Loading Now
×

Wabup Kusmalahadi Syamsuri Secara Resmi Tutup Mini Soccer Lokok Reban Cup 2026 di Bayan

Wabup Kusmalahadi Syamsuri Secara Resmi Tutup Mini Soccer Lokok Reban Cup 2026 di Bayan

LOMBOK UTARA (Getinsidetv.com) — Lautan semangat olahraga dan semarak kebersamaan masyarakat perdesaan mewarnai penutupan kompetisi olahraga rakyat di wilayah utara Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pada Minggu (25/10/2026), Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., secara resmi menutup perhelatan Turnamen Mini Soccer Lokok Reban Cup 2026. Acara seremonial penutupan turnamen yang berlangsung meriah, aman, dan penuh sportivitas tersebut dipusatkan di Lapangan Mini Soccer Lokok Reban, Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Perhelatan penutupan turnamen olahraga yang menyedot perhatian ribuan pasang mata warga perdesaan ini dihadiri oleh jajaran wakil rakyat, pejabat pemerintah daerah, serta pimpinan organisasi olahraga. Tampak hadir mendampingi Wakil Bupati di panggung kehormatan antara lain Ketua Komisi II DPRD KLU Kamah Yudiarto, Koordinator Mini Soccer Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Fetty Faryah, S.H., Kepala Desa Mumbul Sari Mujtahidin, A.Md., Ketua Panitia Pelaksana M. Aliudin, jajaran pengurus Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan suporter dari berbagai desa.

Dalam pidato pengarahannya sebelum menyerahkan trofi bergilir kepada tim pemenang, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menyampaikan ucapan selamat yang setinggi-tingginya kepada tim Barbir FC yang keluar sebagai juara pertama. Wabup Kus mengapresiasi seluruh rangkaian pertandingan yang secara umum bergulir secara aman, lancar, dan aman terkendali sejak babak penyisihan hingga partai final. Wabup menegaskan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan turnamen olahraga sejatinya melampaui sekadar persaingan menendang bola di atas rumput hijau.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara, kami menyampaikan selamat kepada tim pemenang. Alhamdulillah, secara umum seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan dengan sangat baik dan tertib. Kita harus memandang bahwa esensi dari penyelenggaraan turnamen mini soccer ini melampaui sekadar kompetisi fisik di atas lapangan. Ini adalah bentuk komitmen kita bersama dalam membangun masyarakat perdesaan yang sehat dan berkarakter,” ujar Wabup Kusmalahadi memaparkan pandangannya di hadapan para pemain.

Lebih lanjut, Wabup Kusmalahadi membeberkan empat pilar utama yang menjadi tujuan strategis Pemkab KLU dalam mendukung iklim turnamen olahraga masyarakat. Menurutnya, mini soccer harus mampu dijadikan instrumen pembangunan sosial yang holistik. Pilar pertama adalah sebagai ajang pembuktian dan penegakan nilai-nilai sportivitas; pilar kedua sebagai media perekat tali silaturahmi antar-warga desa; pilar ketiga sebagai wadah pembinaan mentalitas serta bakat pemuda; serta pilar keempat sebagai sarana pemantik daya bangkit ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga sekitar lokasi acara.

“Turnamen ini bukan sekadar kegiatan menendang bola biasa, melainkan memiliki empat nilai strategis. Pertama, menunjukkan nilai sportivitas sejati di arena pertandingan. Kedua, mempererat tali silaturahmi antar-klub dan perdesaan. Ketiga, menjadi wadah efektif untuk pembinaan generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif. Serta keempat, perhelatan ini terbukti menjadi sarana pemberdayaan UMKM, di mana para pedagang kecil di sekitar arena merasakan dampak peningkatan ekonomi,” jelas Wabup Kus merinci manfaat turnamen.

Dalam momen pengarahan yang menjadi perhatian utama peserta, Wabup Kusmalahadi memberikan pesan edukatif yang sangat menyentuh terkait etika berolahraga, khususnya penghormatan terhadap perangkat pertandingan. Wabup mengingatkan seluruh pemain, manajer tim, dan suporter bahwa di dalam lapangan, wasit memegang kendali kepemimpinan penuh yang wajib dihormati. Ia mengimbau semua pihak untuk selalu menjunjung tinggi fair play dan menghentikan kebiasaan memberikan tekanan berlebihan kepada pengadil lapangan saat pertandingan berlangsung.

Orang nomor dua di KLU ini juga menyampaikan rasa bangganya karena Turnamen Mini Soccer Lokok Reban Cup 2026 ini tercatat sebagai turnamen mini soccer resmi perdana yang diselenggarakan di Kabupaten Lombok Utara. Kesuksesan penyelenggaraan yang disokong oleh kerja keras panitia lokal dari awal hingga penutupan akan dijadikan fondasi dan benchmark bagi Pemkab KLU untuk mendukung kegiatan serupa di masa depan dengan kategori usia yang lebih beragam guna menjangkau seluruh lapisan warga.

