Loading Now
Ă—

Bupati Najmul Lepas Kontingen KLU Menuju Porprov NTB 2026

Bupati Najmul Lepas Kontingen KLU Menuju Porprov NTB 2026

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Langkah 254 atlet terbaik Kabupaten Lombok Utara (KLU) menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat resmi dimulai. Dalam seremoni pelepasan di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Jumat (10/7/2026), Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H. melepas total 303 orang anggota kontingen—terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial—yang akan bertarung di 30 cabang olahraga pada 11–26 Juli 2026 mendatang. Namun, di balik riuk perayaan dan parade sportivitas tersebut, tersimpan dinamika serius terkait tata kelola anggaran pembinaan prestasi olahraga daerah.

Sinyal dukungan pemerintah daerah sejatinya ditunjukkan lewat pengalokasian anggaran khusus sekitar Rp1,4 miliar pada Tahun Anggaran 2026. Dana yang difasilitasi melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) KLU ini dikucurkan untuk menopang persiapan teknis, pemusatan latihan (training center), serta kebutuhan logistik kompetisi para atlet selama berlaga di Pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Di hadapan Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, dan jajaran pengurus cabang olahraga (cabor), Bupati Najmul menyampaikan pesan mendalam. Ia menegaskan bahwa kemenangan bersih yang diraih secara terhormat jauh lebih bernilai ketimbang medali yang dinodai kecurangan. Menurutnya, para atlet tidak hanya bertanding membawa nama pribadi, melainkan memikul kehormatan serta ekspektasi besar seluruh masyarakat Lombok Utara.

Najmul optimistis bahwa gemblengan fisik dan mental selama masa pemusatan latihan akan menjadi modal krusial para atlet di lapangan. Keringat dan komitmen yang telah dicurahkan diharapkan bertransformasi menjadi daya juang tinggi demi mempertahankan KLU sebagai salah satu lumbung kekuatan olahraga terpilih di NTB. Harapan besar digantungkan agar tradisi juara dan kejayaan masa lalu dapat kembali direbut secara sportif.

Meski demikian, di balik panggung seremoni pelepasan yang megah, terselip narasi ironis yang disampaikan oleh pihak pengurus olahraga. Koordinator Bidang Prestasi KONI KLU, Fatmawati, mengungkapkan bahwa perjalanan kontingen menuju Porprov XII NTB dibayangi oleh keterbatasan anggaran operasional organisasi yang cukup menyulitkan.

Fatmawati menyentil belum optimalnya dukungan anggaran hibah Pemkab KLU kepada KONI sebagai lembaga penyokong olahraga berpayung hukum undang-undang. Sepanjang periode kepengurusan saat ini, KONI KLU mengklaim tidak menerima kucuran dana hibah maupun operasional khusus organisasi secara langsung dari pemerintah daerah. Ketiadaan alokasi hibah ini memaksa pengurus KONI bergerak dalam ruang gerak yang sangat terbatas untuk melakukan pembinaan atlet jangka panjang.

Kondisi ini menegaskan adanya pola tata kelola anggaran yang unik di KLU: pemerintah daerah memilih memusatkan dan mengeksekusi anggaran Porprov sebesar Rp1,4 miliar melalui DPA Kedinasan (Dikbudpora), alih-alih mentransfernya dalam bentuk hibah penuh kepada KONI. Walau melimitasi keleluasaan operasional induk organisasi, KONI KLU mengapresiasi peran Dikbudpora yang tetap memfasilitasi kebutuhan mendasar keberlangsungannya kontingen.

Polemik anggaran ini membuka ruang diskusi penting mengenai model pembinaan olahraga berkelanjutan di daerah. Kebijakan menyalurkan anggaran secara langsung melalui dinas teknis dapat dipandang sebagai langkah kehati-hatian (prudential) dan pengawasan tata kelola keuangan negara. Namun di sisi lain, skema ini berisiko memangkas kemandirian serta fleksibilitas KONI dalam menyusun program pemandatan bakat dan pembinaan jangka panjang di luar agenda empat tahunan.

Kendati berhadapan dengan himpitan operasional, pengurus KONI bersama pimpinan cabor menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra strategis Pemkab Lombok Utara. Mental bertanding para putra-putri Dayan Gunung dipastikan tidak surut sedikit pun. Bagi mereka, panggilan membela kehormatan daerah di kancah provinsi berada di atas segala keterbatasan birokrasi anggaran.

Pergelaran Porprov NTB XII/2026 akhirnya menjadi panggung ujian ganda bagi Lombok Utara: memuji daya juang atlet di gelanggang kompetisi sekaligus mengevaluasi sinergi regulasi anggaran olahraga daerah. Dengan modal mental baja para atlet dan komitmen perbaikan tata kelola di masa depan, Lombok Utara berpeluang tak hanya pulang membawa medali, tetapi juga membawa pulang cetak biru (blueprint) pembinaan prestasi yang jauh lebih matang, transparan, dan akuntabel.(r15)

Share this content:

You cannot copy content of this page