Sinergi Bupati Najmul dan Abdul Hadi, Resmikan Jembatan Gantung Akses Vital Pelajar di KLU
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Aksesibilitas antarwilayah di pelosok Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini semakin terbuka lebar. Peresmian jembatan gantung di kawasan DAM Santong, Kecamatan Kayangan, menjadi tonggak baru bagi kemajuan mobilitas warga di wilayah tersebut, Selasa (28/04/2026).
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara secara khusus memberikan apresiasi tinggi atas terealisasinya pembangunan infrastruktur ini. Jembatan tersebut merupakan hasil perjuangan aspirasi Anggota DPR RI Fraksi PKS, Abdul Hadi, melalui Komisi V.
Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., hadir langsung untuk meresmikan fasilitas tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa jembatan gantung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi baru bagi kehidupan masyarakat.

Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi katalisator utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selama ini, kendala geografis sering kali menjadi penghambat utama bagi petani di sekitar DAM Santong dalam memasarkan hasil bumi mereka.
“Dengan adanya jembatan ini, biaya logistik dan waktu tempuh masyarakat untuk membawa hasil pertanian ke pasar menjadi lebih efisien. Hal ini otomatis akan meningkatkan pendapatan para petani kita,” ujar Bupati Najmul.
Selain sektor ekonomi, sektor pendidikan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kehadiran infrastruktur ini. Keselamatan para pelajar yang sebelumnya harus berjuang menyeberangi sungai kini lebih terjamin.
Dahulu, anak-anak sekolah sering kali harus bertaruh nyawa atau melingkar cukup jauh hanya untuk sampai ke ruang kelas. Kini, perjalanan menuju sekolah dapat ditempuh dengan lebih aman, mudah, dan dalam waktu yang lebih singkat.
Bupati Najmul juga menitipkan pesan mendalam kepada warga sekitar untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap jembatan tersebut. Perawatan rutin secara swadaya dinilai penting agar manfaat jembatan dapat dirasakan oleh lintas generasi.
Sementara itu, Anggota DPR RI, Abdul Hadi, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmennya di Komisi V untuk memeratakan pembangunan infrastruktur dari pusat hingga ke desa-desa di Lombok Utara.
Proyek jembatan gantung ini dibiayai melalui skema pokok pikiran (pokir) dengan total anggaran yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp11 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan di beberapa titik strategis di wilayah KLU.
“Program jembatan gantung ini dirancang khusus untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah yang selama ini masih tergolong terisolasi atau sulit diakses kendaraan roda empat,” jelas Abdul Hadi.
Selain jembatan gantung, Abdul Hadi juga memaparkan sejumlah program bantuan lain yang telah dan akan segera masuk ke Bumi Tioq Tata Tunaq melalui jalur aspirasi pusat.
Program-program tersebut mencakup sektor sanitasi dan air bersih melalui Pamsimas serta Sanimas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui akses air bersih yang layak.
Tak hanya itu, bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga terus digelontorkan guna memastikan masyarakat memiliki hunian yang lebih manusiawi dan aman.
Pembangunan jaringan irigasi bagi para petani serta perbaikan jalan penghubung antardesa juga menjadi prioritas dalam paket pembangunan infrastruktur yang dikawal oleh Abdul Hadi di tingkat pusat.
Kolaborasi ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara eksekutif di daerah dengan wakil rakyat di Senayan. Koordinasi yang baik terbukti mampu menarik anggaran pusat untuk membiayai kebutuhan mendesak di daerah.
Peresmian jembatan gantung di DAM Santong ini disambut antusias oleh ratusan warga. Suasana haru dan syukur mewarnai prosesi pemotongan pita yang menandai mulai beroperasinya jembatan tersebut.
Masyarakat Kayangan kini memiliki infrastruktur yang mampu mendukung aktivitas harian mereka tanpa perlu khawatir dengan hambatan aliran sungai, terutama saat musim penghujan tiba.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berkomitmen untuk terus membuka komunikasi dengan berbagai pihak demi percepatan pembangunan infrastruktur penunjang lainnya di seluruh kecamatan.
Tuntasnya pembangunan jembatan gantung ini menjadi bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui saluran yang tepat dapat menghasilkan solusi konkret bagi kemajuan daerah di tahun 2026 ini.(r15)
Share this content:




Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.