

Sekretaris Daerah KLU Sahabudin Sambut Kunjungan Dubes Australia Roderick Bruce Brazier
Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Hubungan kemitraan strategis internasional antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Republik Indonesia, khususnya di tingkat daerah, kembali mencatatkan momentum penting dalam penguatan kapasitas penanggulangan bencana dan pemulihan ekonomi perdesaan. Pada Rabu (4/11/2026), Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menerima kunjungan kerja resmi Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier. Kunjungan diplomatik kenegaraan tersebut dipusatkan di kawasan Pasar Pemenang atau yang dikenal sebagai Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Bangkit Berkah Bersama di Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang.
Rombongan delegasi Kedubes Australia yang dipimpin langsung oleh Dubes Roderick Bruce Brazier disambut secara hangat dan penuh keakraban oleh jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Kedatangan pejabat tinggi diplomatik sahabat tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, S.Sos., M.Si., yang bertindak mewakili Bupati dan Wakil Bupati KLU. Perhelatan penyambutan ini dirancang secara khusus di pusat aktivitas ekonomi kerakyatan untuk memantau langsung denyut pemulihan pascabencana di wilayah pesisir pariwisata KLU.
Kehadiran Dubes Australia di Kecamatan Pemenang ini turut didampingi oleh barisan lengkap pimpinan instansi vertikal dan penanggulangan bencana daerah. Tampak hadir mendampingi Sekda KLU di panggung kehormatan antara lain unsur pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) KLU, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (P2KBPMD) KLU Atmaja Gumbara, S.P., M.E., Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB Sadimin, S.T., M.T., Kepala BPBD KLU M. Zaldi Rahadian, S.T., Camat Pemenang, para Kepala Desa se-Kecamatan Pemenang, serta para penggerak program kemitraan internasional.
Mengawali rangkaian acara dialog dan peninjauan lapangan, Sekretaris Daerah KLU Sahabudin menyampaikan ucapan selamat datang secara khusus kepada Dubes Australia Roderick Bruce Brazier beserta seluruh delegasi di “Gumi Tioq Tata Tunaq”—sebutan filosofis bagi Kabupaten Lombok Utara yang bermakna wilayah yang sejuk, aman, dan damai. Sekda Sahabudin menuturkan bahwa KLU merupakan salah satu lokomotif destinasi pariwisata unggulan berkaliber dunia di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang setiap tahunnya dikunjungi oleh ratusan ribu wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam pemaparannya, Sekda Sahabudin mengenang kembali dua peristiwa ujian sejarah besar yang pernah menghantam sendi-sendi kehidupan masyarakat Lombok Utara dalam kurun waktu berdekatan, yakni bencana gempa bumi tektonik dahsyat pada tahun 2018 yang meluluhlantakkan sebagian besar infrastruktur fisik publik dan permukiman, serta hantaman krisis global pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Kendati demikian, berkat semangat gotong royong dan dukungan solidaritas global, KLU kini bangkit kembali.
“Alhamdulillah, saat ini kondisi wilayah dan perekonomian masyarakat Lombok Utara sudah mulai pulih secara bertahap dan kembali normal. Dalam proses pemulihan jangka panjang yang penuh tantangan tersebut, kami mengakui dan mengenang bahwa peran nyata dari Pemerintah Australia melalui Kedubes Australia serta lembaga mitra internasional sangatlah signifikan dalam membantu kami membangun kembali KLU,” ujar Sekda Sahabudin di hadapan Dubes Australia.
Secara khusus, Pemkab Lombok Utara menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap efektivitas implementasi program kemitraan strategis “Siap Siaga” serta kolaborasi bersama “Konsepsi” yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat di akar rumput. Kehadiran program kemitraan ini terbukti sukses memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana alam, sekaligus mendampingi kebangkitan sektor ekonomi perdesaan di kawasan rawan bencana.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran rekan-rekan dari program Siap Siaga dan Konsepsi di Kabupaten Lombok Utara untuk ikut bersama-sama membangun daerah kami tercinta. Ini adalah wujud konkret dari bentuk kolaborasi nyata dan persahabatan yang erat antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia,” tegas Sekda Sahabudin memberikan penekanan atas solidaritas kemitraan tersebut.
