Loading Now
Ɨ

Sekda KLU Terima 34 Mahasiswa KKN UMY, Dorong Optimalisasi Potensi Lokal di Desa Rempek Darussalam

Sekda KLU Terima 34 Mahasiswa KKN UMY, Dorong Optimalisasi Potensi Lokal di Desa Rempek Darussalam

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Sekretaris Daerah KLU Sahabudin M.SiĀ  menerima secara resmi 34 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sapa Nusantara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Rempek Darussalam (30/7). Penerimaan mahasiswa KKN yang bertempat di Aula Bappeda KLU Turut hadir juga perwakilan OPD terkait,Kades Rempek Darussalam Muliadi, perwakilan UMY, serta undangan lainya.

 Kegiatan KKN UMY  kali ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Lokal Melalui Transformasi SDM untuk Mewujudkan Desa Mandiri Berkelanjutan”.

Dalam sambutannya, Sekda Sahabudin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam membangun KLU, sebagai kabupaten termuda di Provinsi NTB yang baru saja merayakan HUT ke-18 pada 21 Juli lalu masih membutuhkan banyak pembenahan di berbagai aspek, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, hingga tata kelola pemerintahan agar dapat setara atau bahkan lebih unggul dibandingkan daerah lain di NTB.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, Kami butuh kolaborasi dengan pihak lain, termasuk perguruan tinggi, melalui kerjasama yang telah terjalin, kami berharap adik-adik mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapat di kampus ke dunia nyata untuk membantu membangun Lombok Utara,”ujar Sahabudin.

Sekda KLU juga menyoroti perkembangan administratif KLU yang kini memiliki 5 kecamatan dan 42 desa, dengan rencana pemekaran sebanyak 26 desa baru sehingga total menjadi 68 desa, langkah tersebut diambil sebagai upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa KKN UMY diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan, khususnya di Desa Rempek Darussalam,”katanya.

Terkait adaptasi budaya, Sahabudin meyakini para mahasiswa UMY akan mudah beradaptasi karena kemiripan budaya antara Jawa dan Lombok Utara. 

“Masyarakat Rempek Darussalam sangat inklusif dan terbuka, saya yakin dengan kemiripan budaya dan kemampuan adaptasi, adik-adik bisa cepat menyatu dengan masyarakat setempat,” tambahnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Sekda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UMY yang telah mempercayakan KLU sebagai lokasi KKN, dirinya berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini dan KLU tetap dipercaya sebagai mitra pengabdian masyarakat di tahun-tahun mendatang.

“Kami menitipkan adik-adik mahasiswa kepada Bapak Kepala Desa Rempek Darussalam untuk dibina dan dijaga selama pelaksanaan KKN, Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan dampak terbaik bagi kemandirian desa,”tutup Sahabudin.

Sementara itu  Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Sapa Nusantara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sakir, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) atas dukungan dan arahan yang diberikan sehingga 34 mahasiswa dapat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rempek Darussalam.

Pelaksanaan KKN harus berdampak nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar formalitas, sebagai DPL Ia memastikan bahwa program-program yang dijalankan mahasiswa akan selaras dengan prioritas pembangunan Pemda KLU dan kebutuhan masyarakat.

“Teman-teman mahasiswa sudah sepakat bahwa KKN harus benar-benar kerja kuliah nyata, dana yang terkumpul dari sponsor akan digunakan sepenuhnya untuk program pemberdayaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sakir menyampaikan pesan dari Rektor UMY mengenai peluang pengembangan SDM aparatur di Lombok Utara, UMY membuka kesempatan bagi ASN, kepala desa, maupun perangkat desa di KLU untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan kelas online, sehingga tidak perlu meninggalkan tugas secara penuh, seperti beberapa daerah lain.

Selain itu, UMY juga menawarkan program pendidikan dokter spesialis bagi dokter umum di KLU yang ingin meningkatkan kompetensi, Fasilitas pendidikan kedokteran di UMY baru-baru ini mendapat apresiasi dari Badan Akreditasi Nasional karena kelengkapan sarana prasarananya.

Menutup sambutannya, Sakir meminta bimbingan dan pengawasan dari pemerintah desa serta masyarakat setempat agar para mahasiswa dapat beradaptasi dengan budaya lokal dan menjaga etika selama tinggal di rumah warga.

Ā “Kami titipkan adik-adik mahasiswa kepada Pak Kades dan masyarakat, mohon dibimbing jika ada yang kurang tepat, kami ingin kolaborasi ini harmonis, bermanfaat, dan meninggalkan jejak positif bagi Desa Rempek Darussalam,”tutupnya.(r15)

Share this content:

You cannot copy content of this page