

Bupati Najmul Akhyar Canangkan Pembagian Bendera Merah Putih di SMPN 1 Tanjung
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., menghadiri sekaligus mencanangkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih. Pencanangan gerakan kebangsaan tersebut berlangsung khidmat di halaman SMPN 1 Tanjung, Kecamatan Tanjung, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang diselimuti suasana patriotik ini dihadiri langsung oleh unsur Forkopimda Kabupaten Lombok Utara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) KLU H. Adenan, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 1 Tanjung, beserta jajaran dewan guru. Pencanangan tersebut disaksikan langsung oleh ratusan siswa-siswi yang memadati lapangan sekolah.
Dalam pandangan Bupati Najmul, kibaran Sang Saka Merah Putih bukan sekadar lembaran kain dua warna tanpa makna semata. Bendera negara adalah simbol kedaulatan dan konsensus sejarah perjuangan bangsa yang direbut melalui pengorbanan darah, keringat, serta air mata para pahlawan kemerdekaan.
“Gerakan pembagian bendera ini bertujuan agar Merah Putih dapat dikibarkan secara serentak di seluruh pelosok bumi Dayan Gunung dalam rangka memperingati HUT RI ke-81. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah karunia besar Allah SWT yang memungkinkan kita semua dapat beribadah dan berkarya dalam suasana damai,” tegas Najmul di hadapan ratusan siswa.
Di hadapan para pelajar, bupati Lombok Utara dua periode ini menyuarakan keprihatinannya atas dinamika sosial yang mengintai remaja. Ia menggarisbawahi bahwa ancaman terbesar generasi penerus saat ini bukan lagi invasi militer asing, melainkan bahaya pergaulan bebas, dekadensi moral, serta penyalahgunaan narkotika yang berpotensi menghancurkan masa depan daerah.
Najmul mewanti-wanti para pelajar untuk membentengi diri dari pengaruh lingkungan negatif dan memfokuskan energi muda untuk mengukir prestasi akademis maupun non-akademis. “Jauhilah perbuatan merusak diri sendiri. Sangat disayangkan masih ada anak-anak kita yang terjebak pergaulan negatif. Jadikan masa muda sebagai momentum untuk menorehkan prestasi yang membanggakan orang tua dan daerah,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol KLU H. Adenan menjelaskan bahwa gerakan pembagian bendera ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk merevitalisasi rasa cinta tanah air di ranah pendidikan. Adenan menegaskan adanya transformasi bentuk perjuangan bagi generasi Z dan Alfa di era modern saat ini.
“Menjaga kemerdekaan hari ini tidak lagi dengan mengangkat senjata di medan pertempuran. Perjuangan generasi muda saat ini dilakukan melalui belajar sungguh-sungguh, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta membangun karakter mulia,” terang Adenan dalam laporannya.
Kesbangpol KLU mengajak seluruh kepala desa, tokoh masyarakat, dan jajaran pendidik di Lombok Utara untuk konsisten menyalakan api kebangsaan di lingkungan masing-masing. Pendidik diharapkan menjadi garda terdepan dalam mentransfer nilai-nilai Pancasila agar bendera merah putih tidak hanya berkibar secara fisik di halaman rumah warga, tetapi juga di dalam sanubari setiap anak bangsa.
Melalui pencanangan serentak di SMPN 1 Tanjung ini, Pemkab Lombok Utara berharap nilai-nilai nasionalisme tidak berhenti sebagai rutinitas seremonial tahunan tiap bulan Agustus. Penanaman nilai-nilai patriotisme diharapkan terinternalisasi secara berkesinambungan sebagai fondasi utama mencetak calon-calon pemimpin Lombok Utara yang berkarakter, berdaya saing, dan berwawasan kebangsaan.(r15)
Share this content:

