“Alhamdulillah, ini adalah perhelatan turnamen mini soccer pertama yang resmi diselenggarakan di Kabupaten Lombok Utara. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus mendukung turnamen-turnamen serupa dengan kategori yang lebih beragam ke depannya. Kepada tim-tim yang belum beruntung meraih trofi, tentu jangan berkecil hati atau patah semangat. Jadikan ini bahan evaluasi diri, teruslah berlatih dengan disiplin agar di turnamen berikutnya bisa tampil sebagai juara,” pangkas Wabup Kusmalahadi memotivasi para atlet muda.

Sementara itu, Koordinator Mini Soccer Provinsi NTB, Fetty Faryah, S.H., dalam sambutannya melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas kesuksesan gelaran Lokok Reban Cup 2026. Fetty menilai iklim kompetisi di Bayan sangat kondusif, aman, dan memancarkan standar kedewasaan berolahraga yang tinggi. Pihaknya memberikan penghargaan khusus kepada panitia pelaksana, koordinator teknis, serta korps wasit yang telah memimpin seluruh jalannya laga secara tegas, adil, dan berintegritas tanpa memicu keributan.

Fetty Faryah juga menyampaikan informasi penting bahwa Turnamen Lokok Reban Cup 2026 mencatatkan sejarah baru dalam peta olahraga daerah. Perhelatan ini merupakan kejuaraan Mini Soccer Super League resmi pertama yang terdaftar dan diselenggarakan di Kabupaten Lombok Utara. Rekam jejak manis ini diharapkan menjadi peta jalan (roadmap) awal agar pembinaan cabang olahraga mini soccer di KLU tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus bergulir secara konsisten di masa mendatang.

“Saya melihat langsung betapa luar biasanya atmosfer di sini. Tidak ada gesekan antar-pemain, tidak ada keributan suporter, tidak ada aksi protes berlebihan, dan seluruh tim sangat respektif. Itulah sebenarnya ruh utama dari kompetisi olahraga, bukan sekadar memburu piala, melainkan menumbuhkan rasa sportivitas yang tinggi di antara kita. Lokok Reban Cup ini resmi mencatatkan sejarah sebagai Mini Soccer Super League pertama di KLU,” puji Fetty Faryah disambut tepuk tangan riuh hadirin.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Mumbul Sari, Mujtahidin, A.Md., memberikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas ketertiban warga selama dua bulan pelaksanaan turnamen. Kades Mujtahidin secara khusus menyoroti partai final pamungkas yang mempertemukan tim tangguh Barbir FC asal Desa Sambik Elen melawan Karya Utara FC asal Desa Gunjan Asri. Menurutnya, meskipun kedua tim menyuguhkan tensi pertandingan yang tinggi dan kualitas permainan kelas atas, situasi tetap aman terkendali tanpa diwarnai insiden sedikit pun.

Kades Mujtahidin membeberkan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh lebih dari 36 klub mini soccer dari berbagai desa di wilayah utara KLU. Kedewasaan para pemain dan kehati-hatian panitia dalam mengawal jalannya laga menjadi kunci utama nihilnya konflik horizontal di lapangan. Ia berharap, melihat kesuksesan dan besarnya dampak positif perhelatan tahun ini, kegiatan serupa dapat dirancang dengan skala yang jauh lebih besar dan megah pada tahun mendatang dengan dukungan lintas sektor.

Sebelum prosesi penyerahan hadiah, Ketua Panitia Pelaksana M. Aliudin menyampaikan laporan akhir dan rasa syukur yang tak terhingga kepada Pemkab KLU, Pemdes Mumbul Sari, serta seluruh warga yang telah berpartisipasi. Meskipun disiapkan dalam kesederhanaan fasilitas, antusiasme masyarakat terbukti sangat masif. Panitia berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh demi membenahi kekurangan teknis agar penyelenggaraan turnamen di tahun mendatang dapat menyajikan sarana yang lebih nyaman dan meriah bagi warga Lombok Utara.

Perhelatan penutupan Turnamen Mini Soccer Lokok Reban Cup 2026 diakhiri dengan prosesi penyerahan trofi, medali, dan uang pembinaan oleh Wakil Wabup Kusmalahadi Syamsuri, Ketua Komisi II DPRD KLU, serta Koordinator Mini Soccer NTB. Tim Barbir FC secara resmi dinobatkan sebagai Juara Pertama, disusul Karya Utara FC sebagai Juara Kedua, serta tim Semut Hitam FC yang mengamankan peringkat keempat. Senyum kebersamaan para pemain dan suporter mengakhiri suksesnya panggung mini soccer pertama di Bumi Tioq Tata Tunaq tersebut.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page