Tinjau Dampak Luapan Sungai Menggala, Kusmalahadi Syamsuri Minta Warga Waspada Bencana Hidrometeorologi
Lombok Utara (Getinsidetv.com) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bergerak cepat merespons musibah banjir yang melanda permukiman warga di Dusun Kerujuk, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang. Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., turun langsung meninjau kondisi lapangan, Minggu (05/04/2026).
Kunjungan mendadak ini dilakukan sebagai bentuk respons taktis pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan warga. Selain memetakan kerusakan, kehadiran pimpinan daerah bertujuan menjamin langkah penanganan darurat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Banjir yang dipicu oleh luapan air sungai tersebut merendam rumah-rumah penduduk dengan intensitas yang cukup mengkhawatirkan. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai pinggang orang dewasa, sehingga melumpuhkan aktivitas warga.
Berdasarkan data awal di lapangan, peristiwa ini berdampak langsung pada sekitar 70 warga Dusun Kerujuk. Tim gabungan telah dikerahkan sejak awal untuk mengevakuasi seluruh korban ke lokasi pengungsian yang lebih tinggi dan aman.
Wabup Kusmalahadi menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan warga berjuang sendirian menghadapi musibah ini. Ia menekankan bahwa koordinasi antar-lembaga telah diaktifkan untuk menangani dampak bencana secara komprehensif.

“Penanganan cepat terus kami lakukan bersama BPBD dan Dinas Sosial. Prioritas utama kami adalah evakuasi warga, baru kemudian dilanjutkan dengan pendataan mendalam untuk penyaluran logistik,” ujar Kusmalahadi di lokasi banjir.
Wabup juga memberikan catatan penting bahwa musibah banjir akibat luapan sungai ini bukan merupakan kejadian pertama di Dusun Kerujuk. Karakteristik wilayah yang berada di dekat aliran sungai membuatnya rawan terdampak saat curah hujan ekstrem.
Kondisi geografis dan debit air yang tidak tertampung oleh badan sungai menjadi sorotan utama dalam tinjauan tersebut. Pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi teknis terhadap infrastruktur aliran sungai di wilayah tersebut.
Wabup menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU untuk tetap bersiaga 24 jam di titik-titik rawan. Hal ini dilakukan mengingat potensi bencana hidrometeorologi susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Dinas Sosial juga diminta segera mendirikan dapur umum dan memastikan kebutuhan dasar, terutama bagi lansia dan anak-anak di tempat evakuasi, terpenuhi dengan layak.
Sambil memantau proses evakuasi, Kusmalahadi menyempatkan diri berdialog dengan warga terdampak. Ia mencoba memberikan penguatan moril agar masyarakat tetap tenang dalam menghadapi situasi darurat ini.
Wabup mengimbau seluruh masyarakat Lombok Utara, khususnya yang bermukim di dekat bantaran sungai dan lereng perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap cuaca ekstrem.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Selain upaya fisik, kami mengajak semua pihak meningkatkan doa demi keselamatan bersama agar musibah ini segera teratasi,” harapnya.
Pendataan yang dilakukan oleh tim di lapangan tidak hanya mencakup jumlah jiwa, tetapi juga kerusakan materiil. Data ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan skema bantuan pasca-bencana.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk senantiasa hadir di tengah krisis menjadi pesan utama dalam kunjungan ini. Keselamatan warga adalah hukum tertinggi dalam penanganan bencana daerah.
BPBD KLU melaporkan bahwa meskipun air perlahan mulai surut di beberapa titik, endapan lumpur masih menutupi akses jalan dan rumah warga, yang memerlukan upaya pembersihan massal nantinya.
Sinergi antara TNI, Polri, dan relawan lokal dalam membantu proses evakuasi di Dusun Kerujuk mendapat apresiasi khusus dari Wakil Bupati. Kerja kolektif dinilai mempercepat penanganan di jam-jam kritis banjir.
Hingga berita ini diturunkan, tim logistik sedang memobilisasi bantuan darurat berupa makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan menuju titik pengungsian di Desa Menggala.
Wabup Kusmalahadi menegaskan bahwa peninjauan ini tidak hanya berhenti pada penanganan darurat, namun akan ada rapat koordinasi lanjutan untuk membahas normalisasi sungai demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kegiatan tinjauan lapangan berakhir sore hari, dengan memastikan seluruh warga yang terdata sebanyak 70 orang sudah berada di lokasi aman dan dalam pengawasan tim medis.(r15)
Share this content:



