Loading Now
×

Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Putus Rantai Kemiskinan, Gubernur NTB Dr. Lalu M. Iqbal Bersama Bupati Najmul Akhyar Resmikan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 KLU

Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Putus Rantai Kemiskinan, Gubernur NTB Dr. Lalu M. Iqbal Bersama Bupati Najmul Akhyar Resmikan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 KLU

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Langkah besar dan bersejarah dalam mewujudkan keadilan sosial serta pendidikan yang inklusif bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera resmi dimulai di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pada Senin (2/11/2026), Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Lombok Utara secara resmi memulai hari pertama masuk sekolah yang ditandai dengan perhelatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Perhelatan akbar bidang pendidikan nasional yang dipusatkan di Kompleks Sekolah Rakyat KLU di Dusun Amor-Amor, Kecamatan Kayangan, ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan hak belajar yang layak bagi anak-anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peresmian dan pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 ini dilakukan secara langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal. Kehadiran pemimpin tertinggi di tingkat provinsi tersebut menegaskan sinergi vertikal yang sangat kuat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam mengawal percepatan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta penuntasan persoalan kemiskinan berbasis pendidikan formal dan vokasi terpadu.

Perhelatan akbar ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, kementerian, lembaga legislatif pusat, hingga pimpinan daerah. Tampak hadir mendampingi Gubernur dan Bupati di panggung kehormatan antara lain Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, S.ST., M.Si.P., M.A.W.G., Ph.D.; Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Dr. Wiwit Widiansyah, S.ST., M.Si.; serta deretan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari berbagai komisi strategis, yakni Nanang Samodra (Komisi VIII dari Fraksi Partai Demokrat), Hj. Lale Syifaun Nufus (Fraksi Partai Gerindra), dan H. Abdul Hadi, S.E., M.M. (Komisi V dari Fraksi PKS).

Selain itu, turut hadir pula menyambut rombongan kehormatan antara lain Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Utara, para perwakilan kepala daerah se-Provinsi NTB, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi NTB Adrian Puspawijaya, Sekretaris Daerah KLU Sahabuddin, S.Sos., M.Si., Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Syafrudin, S.Pd., M.Pd., jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KLU, serta ratusan orang tua murid dan tamu undangan lainnya.

Dalam pemaparan laporan programnya, Kepala Sentra Paramita Kemensos RI, Arif Rohman, menjelaskan bahwa gagasan besar pendirian Sekolah Rakyat dirancang secara khusus untuk menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu atau prasejahtera yang selama ini menghadapi keterbatasan berlapis, baik dari sisi akses finansial maupun capaian akademis. Program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan sosial agar anak-anak marjinal mendapatkan hak pendidikan setara.

Arif Rohman memaparkan bahwa kondisi peserta didik dapat diklasifikasikan ke dalam empat kuadran analitis. Sasaran utama dan prioritas absolut dari program Sekolah Rakyat adalah anak-anak yang berada di kuadran keempat, yakni mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu dengan tantangan capaian akademis yang rendah. Melalui pola pengasuhan dan pembelajaran terintegrasi, institusi ini memastikan tidak ada satu pun anak didik yang mengalami putus sekolah (Drop Out).

“Sekolah Rakyat dirancang secara khusus untuk merangkul anak-anak kita yang berada di kuadran keempat agar tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa diskriminasi. Di sini, tidak ada istilah anak yang mengalami Drop Out. Kami bekerja sama secara erat dengan Sentra Rehabilitasi Sosial untuk membina, mendampingi, dan memulihkan semangat belajar serta tumbuh kembang mental psikologis mereka secara komprehensif,” ungkap Arif Rohman menegaskan komitmen Kementerian Sosial RI.

Lebih lanjut, Arif membeberkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan instrumen strategis jangka panjang pemerintah pusat untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural melalui eskalasi kualitas SDM. Ke depan, pemerintah menargetkan ekspansi pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh kabupaten/kota di Indonesia dengan kapasitas tampung mencapai 2.000 siswa per sekolah. Setiap unit sekolah membutuhkan alokasi lahan seluas 5 hingga 10 hektare dengan estimasi anggaran pembangunan fisik dan fasilitas mencapai Rp250 miliar hingga Rp300 miliar per lokasi.

Sebagai bentuk perlindungan sosial menyeluruh, seluruh peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 KLU akan memperoleh fasilitas penunjang belajar secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Fasilitas tersebut mencakup penyediaan asrama tempat tinggal (boarding school), konsumsi dan gizi harian yang terjamin, perangkat laptop pribadi untuk setiap siswa, seragam sekolah lengkap, perlengkapan alat tulis, hingga sarana prasarana penunjang kegiatan ekstrakurikuler dan laboratorium modern.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Sosial RI, Pemerintah Provinsi NTB, serta seluruh jajaran pemangku kepentingan yang telah memilih Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi berdirinya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1. Kehadiran fasilitas pendidikan representatif di Dusun Amor-Amor ini dinilai sebagai kado terindah bagi kemajuan daerah.

Bupati Najmul menegaskan bahwa berdirinya Sekolah Rakyat merupakan langkah terobosan paling strategis dalam memperluas cakupan akses pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan merata. Perhelatan ini membuktikan secara nyata bahwa negara hadir di tengah masyarakat untuk memastikan setiap anak tanpa terkecuali mendapatkan kesempatan belajar yang setajam-tajamnya, tanpa dibatasi oleh sekat latar belakang sosial ekonomi keluarga maupun kemiskinan orang tua.

“Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Lombok Utara ini adalah langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan sosial. Ini membuktikan bahwa negara hadir memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar tanpa dibatasi oleh latar belakang sosial maupun kondisi ekonomi keluarga. Kami memandang program mulia ini sebagai investasi masa depan jangka panjang yang sangat berharga dalam menyiapkan generasi KLU yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing global,” ujar Bupati Najmul Akhyar penuh antusias.

Sebagai bentuk dukungan moral kepada para pengajar, Bupati Najmul secara khusus menitipkan pesan kepada para guru dan tenaga kependidikan yang bertugas di Sekolah Rakyat untuk menjalankan amanah mulia ini dengan dilandasi tingkat kesabaran yang tinggi, ketulusan hati, serta curahan kasih sayang keibuan. Para pendidik diminta memberikan pendampingan akademik yang peka terhadap potensi, karakter kepribadian, serta kebutuhan unik masing-masing anak didik.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, dalam pidato pengarahan utamanya menegaskan bahwa pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia merupakan kunci utama dan mutlak untuk memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi, sekaligus mendongkrak kesejahteraan serta harkat martabat keluarga di NTB. Pemerintah Provinsi NTB menyatakan komitmen pengawalan total terhadap operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 serta mengapresiasi kerja tak kenal lelah Pemkab KLU.

Berbicara langsung di hadapan ratusan siswa-siswi angkatan pertama, Gubernur Lalu Iqbal memberikan suntikan motivasi agar anak-anak didik senantiasa menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi, semangat belajar yang menyala-nyala, dan tidak pernah merasa rendah diri sekecil apa pun akibat kondisi ekonomi keluarga mereka di masa lalu. Keterbatasan ekonomi bukanlah takdir permanen yang menghentikan mimpi anak bangsa.

“Kalian semua memiliki hak dan kesempatan yang sama di mata hukum dan negara untuk bermimpi besar dan mencetak prestasi gemilang. Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan hidup. Dari Sekolah Rakyat di Dusun Amor-Amor ini, Insya Allah akan lahir generasi-generasi unggul yang kelak memberikan kontribusi besar bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara tercinta,” seru Gubernur Lalu Iqbal membakar semangat para siswa.

Gubernur menambahkan bahwa kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi ini tidak sekadar berfungsi sebagai lembaga penyelenggara pendidikan formal kurikuler semata, melainkan dirancang sebagai pusat pembentukan karakter yang kokoh, ruang pengembangan potensi seni budaya, serta pusat pemberdayaan anak-anak agar kelak bertransformasi menjadi generasi muda yang mandiri, berkualitas, dan memiliki daya tahan tinggi menghadapi gelombang kompetisi global. Acara peresmian MPLS tersebut ditutup dengan peninjauan fasilitas asrama dan ruang kelas modern oleh Gubernur, Bupati, dan rombongan pejabat tinggi negara.(r15)

Share this content:

KESEHATAN

You cannot copy content of this page