

Apresiasi Penurunan Kemiskinan Nasional: Pemkab Lombok Utara Raih Penganugerahan Mandaya Awards 2026 dari Kemenko PM RI
JAKARTA (Getinsidetv.com) – — Kerja keras, komitmen berkesinambungan, dan terobosan program pemberdayaan masyarakat yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam mengentaskan kemiskinan kembali mendapat pengakuan tertinggi di panggung nasional. Pada Selasa (27/10/2026), Pemkab Lombok Utara secara resmi dianugerahi penghargaan bergengsi sebagai Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan pada Malam Puncak Penganugerahan Mandaya Awards 2026. Ajang apresiasi kenegaraan tersebut dipusatkan di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta.
Penghargaan berbobot tingkat nasional tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia, Dr. (H.C.) H. Muhaimin Iskandar, kepada Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H. Dalam perhelatan penyerahan trofi dan piagam kehormatan tersebut, Bupati Najmul tampak didampingi oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (P2KBPMD) Kabupaten Lombok Utara, Atmaja Gumbara, S.P., M.E.
Penyelenggaraan Mandaya Awards 2026 yang digagas oleh Kemenko PM RI dirancang secara khusus untuk memberikan apresiasi bagi para pemangku kepentingan daerah yang dinilai berhasil melahirkan inovasi serta berkontribusi signifikan dalam pemberdayaan masyarakat perdesaan. Selain sebagai instrumen apresiasi kementerian, ajang tahunan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kolaborasi lintas sektor serta mempercepat agenda strategis pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di seluruh pelosok wilayah Indonesia.
Ditemui para awak media di sela-sela berakhirnya prosesi penganugerahan di Jakarta, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta rasa bangganya atas raihan prestasi membanggakan yang diraih daerahnya. Bupati Najmul menjelaskan bahwa piala Mandaya Awards 2026 ini diberikan khusus bagi kabupaten/kota yang secara substantif terbukti memiliki kapasitas administrasi, konsistensi regulasi, serta komitmen fiskal yang kuat dalam menekan tren angka kemiskinan secara riil di lapangan.
Bupati Najmul membeberkan bahwa pencapaian ini diraih melalui persaingan dan mekanisme seleksi indikator yang sangat ketat dan objektif. Dari total 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang dievaluasi oleh tim penilai independen pusat, Kabupaten Lombok Utara berhasil meloloskan draf kinerja dan indikator lapangan hingga dinobatkan sebagai salah satu pemenang terbaik. Penurunan angka kemiskinan KLU tahun 2026 menjadi bukti sahih bahwa efektivitas program pembangunan daerah telah berada di jalur yang benar (on the right track).
“Alhamdulillah, pada tahun ini tren angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara kembali mengalami penurunan yang sangat signifikan. Dari ratusan peserta, tepatnya 514 kabupaten/kota se-Indonesia yang diseleksi melalui proses evaluasi yang sangat kompetitif dan ketat, Lombok Utara berhasil meraih penganugerahan Mandaya Awards 2026 ini. Ini merupakan berkah dan buah dari kerja keras kita semua di Lombok Utara,” puji Bupati Najmul Akhyar penuh rasa syukur.
Lebih jauh, Bupati Najmul menegaskan bahwa raihan piala penghargaan skala nasional ini pada dasarnya bukanlah tujuan utama dari jajaran birokrasi Pemkab KLU dalam mengeksekusi program-program kerja keusulan warga. Menurutnya, penghargaan adalah bonus atas konsistensi pelayanan publik. Pencapaian ini hendaknya dijadikan sebagai penambah bahan bakar motivasi dan energi baru bagi seluruh elemen pemerintah daerah untuk terus melayani warga secara optimal.