Sekda Sahabudin menambahkan bahwa uluran tangan dan dukungan teknis dari pihak Australia sangat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, terutamanya dalam aspek peningkatan kapasitas teknis para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta penguatan ketahanan ekonomi keluarga pascabencana. Pemkab KLU berharap jalinan kemitraan lintas negara ini dapat terus berlanjut dan diperluas cakupannya di masa mendatang demi mewujudkan kemandirian daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, dalam sambutan tanggapannya menyampaikan rasa kagum dan apresiasi yang mendalam atas keberhasilan tata kelola pemulihan yang disaksikan langsung di Pasar Kawasan Pemenang. Dubes Brazier menilai kawasan sentra ekonomi BUMDesma Bangkit Berkah Bersama ini sebagai model percontohan nyata (best practice) bagaimana sebuah masyarakat korban bencana mampu bangkit menata ulang sistem perdagangan, ketahanan pangan, dan perekonomian lokal secara mandiri.
Dubes Brazier menggarisbawahi bahwa filosofi pembangunan yang dicanangkan di Kabupaten Lombok Utara tidak sekadar menitikberatkan pada aspek pemulihan fisik bangunan semata, melainkan secara cerdas menyentuh substansi yang jauh lebih fundamental, yakni pembangunan ketahanan mental masyarakat (community resilience), penguatan ketahanan ekonomi kerakyatan, serta ketahanan pangan rumah tangga di wilayah rentan bencana.
“Kami sangat terkesan berkunjung ke sini. Pembangunan dan pemulihan pascabencana di Lombok Utara terbukti tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, melainkan juga secara visioner menyentuh pada penguatan ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat di tingkat tapak,” ungkap Dubes Roderick Bruce Brazier memuji langkah taktis Pemkab KLU.
Lebih lanjut, Dubes Australia mengaku sangat terkesan saat mendengarkan paparan inovasi lokal dari perwakilan lima desa dan komunitas warga di kawasan pesisir pariwisata Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air). Komunitas lokal tersebut berhasil merumuskan dan membangun mekanisme sistem evakuasi bersama yang terintegrasi, yang lahir langsung dari memori kolektif dan pembelajaran empiris atas tragedi bencana gempa bumi yang terjadi pada masa lalu.
“Inisiatif kolaboratif seperti yang dikembangkan di Tiga Gili dan Pemenang ini menunjukkan betapa pentingnya proses pembelajaran dari masa lalu untuk secara proaktif mengurangi risiko bencana di masa depan. Sangat mengesankan mendengar bagaimana para kepala desa, aparat, dan warga bekerja sama merumuskan protokol keselamatan secara swadaya,” puji Dubes Brazier.
Dubes Roderick Bruce Brazier menegaskan kebanggaan negaranya dapat bermitra dengan Indonesia melalui Program Siap Siaga dalam mendukung penguatan ketangguhan menghadapi bencana di Kabupaten Lombok Utara. Ia menilai bahwa kunci utama di balik kesuksesan seluruh program mitigasi dan penanggulangan tersebut terletak pada kualitas kepemimpinan pemerintah daerah yang kuat, komitmen lintas instansi dari BPBD dan Bappeda, serta tingginya tingkat partisipasi aktif warga masyarakat.
“Keberhasilan transformasi ketangguhan di Lombok Utara ini adalah buah manis dari kepemimpinan pemerintah daerah yang visioner, komitmen kuat jajaran BPBD dan Bappeda, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Kami sangat percaya bahwa masyarakat yang tangguh adalah fondasi mutlak bagi terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif,” jelas Dubes Australia meyakinkan hadirin.
Mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya di Kecamatan Pemenang, Dubes Roderick Bruce Brazier berharap agar berbagai praktik baik (best practice) mitigasi bencana dan pemulihan ekonomi kerakyatan yang telah sukses dikembangkan di KLU ini dapat terus diperkuat, dipelihara, serta dijadikan sumber inspirasi bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik geografis rawan bencana serupa.(r15)
Share this content:


















Post Comment
Anda harus masuk untuk berkomentar.