

Hadiri HUT ke-6 Desa Rempek Darussalam, Wabup Kus, Satu Tekad Terus Melaju Menuju Desa Mandiri
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Desa Rempek Darussalam, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, menjadi ajang pembuktian capaian pembangunan sekaligus mimbar terbuka untuk menyuarakan ketimpangan infrastruktur dasar. Meski tergolong desa muda, pembenahan fasilitas publik di kawasan ini melaju pesat, kendati terganjal masalah jalan rusak parah yang tak kunjung teratasi.
Perayaan berorientasi refleksi pembangunan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., Wakil Ketua I DPRD Lombok Utara Hakamah, Camat Gangga Mahzan Zohdi, serta jajaran tokoh masyarakat pada 22 juni 2026 lalu. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah desa untuk memaparkan rapor kemajuan sekaligus menagih komitmen Pemkab Lombok Utara terkait perbaikan akses jalan kabupaten di wilayah mereka.
Kepala Desa Rempek Darussalam Muliadi mengungkapkan, dalam rentang waktu enam tahun sejak pemekaran, desanya telah sukses mendirikan balai desa serbaguna, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga Pos Pelayanan Terpadu. Bahkan, sarana pendidikan di Jelitong meliputi MTs, MI, dan SMK berhasil menggaet kucuran bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp 3 miliar untuk perbaikan fasilitas belajar.
Namun, di balik lompatan infrastruktur fisik tersebut, warga setempat masih terisolasi oleh kehancuran ruas jalan kabupaten yang mengubungkan antardusun. Akses jalan yang sempat diaspal dengan metode lapen pada 2017 silam kini rusak berlubang, sehingga menghambat mobilitas hasil bumi dan ekonomi warga sehari-hari.
“Kami bersyukur fasilitas publik dan sekolah sudah terbangun pesat. Namun persoalan utama kami tinggal jalan. Dalam Musrenbang tingkat kecamatan kami berhasil meraih peringkat pertama, dan kami menagih komitmen pemkab agar pengaspalan direalisasikan pada anggaran 2027,” tegas Kades Muliadi.
Merespons jeritan warga, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri mengakui bahwa keterbatasan ruang fiskal APBD menuntut skala prioritas yang ketat. Namun, ia mengapresiasi daya juang Pemdes Rempek Darussalam yang mampu mengamankan peringkat utama usulan infrastruktur jalan pada mekanisme Musrenbang Kecamatan.
Wabup Kusmalahadi mendorong agar infrastruktur jalan yang kelak terbangun diarahkan langsung untuk memicu konektivitas ekonomi. Desa Rempek Darussalam diinstruksikan memfokuskan pengembangan komoditas unggulan lokal yang bernilai tinggi seperti kopi, cokelat, dan vanila demi menarik minat investor secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Kus juga menyoroti beban historis Kabupaten Lombok Utara yang jelang usianya ke-18 tahun masih membendung angka kemiskinan dan stunting tertinggi di Nusa Tenggara Barat. Selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting dan Pengentasan Kemiskinan Daerah, ia meminta Pemdes dan kaum perempuan setempat pasang badan.
“Menurunkan angka stunting bukan sekadar urusan pemberian gizi fisik, melainkan transformasi pola asuh dan penguatan ekonomi keluarga melalui UMKM. Peran ibu-ibu di desa menjadi pilar paling vital untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem,” terang Wabup Kusmalahadi.
Mengusung tema “Desa Maju Satu Tekad Terus Melaju”, peringatan HUT ke-6 ini ditutup dengan komitmen bersama antara Pemkab, DPRD, dan warga Desa Rempek Darussalam. Sinergi lintas pilar ini diharapkan mampu mengubah status desa muda tersebut dari taraf desa berkembang menuju desa mandiri yang sejahtera.
Share this content:














