Loading Now
×

Peta Baru Ekonomi Lombok Utara, Bupati Najmul dan BPS Kerahkan 281 Petugas Bidik Sensus Ekonomi 2026

Peta Baru Ekonomi Lombok Utara, Bupati Najmul dan BPS Kerahkan 281 Petugas Bidik Sensus Ekonomi 2026

Lombok Utara (Getinsidetv.com) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Utara resmi meluncurkan Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan mengusung tema “Data Lengkap, Ekonomi Kuat, Lombok Utara Hebat”. pada 21 juni 2026, lalu. Langkah krusial pendataan makroekonomi daerah ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., Ketua DPRD Agus Jasmani, serta jajaran pemangku kepentingan daerah di Tanjung.

Pencanangan ini menandai dimulainya maraton pendataan lapangan selama 2,5 bulan untuk memotret potret utuh perekonomian Lombok Utara. Guna menyisir seluruh lini usaha, BPS menerjunkan 281 petugas terlatih yang terdiri dari 33 pengawas dan 248 Pendata Lapangan (PPL). Seluruh personel telah dibekali pelatihan intensif sebelum diterjunkan hingga ke tingkat RT di seluruh kecamatan.

Kepala BPS Lombok Utara Isa menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan gelaran ke-5 dalam sejarah statistik nasional sejak pertama kali digelar pada 1986. Menurutnya, pemetaan kali ini jauh lebih komprehensif karena menyasar seluruh skala bisnis—mulai dari konglomerasi usaha besar, UMKM, hingga transaksi ekonomi berbasis online yang kian menjamur di kawasan pesisir dan perkotaan.

“Tidak boleh ada satu pun unit usaha yang terlewatkan. Dari lapak kecil di desa hingga bisnis pariwisata digital, semuanya akan terdata untuk menyusun peta navigasi pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Kepala BPS Lombok Utara Isa dalam seremoni pencanangan tersebut.

Hasil olahan data sensus ini diproyeksikan rampung dan disajikan pada 2027 mendatang. Basis data yang dihasilkan bakal mendokumentasikan sebaran sektor unggulan, pola penyerapan tenaga kerja, hingga kendala riil yang dihadapi para pelaku usaha lokal pasca-dinamika ekonomi beberapa tahun terakhir.

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menegaskan, perencanaan pembangunan daerah yang presisi tidak mungkin lahir dari asumsi yang samar. Menurut Najmul, data berkualitas merupakan fondasi tunggal bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam merumuskan kebijakan publik yang berkeadilan dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

“Pembangunan yang berkualitas wajib diawali dari data yang akurat. Data bukan sekadar kumpulan angka di atas kertas, melainkan kompas penentu arah ke mana anggaran dan program daerah harus dialokasikan,” tegas Bupati Najmul di hadapan jajaran pimpinan daerah.

Najmul menambahkan, keterandalan data Sensus Ekonomi 2026 menjadi modal krusial bagi Lombok Utara yang saat ini tengah memacu akselerasi sektor pariwisata, penguatan daya saing UMKM, modernisasi pertanian, serta dorongan investasi inklusif. Tanpa data riil, potensi pemborosan anggaran atau salah sasaran program bantuan berisiko tinggi terjadi.

Oleh karena itu, Bupati mengimbau seluruh lapisan masyarakat, pengusaha hotel dan resto, pedagang pasar, hingga pelaku ekonomi kreatif untuk menerima kedatangan petugas BPS serta memberikan jawaban yang jujur. Transparansi publik saat diwawancarai petugas akan menentukan ketepatan formulasi kebijakan Pemkab Lombok Utara dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan komitmen pengawasan ketat dan profesionalisme petugas di lapangan, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu melahirkan peta jalan baru bagi pertumbuhan ekonomi Lombok Utara yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan berkeadilan sosial.(r15)

Share this content:

You cannot copy content of this page