Loading Now
×

Bupati Najmul Akhyar Sebut Desa Persiapan Torean Paling Siap Mekar dari Sisi Infrastruktur

Bupati Najmul Akhyar Sebut Desa Persiapan Torean Paling Siap Mekar dari Sisi Infrastruktur

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Semangat kegotongroyongan, rasa syukur yang mendalam, serta gelora kebanggaan masyarakat perdesaan menyelimuti kawasan lereng Gunung Rinjani. Pada Sabtu (24/10/2026), masyarakat Desa Persiapan Torean, Kecamatan Bayan, menggelar Acara Gawe Tasyakuran dalam rangka menyambut Penjabat Sementara (PjS) Kepala Desa Torean yang baru, Lalu Yanis Maladi, S.Sos. Perhelatan akbar yang dirangkaikan secara khusus dengan peresmian Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Persiapan Torean tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran petinggi eksekutif serta legislatif daerah.

Perhelatan tasyakuran dan peresmian fasilitas kesehatan publik yang menjadi tonggak sejarah baru tata kelola pemerintahan di wilayah pemekaran dari Desa Induk Loloan ini dihadiri oleh deretan tokoh penting. Tampak hadir di panggung kehormatan mendampingi warga antara lain Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., Anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto, S.Pd.B., S.IP., jajaran Anggota DPRD KLU Dapil Bayan, Camat Bayan Johansyah, S.Pd., para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KLU, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Bayan, tokoh agama, tokoh adat, serta ribuan warga masyarakat setempat.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati secara langsung di Desa Persiapan Torean menjadi bentuk pengakuan dan dukungan moral yang sangat kuat atas komitmen swadaya warga yang berhasil membangun gedung kantor desa, aula representatif, hingga fasilitas pendukung secara mandiri. Dalam sambutan utamanya, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar memberikan pujian terbuka bahwa Desa Persiapan Torean tercatat sebagai salah satu desa persiapan yang paling siap dan matang untuk dimekarkan, baik dari aspek kesiapan fisik bangunan kantor maupun kelengkapan infrastruktur dasarnya.

Bupati Najmul menegaskan bahwa kesiapan fisik yang luar biasa megah tersebut membuktikan secara mutlak bahwa warga masyarakat Desa Induk Loloan dan Desa Persiapan Torean memiliki tekad kolektif yang sangat kuat untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta mendekatkan rentang kendali pelayanan publik. Keberadaan fasilitas seperti aula desa dan Pustu di lokasi pemekaran menunjukkan bahwa warga tidak hanya berpangku tangan menunggu uluran tangan pemerintah, melainkan bergerak aktif membangun daerahnya.

“Desa Persiapan Torean adalah salah satu desa persiapan yang paling siap untuk dimekarkan dari sisi fisik dan infrastrukturnya. Kantor desanya sudah berdiri megah, aulanya sudah ada, dan fasilitas Puskesmas Pembantu juga sudah tersedia dengan baik. Ini membuktikan bahwa masyarakat kita di Desa Loloan dan Torean ini memang memiliki niat tulus dan tekad yang kuat untuk mandiri melalui pemekaran wilayah,” puji Bupati Najmul Akhyar di hadapan ribuan warga yang menyambutnya penuh antusias.

Menyinggung tahapan administratif lanjutan, Bupati Najmul menjelaskan bahwa proses pemekaran 26 desa persiapan di Kabupaten Lombok Utara, termasuk Torean, saat ini telah memasuki fase krusial. Nomor registrasi resmi dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait dan Pemerintah Provinsi NTB telah diterbitkan. Langkah strategis berikutnya yang akan segera dieksekusi adalah mendaftarkan seluruh desa persiapan tersebut secara resmi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia guna memperoleh kodefikasi definitif.

Bupati Najmul menekankan bahwa muara akhir dari seluruh proses administrasi pemekaran ini adalah kepastian alokasi fiskal. Setelah terdaftar di Kemendagri, Kementerian Keuangan RI akan memasukkan Desa Torean ke dalam basis data penerima Dana Desa secara nasional. Dengan demikian, hak desa atas kucuran dana pembangunan dari negara dapat segera dinikmati untuk mendanai program kesejahteraan masyarakat Torean. Terkait masa transisi, Bupati menginstruksikan PjS Kades untuk menjaga komunikasi harmonis dengan Kades Loloan ihwal pengelolaan alokasi maksimal 30 persen dana operasional dari desa induk.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri memberikan pengarahan mendalam mengenai ketatnya regulasi evaluasi desa persiapan menuju status definitif. Berdasarkan pengalaman empiris penataan 10 desa persiapan sebelumnya, proses transformasi membutuhkan waktu dan pengawalan intensif. Wabup Kus menegaskan bahwa PjS Kepala Desa mengemban tugas yang sangat berat dengan delapan indikator tugas pokok yang harus dituntaskan, termasuk mempersiapkan instrumen pemilihan kepala desa definitif pada waktunya.

Wabup Kusmalahadi secara khusus memberikan apresiasi tinggi atas kemandirian arsitektural fasilitas di Torean. Ia mengaku terkesan saat pertama kali diundang dan mendapati kelengkapan sarana fisik kantor yang sangat representatif. Di samping itu, Wabup Kus membeberkan rencana strategis Pemkab KLU untuk memekarkan Kecamatan Bayan menjadi dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Bayan dan Kecamatan Bayan Barat, di mana pemenuhan syarat minimal 10 desa definitif menjadi kunci mutlak yang disokong melalui percepatan definitif 26 desa persiapan di KLU hingga tahun 2028 mendatang.

Tidak hanya dari aspek tata kelola pemerintahan, potensi sektor pariwisata di Desa Persiapan Torean turut mendapat sorotan tajam dari Wakil Bupati. Torean dikenal luas memiliki destinasi wisata alam berkaliber internasional, yakni jalur pendakian Gunung Rinjani via Torean yang kerap disetarakan dengan keindahan lanskap alam di Eropa dan Himalaya. Potensi luar biasa ini diproyeksikan oleh Pemkab KLU sebagai salah satu lumbung Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan guna mendongkrak kemandirian fiskal daerah.

Anggota DPRD Provinsi NTB, Sudirsah Sujanto, S.Pd.B., S.IP., yang turut hadir dalam perhelatan tersebut, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Torean. Sudirsah mengingatkan agar masyarakat tidak terbuai dalam euforia berlebihan, mengingat pencapaian saat ini baru merupakan langkah awal dari rangkaian panjang proses menuju desa definitif. Sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri Nomor 1 Tahun 2017, Torean telah memenuhi syarat jumlah penduduk minimal 500 KK atau 2.500 jiwa.

Kepala Desa Induk Loloan, Lalu Hinaskin, menyatakan rasa bangga yang mendalam atas capaian kemandirian desanya. Ia menjamin bahwa komitmen Desa Loloan dalam mengalokasikan anggaran maksimal 30 persen untuk mendukung operasional Desa Persiapan Torean akan dikawal secara transparan dan akuntabel. Hal senada diungkapkan oleh PjS Kepala Desa Persiapan Torean, Lalu Yanis Maladi, S.Sos., yang menyatakan komitmen penuhnya untuk mendedikasikan tenaga dan pikiran guna memimpin transisi Torean menuju desa definitif yang maju, mandiri, dan menyejahterakan masyarakat.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page