendidikan kita sering kali terkendala dana jika hanya bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang proses pencairannya butuh waktu. Sementara, kadang ada kegiatan sekolah yang sifatnya mendadak dan mendesak. Mudah-mudahan nanti kita bisa berkolaborasi dan saling membantu,” pungkas Najib menutup arahannya.

Melalui sinergi antara Pemkab, OJK, Perbankan, dan satuan pendidikan ini, diharapkan target literasi dan inklusi keuangan di Provinsi NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Utara, dapat tercapai secara signifikan dan berkelanjutan. (r15)

Share this content:

You cannot copy content of this page