Loading Now
×

Peringati HSN Ke-12 Tingkat KLU di Ponpes Isti’daduddarain, Wabup Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri Ajak Santri Kuatkan Negeri Lewat Ilmu, Teknologi, dan Inovasi

Peringati HSN Ke-12 Tingkat KLU di Ponpes Isti’daduddarain, Wabup Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri Ajak Santri Kuatkan Negeri Lewat Ilmu, Teknologi, dan Inovasi

Lombok Utara (Getinsidetv.com) — Khidmat gema selawat dan gelora semangat nasionalisme berpadu indah di kawasan pondok pesantren perdesaan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pada Kamis pagi (22/10/2026), Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) KLU menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 Tahun 2026. Perhelatan upacara bendera berskala kabupaten yang berlangsung penuh khidmat dan diselimuti suasana kebangsaan tersebut dipusatkan di Kompleks Pondok Pesantren Isti’daduddarain, Orong Rumput, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung.

Dalam perhelatan memperingati momentum bersejarah HSN 2026 yang mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut, Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Kedatangan Wabup Kusmalahadi di lapangan upacara disambut hangat oleh jajaran pimpinan pondok pesantren, para kiai, serta ribuan santriawan dan santriwati yang tampak anggun mengenakan sarung, baju koko, dan peci putih khas identitas santri Nusantara.

Upacara peringatan Hari Santri ke-12 di Tanjung ini dihadiri secara utuh oleh pimpinan instansi vertikal, pejabat daerah, serta pimpinan lembaga keagamaan se-Kabupaten Lombok Utara. Tampak hadir di panggung kehormatan antara lain perwakilan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) KLU, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) KLU H. Muhammad Najib, S.Pd., M.Pd., Plt. Kepala Kantor Kemenag KLU H. Hamdun, S.Ag., M.H.I., para Camat, Pimpinan Ponpes Isti’daduddarain, pimpinan ormas Islam, serta jajaran tamu undangan lainnya.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara di hadapan ribuan santri yang berbaris rapi, Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri secara khidmat membacakan amanat tertulis dari Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Dalam amanat Menag yang dibacakannya, Wabup Kus menegaskan bahwa peringatan Hari Santri yang ditetapkan setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum sejarah paling krusial untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan jejak perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wabup Kus memaparkan rekam jejak sejarah kemerdekaan bangsa di mana cetusan Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh Pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 silam menjadi pemantik utama yang membangkitkan kobaran semangat perlawanan umat Islam menghadapi pasukan sekutu. Peristiwa bersejarah tersebut membuktikan secara sah bahwa para santri dan kiai bukan sekadar kelompok penjaga moral keagamaan di dalam bilik pesantren, melainkan aktor utama dan pilar pembentuk benteng pertahanan bangsa Indonesia.

“Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa fatwa Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan gelombang semangat perjuangan seluruh umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa heroik tersebut mengajarkan kepada kita semua bahwa santri sejak dahulu bukanlah penonton, melainkan garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa dan penjaga nilai-nilai suci agama,” tegas Wabup Kusmalahadi membacakan amanat Menag RI.

Lebih lanjut, Wabup Kusmalahadi menggarisbawahi bahwa mengenang dan mengagungkan jasa-jasa besar para pahlawan dan ulama pendahulu tidak boleh berhenti pada rangkaian seremoni atau parade upacara semata. Nilai-nilai perjuangan tersebut harus ditransformasikan ke dalam bentuk pengabdian nyata dan karya inovatif yang relevan dengan dinamika zaman modern. Mengacu pada tema HSN 2026, para santri masa kini mengemban tanggung jawab peradaban yang sangat besar dalam menentukan arah masa depan bangsa menyongsong Indonesia Emas 2045.

Orang nomor dua di Kabupaten Lombok Utara ini membandingkan dinamika perjuangan santri antar-zaman. Jika pada masa pergerakan kemerdekaan dahulu para santri angkat senjata menguatkan negeri melalui fisik dan pertumpahan darah melawan penjajah, maka pada era digitalisai saat ini santri dituntut untuk menguatkan negeri melalui penguasaan ilmu pengetahuan umum, sains modern, teknologi informasi, inovasi ekonomi, serta tetap menggenggam erat benteng akhlakul karimah.

“Tantangan zaman yang dihadapi santri masa kini memang telah berubah secara fundamental. Namun demikian, ruh dan semangat pengabdian tanpa pamrih kepada negeri tercinta bagi seorang santri tidak boleh surut atau padam sedikit pun. Jika dahulu santri menguatkan negeri dengan perjuangan fisik di medan pertempuran, maka hari ini santri KLU harus menguatkan negeri dengan penguasaan ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, melahirkan inovasi, dan tentu saja memancarkan akhlak mulia di tengah masyarakat,” kata Wabup Kus memberikan penekanan.

Di hadapan ribuan santri, Wabup Kusmalahadi juga menegaskan pesan inklusif bahwa peringatan Hari Santri sejatinya bukanlah milik eksklusif umat Islam atau warga pesantren semata. Hari Santri adalah milik seluruh elemen bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan, persaudaraan, dan kebhinekaan di bawah naungan falsafah Hubbul Wathan Minal Iman—mencintai tanah air adalah bagian dari manifestasi keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pemkab Lombok Utara berharap seluruh pondok pesantren yang tersebar di lima kecamatan se-KLU dapat semakin optimal dan konsisten dalam menjalankan tiga fungsi utamanya sesuai dengan amanat Undang-Undang Pesantren. Tiga pilar fungsi tersebut mencakup fungsi pendidikan untuk melahirkan generasi cerdas dan berakhlak; fungsi dakwah untuk menyebarkan syiar Islam yang ramah, toleran, dan menyejukkan; serta fungsi pemberdayaan masyarakat untuk menggerakkan kemandirian ekonomi umat di perdesaan.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terus mendorong agar pesantren-pesantren kita di KLU dapat mengeksekusi tiga fungsi utamanya secara seimbang. Pertama, fungsi pendidikan guna mencetak SDM unggul. Kedua, fungsi dakwah untuk memperkuat kerukunan dan menjaga stabilitas kerukunan warga. Serta ketiga, fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat agar pesantren mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan warga di sekitarnya,” pangkas Wabup Kusmalahadi memaparkan komitmen Pemkab KLU.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama Kemenag KLU berkomitmen untuk terus memberikan fasilitasi dan perhatian bagi pengembangan kualitas sarana prasarana pesantren di Lombok Utara. Intervensi kebijakan terus diarahkan untuk mendorong peningkatan kapasitas kompetensi para ustaz-ustazah, pembina santri, serta fasilitasi akses wirausaha berbasis santri (santripreneur) agar pondok pesantren di Lombok Utara memiliki daya saing tinggi.

Mengakhiri amanat resmi Menteri Agama di podium utama, Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri mengajak seluruh peserta upacara dan tamu undangan untuk sejenak menundukkan kepala, menyampaikan doa terbaik bagi keselamatan para pahlawan bangsa, syuhada, kiai, dan ulama yang telah gugur mendahului. Wabup Kus berharap perjuangan tulus para pendahulu mendapatkan tempat termulia di sisi Allah SWT.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, kami mengucapkan Selamat Hari Santri Tahun 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pondok pesantren, khususnya di Kabupaten Lombok Utara. Teruslah menjaga tradisi luhur, menguasai teknologi, mengembangkan inovasi, dan mengabdikan diri secara tulus untuk negeri. Jadilah santri yang menguatkan negeri menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tutup Wabup Kusmalahadi mengakhiri amanatnya yang disambut tepuk tangan riuh dan pekikan takbir dari ribuan santri.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page