“Jujur, kami di daerah tidak pernah membayangkan atau menargetkan untuk mendapatkan penghargaan ini, karena meraih trofi bukanlah tujuan utama dari kerja-kerja sosial kita. Namun demikian, ketika apresiasi ini diberikan oleh pemerintah pusat, maka kewajiban moral kita selanjutnya adalah bekerja jauh lebih maksimal, lebih peka, dan lebih giat lagi demi seluruh warga masyarakat Kabupaten Lombok Utara,” tegas Bupati Najmul dengan nada menggebu.
Orang nomor satu di KLU ini menyampaikan harapan besar agar raihan Mandaya Awards 2026 dapat membakar gelora semangat seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran camat, para Kepala Desa (Kades), pengurus BPD, hingga para mitra kolaborator pembangunan di lima kecamatan. Sinergi yang telah terbangun harus terus dirawat agar kualitas pelayanan publik semakin membaik dan angka kemiskinan di Bumi Tioq Tata Tunaq dapat terus ditekan hingga ke titik terendah.
Sementara itu, Kepala Dinas P2KBPMD KLU, Atmaja Gumbara, S.P., M.E., memaparkan detail teknis penilaian Mandaya Awards yang digagas Kemenko PM RI. Atmaja menyampaikan bahwa ajang ini menjadi tolok ukur nasional atas kinerja penanganan kemiskinan berbasis pemberdayaan. Kategori yang diraih oleh Pemkab KLU menegaskan posisi daerah sebagai wilayah dengan komitmen afirmatif tertinggi dalam mengalokasikan sumber daya APBD dan Dana Desa untuk program perlindungan sosial.
Atmaja menjelaskan bahwa indikator penganugerahan ini sejalan dengan arah kebijakan strategis Kemenko PM RI yang terus mendorong perubahan paradigma pembangunan di tingkat lokal. Pemerintah pusat menekankan pentingnya pergeseran peran masyarakat perdesaan, di mana warga miskin tidak lagi ditempatkan sekadar sebagai “objek” penerima bantuan sosial semata, melainkan didorong bertransformasi menjadi “subjek” atau pelaku utama yang aktif dalam pembangunan ekonomi daerahnya sendiri.
“Paradigma yang ditekankan oleh pusat dan kita terapkan di KLU adalah menempatkan masyarakat tidak lagi sekadar sebagai objek penerima bantuan sosial semata, melainkan sebagai subjek yang aktif membangun desanya. Warga dilibatkan langsung dalam kegiatan wirausaha desa, kelompok tani, dan UMKM. Inilah yang dinilai secara positif oleh tim independen Kemenko PM RI sebagai bentuk kinerja nyata Pemkab Lombok Utara,” terang Atmaja Gumbara memaparkan metodologi penilaian.
Atmaja menambahkan bahwa keberhasilan Lombok Utara menekan angka kemiskinan tidak terlepas dari solidnya skema kolaborasi terpadu lintas sektor. Berbagai program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan dieksekusi secara terstruktur dan terintegrasi di seluruh OPD teknis. Program-program ini dirancang untuk menopang pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KLU.
“Program-program penurunan kemiskinan kita tersebar secara terpadu di berbagai OPD, mulai dari Dinas Perindagkop dalam pembinaan UMKM, Dinas Pertanian dalam ketahanan pangan, Dinas Pariwisata dalam pengembangan desa wisata, hingga kami di Dinas P2KBPMD untuk pemberdayaan masyarakat desa. Sinergi lintas sektor inilah yang menjadi kunci utama di balik kesuksesan kinerja kita hingga diakui secara nasional,” pungkas Kadis P2KBPMD mengakhiri penjelasannya.
Keberhasilan meraih Mandaya Awards 2026 ini mempertegas posisi Kabupaten Lombok Utara sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam mengombinasikan pembangunan fisik, pemberdayaan ekonomi inklusif, dan penguatan kelembagaan desa. Pemkab KLU berkomitmen untuk terus memperkuat intervensi program penanganan kemiskinan berbasis data terpadu guna memastikan seluruh lapisan masyarakat Lombok Utara dapat menikmati kesejahteraan yang merata dan berkeadilan.(r15)
Share this content:


















Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.