Loading Now
×

Lombok Utara Dobrak Batas: POPKAB 2026 Hadirkan Kompetisi Inklusif bagi Atlet Disabilitas

Lombok Utara Dobrak Batas: POPKAB 2026 Hadirkan Kompetisi Inklusif bagi Atlet Disabilitas

Lombok Utara (Getinsidetv.com) – Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lombok Utara 2026 mencatatkan sejarah baru dalam dunia olahraga daerah. Untuk pertama kalinya, ajang bergengsi tingkat pelajar ini secara resmi melibatkan kelompok disabilitas sebagai bagian dari kompetisi.

Langkah inklusif ini mendapat apresiasi tinggi dari pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Nusa Tenggara Barat (NTB). Keterlibatan para atlet ini dinilai sebagai lompatan besar dalam mendorong kesetaraan di dunia olahraga.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dikbudpora KLU, Murahadi, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul secara spontan. Awalnya, sejumlah warga disabilitas mendatangi panitia dengan harapan bisa ikut serta dalam kemeriahan POPKAB.

“Mereka datang kepada kami ingin ikut lomba. Akhirnya, saya putuskan untuk membuatkan sesi khusus bagi mereka, meskipun sejujurnya tidak ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk NPC dalam DPA tahun ini,” ungkap Murahadi, Jumat (17/04/2026).

Meski keterbatasan finansial membayangi, Murahadi bersama jajaran panitia tetap bergerak. Baginya, semangat para atlet disabilitas untuk berkompetisi jauh lebih berharga daripada kendala administratif yang ada.

Pertandingan khusus disabilitas ini dipusatkan di Lapangan Desa Sesait pada 16 April 2026. Lokasi ini menjadi saksi bisu perjuangan para atlet yang bertanding dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan.

Tercatat sebanyak 45 peserta dari berbagai kalangan disabilitas turut ambil bagian. Jumlah ini melampaui estimasi awal dan menunjukkan betapa besarnya kerinduan kelompok disabilitas di KLU akan ruang berekspresi.

Cabang olahraga yang dipertandingkan difokuskan pada kategori atletik. Nomor lomba yang digelar meliputi lari 100 meter, lempar lembing, lempar cakram, hingga tolak peluru, yang diikuti oleh kategori putra maupun putri.

Demi kelancaran pertandingan, panitia melakukan penggabungan nomor lomba untuk klasifikasi disabilitas Tuna Daksa dan Tuna Grahita. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengenalan atau ekshibisi di tingkat kabupaten.

Pertandingan sengaja dibuat secara terpisah dari kategori pelajar reguler. Tujuan utamanya adalah memberikan panggung khusus sekaligus memperkenalkan peran dan keberadaan NPCI kepada masyarakat luas di Lombok Utara.

NPCI NTB menilai ajang ini sebagai pintu masuk yang sangat penting bagi pembinaan atlet disabilitas secara berkelanjutan di tingkat daerah. Tanpa adanya kompetisi lokal, bibit atlet potensial akan sulit terjaring.

Selain aspek prestasi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik. Melalui aksi di lapangan, masyarakat diingatkan kembali tentang pentingnya memberikan kesempatan yang setara bagi setiap warga negara.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Meski beberapa dari mereka bertanding dengan berbagai keterbatasan kondisi fisik, semangat untuk mencapai garis finis atau melempar lembing terjauh tetap membara.

“Kami ingin mereka merasa diakui. Akhirnya kegiatan terlaksana dalam satu hari di Kecamatan Kayangan dan masing-masing kategori telah mendapatkan juaranya,” tambah Murahadi.

Keberhasilan penyelenggaraan ini membuktikan bahwa dedikasi dan keberpihakan seorang pemimpin mampu mengalahkan kendala anggaran. Inisiatif Murahadi ini kini menjadi sorotan positif bagi perkembangan olahraga di NTB.

Ke depan, NPCI berharap pelibatan atlet disabilitas di KLU tidak lagi hanya bersifat pengenalan atau “nebeng” di acara besar, tetapi mulai masuk ke dalam perencanaan anggaran dan agenda resmi daerah.

Sinergi antara Dikbudpora KLU dan NPCI diharapkan dapat segera melahirkan program pembinaan yang lebih terstruktur guna mempersiapkan atlet menuju ajang Peparprov (Pekan Paralimpik Provinsi).

Lombok Utara kini memiliki daftar 45 atlet awal yang bisa menjadi cikal bakal kekuatan baru bagi kontingen KLU di tingkat yang lebih tinggi. Bakat-bakat ini perlu mendapatkan sentuhan pelatih profesional secara rutin.

Pelaksanaan POPKAB yang inklusif ini menjadi standar baru bagi kabupaten/kota lain di NTB. Semangat kemanusiaan yang ditunjukkan di Lapangan Sesait adalah pesan kuat bahwa olahraga adalah hak asasi bagi setiap manusia.

Dengan berakhirnya sesi khusus NPC ini, harapan besar kini tertanam di pundak pemerintah daerah agar pada tahun-tahun mendatang, anggaran inklusif olahraga menjadi prioritas demi mewujudkan Lombok Utara yang ramah disabilitas.(r15)

Share this content:

You cannot copy content of this page