Loading Now
×

Hari Kartini ke-147 di KLU, Gerakan Perempuan Bergeser dari Simbol Menuju Basis Gagasan Strategis

Ketua PKK Lombok Utara, Hj. Rohani Najmul Akhyar

Hari Kartini ke-147 di KLU, Gerakan Perempuan Bergeser dari Simbol Menuju Basis Gagasan Strategis

Lombok Utara (Getinsidetv.com) Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatatkan sejarah baru dalam dinamika gerakan perempuan daerah. Momentum tahunan ini bertransformasi dari sekadar seremoni simbolis menjadi artikulasi gagasan strategis yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama pembangunan, Selasa (21/04/2026).

Bertempat di Kantor Bupati Lombok Utara, semangat intelektualitas Kartini diaktualisasikan melalui penyerahan buku karya Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta. Karya tersebut diserahkan langsung kepada Ketua PKK KLU, Ny. Hj. Rohani Najmul Akhyar, dan Ketua GOW KLU, Ny. Roro Pungki Kusmalahadi.

Buku yang mengusung judul “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi pemantik perubahan paradigma. Gerakan perempuan di Bumi Tioq Tata Tunaq kini mulai beralih dari dominasi kegiatan seremonial menuju basis pengetahuan dan strategi kebijakan.

Ny. Heny Agus Purwanta menegaskan bahwa esensi perjuangan Raden Ajeng Kartini di era modern harus diwujudkan melalui pemikiran yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, perempuan hari ini wajib memiliki andil dalam menentukan arah kebijakan publik.

“Kartini hari ini harus hadir dalam bentuk gagasan yang bekerja. Perempuan bukan lagi sekadar objek, melainkan subjek yang menentukan arah dalam isu strategis seperti ekonomi, teknologi, hingga manajemen organisasi,” ujar Ny. Heny.

Salah satu poin revolusioner dalam karyanya adalah integrasi teknologi mutakhir. Ia menjelaskan pentingnya organisasi perempuan di daerah untuk mulai akrab dengan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT).

Penggunaan teknologi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi manajemen strategis organisasi. Dengan data yang akurat, program-program pemberdayaan perempuan di pelosok Lombok Utara dapat dirancang secara lebih presisi dan terukur.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pendekatan konvensional. Tantangan global menuntut kepemimpinan yang adaptif dan berbasis data untuk kemudian diterjemahkan menjadi kebijakan lokal yang efektif,” tegasnya di hadapan jajaran pengurus organisasi wanita.

Selain aspek teknologi, buku tersebut juga membedah penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis sumber daya lokal. UMKM dinilai sebagai pilar utama dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga di Lombok Utara pasca-pemulihan ekonomi.

671209548_18331192045217231_8846215325249776603_n %post
Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Lombok Utara (KLU)

Ketua PKK Lombok Utara, Hj. Rohani Najmul Akhyar, menyambut hangat hadirnya karya intelektual ini. Bagi PKK, buku tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan draf substansi yang siap ditindaklanjuti menjadi program kerja nyata di tingkat desa.

“Ada substansi yang sangat berharga untuk kita adopsi. PKK melihat ini sebagai peluang emas untuk memperkuat program berbasis pengetahuan melalui kolaborasi lintas organisasi perempuan,” kata Hj. Rohani.

Hj. Rohani menambahkan bahwa PKK siap membuka ruang sinergi yang lebih luas dengan Bhayangkari dan GOW. Tujuannya agar gagasan dalam buku tersebut segera terimplementasi dalam program konkret yang menyentuh masyarakat luas.

Isu perlindungan anak juga mendapat porsi perhatian besar. Rohani menilai kapasitas ekonomi keluarga dan akses terhadap pengetahuan bagi ibu adalah faktor kunci dalam menekan angka kekerasan serta stunting pada anak.

“Ketika perempuan berdaya secara ekonomi dan intelektual, maka perlindungan anak akan berjalan secara otomatis dan lebih efektif. Kebijakan ini harus menjadi satu kesatuan, tidak boleh parsial,” imbuhnya.

Dalam visi menuju Indonesia Emas 2045, penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya perempuan dan anak, harus menjadi prioritas utama di tingkat daerah sebelum melangkah ke level nasional.

Ketua GOW KLU, Ny. Roro Pungki Kusmalahadi, juga menyatakan kesiapannya untuk mengoordinasikan berbagai organisasi wanita di bawah payung GOW guna menyatukan visi strategis ini.

670868953_18331192018217231_4642589917792116928_n-1024x619 %post
Ketua GOW KLU, Ny. Roro Pungki Kusmalahadi,

Peringatan Hari Kartini kali ini di KLU berhasil mencerminkan pergeseran paradigma: dari berbasis kegiatan menuju berbasis gagasan, dari simbol menuju substansi, serta dari retorika menuju aksi strategis.

Kolaborasi tiga organisasi besar (Bhayangkari, PKK, dan GOW) diharapkan menjadi katalisator bagi hadirnya kebijakan daerah yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi terbatas mengenai poin-poin krusial dalam buku tersebut, yang nantinya akan dijabarkan kembali dalam pertemuan teknis antar-organisasi wanita se-Kabupaten Lombok Utara.

Momentum ini membuktikan bahwa di tangan para perempuan hebat Lombok Utara, cita-cita Kartini untuk memajukan bangsa melalui pendidikan dan pemikiran terus menyala, bahkan di era digitalisasi global saat ini.(r15)

Share this content:

You cannot copy content of this page