

Paripurna Istimewa, Bupati Najmul Paparkan Capaian 18 Tahun KLU
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Perjalanan 18 tahun Kabupaten Lombok Utara (KLU) pascapemekaran mencatatkan lompatan pembangunan yang signifikan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KLU menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka peringatan HUT ke-18 KLU di Ruang Sidang Utama DPRD KLU, Tanjung, Senin (20/7/2026). Rapat paripurna ini menjadi ajang refleksi atas transformasi ekonomi dan sosial daerah Dayan Gunung tersebut.
Sidang paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD KLU Agus Jasmani ini dihadiri Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., Anggota DPRD Provinsi NTB Raden Nuna Abriadi dan Sudirsah Sujanto, Sekda Sahabuddin, jajaran Forkopimda KLU, serta pimpinan organisasi wanita daerah. Kehadiran lintas elemen pimpinan daerah ini menegaskan soliditas sinergi eksekutif-legislatif dalam mengawal arah pembangunan KLU.
Dalam pidato pembukanya, Ketua DPRD KLU Agus Jasmani menyoroti indikator kemandirian fiskal daerah yang melonjak tajam. Agus memaparkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) KLU yang pada masa awal berdiri hanya berkisar Rp6,8 miliar, kini telah menembus angka fantastis Rp350 miliar pada usianya yang ke-18.
Pertumbuhan PAD hingga puluhan kali lipat tersebut membuktikan keberhasilan diversifikasi potensi ekonomi daerah, khususnya dari sektor pariwisata, retribusi, dan pajak daerah. Capaian ini menempatkan Lombok Utara sebagai salah satu simpul kekuatan ekonomi baru yang penting dan diperhitungkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar dalam pidato utamanya menegaskan bahwa peringatan usia 18 tahun bukan sekadar formalitas angka. Momentum ini adalah simbol perjalanan bersama dalam merawat cita-cita pemekaran, yakni menghadirkan kesejahteraan nyata dan mendekatkan pelayanan publik kepada seluruh warga masyarakat.
Najmul kemudian merincikan deretan capaian makro daerah, salah satunya keberhasilan menekan angka kemiskinan secara drastis dari 43,12 persen di awal pemekaran menjadi 20,74 persen. Di sektor kesehatan, prevalensi stunting pada Triwulan I 2026 berhasil ditekan hingga 12,9 persen—lampaui target nasional berkat integrasi kerja kader posyandu dan tenaga medis.
Dari aspek tata kelola keuangan negara, Pemkab KLU kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan NTB untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Konsistensi ini berjalan seiring dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KLU yang kini menyentuh angka 69,63 persen.
Selain indikator angka, pembangunan infrastruktur fisik turut diarahkan pada penciptaan ruang publik berbasis ekonomi kerakyatan. Kehadiran Alun-Alun Kabupaten Lombok Utara kini menjelma sebagai ikon anyar daerah sekaligus pusat interaksi sosial, ekspresi budaya, dan wadah pemberdayaan UMKM lokal.
Menatap masa depan, KLU mulai membangun identitas ekonomi baru sebagai “Pusat Peradaban Kurma Tropis Dunia” di Indonesia. Terobosan ini bukan sekadar intensifikasi pertanian komoditas unggulan, melainkan pembentukan ekosistem terpadu yang memadukan riset agribisnis, pariwisata agro-religi, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Sebagai kado istimewa HUT ke-18, Bupati Najmul secara resmi menyerahkan Peraturan Bupati tentang Pembentukan 26 Desa Persiapan dari 22 desa induk. Kebijakan pemekaran desa ini diproyeksikan menjadi mesin pendorong percepatan pelayanan publik di tingkat akar rumput sekaligus melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri di KLU.(r15)
Share this content:














